alexametrics

Kartu Angka Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MATEMATIKA merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Matematika memberikan kontribusi yang sangat besar, mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks, mulai dari yang abstrak sampai yang konkrit untuk pemecahan masalah dalam segala bidang. Matematika salah satu mata pelajaran yang telah diperkenalkan kepada siswa sejak tingkat dasar (SD) sampai ke jenjang yang lebih tinggi (Perguruan Tinggi). Matematika sendiri pada dasarnya memiliki objek dasar yang abstrak. Menurut Soejadi dalam Muhsetyo bahwa : „keabstrakan matematika karena objek dasarnya abstrak, yaitu fakta, konsep, operasi dan prinsip.” Sedangkan menurut Piaget, siswa sekolah dasar yang umurnya berkisar antara 6 atau 7 tahun sampai 12 atau 13 tahun, berada pada fase operasional konkret. Pada fase ini umumnya siswa masih terikat dengan objek yang konkret atau cenderung berpikir konkret, rasional dan objektif dalam memahami suatu situasi.

Melalui Model pembelajaran kooperatif siswa ditekankan untuk belajar dalam kelompok. Setiap siswa yang ada dalam kelompok mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang dan rendah) dan jika memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender. Model pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.

Baca juga:  Saling Berbagi pada Pembelajaran Matematika

Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah hasil belajar akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman dari temannya, serta pengembangan keterampilan sosial. Selain itu, untuk menciptakan situasi belajar matematika yang menyenangkan bisa melalui belajar sambil bermain dengan media kartu angka supaya belajar siswa lebih bermakna.

Berorientasi pada kurikulum matematika SD kelas III SD Negeri 2 Kadilangu, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, yaitu mengenai penjumlahan dua bilangan tiga angka dengan teknik menyimpan dan memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan di kelas III semester I maka indikator hasil belajar yang harus dicapai diantaranya : Siswa dapat melakukan pengerjaan hitung penjumlahan dengan teknik menyimpan dan siswa dapat memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan. Untuk mencapai indikator tersebut mula-mula guru mengadakan apersepsi mengenai materi pelajaran pada pertemuan sebelumnya (penjumlahan tanpa teknik menyimpan dan nilai tempat sampai dengan ratusan) yang masih bertemali dengan konsep yang akan diajarkan. Kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajarannya.

Baca juga:  Metode Memancing Cara Asyik pada Pembelajaran Matematika

Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, guru menggunakan kartu angka sebagai media pembelajaran dan model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together (NHT) dengan pendekatan tematik misalnya dengan bertemakan kebun, langkah-langkahnya contohnya sebagai berikut: Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor dan setiap kelompok memperoleh kartu angka yang banyaknya sama.

Guru menyebutkan satu bilangan tiga angka yang diasumsikan sebagai banyaknya pisang yang dimilikinya. Siswa diminta guru untuk mengambil secara acak satu bilangan tiga angka sebagai asumsi banyaknya pisang yang dimiliki oleh siswa untuk digabungkan dengan banyaknya pisang milik guru. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka disertai langkah penyelesaiannya. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain. Untuk mengetahui pemahaman konsep siswa, guru menyajikan beberapa contoh soal dengan jawaban yang benar dan salah. Guru memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk berargumen. Untuk pembinaan keterampilan, guru menyajikan latihan soal dengan cara mencongak. Setiap kelompok diberikan soal cerita yang bertemali dengan kehidupan sehari-hari masih ruang lingkup “Kebun”. Lakukan langkah selanjutnya seperti diatas muali dari nomor 5-6.

Baca juga:  Pembelajaran Bimbingan TIK lebih Menarik dengan Quizizz

Dengan langkah-langkah tersebut pembelajaran Matematika di SD menjadi bermakna dan menyenangkan karena mampu mengembangkan keterampilan sosial; mengkomunikasikan; berdiskusi; bekerja sama; mengkonstruksi pengetahuan atau konsep baru yang dikaitkan dengan pengalaman belajar siswa dan mampu mengaplikasikannya untuk memecahkan soal cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, Semua kompetensi tersebut dikemas dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif dimana dikembangkan diskusi dan komunikasi dengan tujuan agar siswa saling berbagi kemampuan, saling belajar berpikir kritis, saling menyampaikan pendapat, saling memberi kesempatan menyalurkan kemampuan, saling membantu belajar, saling menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman lain sebagai upaya pengembangan keterampilan sosial dan belajar dari lingkungan sekitar siswa. (pgn2/zal)

Guru SD Negeri 2 Kadilangu, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya