alexametrics

Menulis Teks Deskripsi dengan Pendekatan TBA dan Snowball Throwing

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sebagai guru, kita harus berusaha menjadi guru baik, dengan memenuhi kriteria diantaranya PAIKEM ( Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan), dan Gembrot (Gembira Beorientasi Tujuan). Selain itu, guru juga harus memilih metode dan pendekatan yang tepat agar situasi di dalam kelas selama proses pembelajaran berlangsung dengan aktif, kreatif, dan menyenangkan.

Ketrampilan menulis teks deskripsi peserta didik kelas VII SMP Negeri 35 Semarang Tahun Pelajaran 2019/2020 sebagian besar masih menunjukkan hasil yang jauh di bawah KKM. Untuk itu penulis berupaya memilih pendekatan, metode, ataupun teknik yang tepat agar hasil belajar kelas VII meningkat. Akhirnya penulis memilih pendekatan TBA dan Metode Snowball Throwing.

Prof. Helena I.R. Agustien mengatakan bahwa kemampuan mendeskripsikan, secara teknis linguistik, adalah kemampuan menciptakan teks. Teks adalah satuan makna, maka teks bisa lisan dan bisa tulis. Berkomunikasi dipahami sebagai kegiatan menciptakan makna. Maka pendekatan berbasis produk ini juga bisa dinamai text-based approach (TBA) yang berbasis produk. Produknya apa? Produknya adalah peristiwa komunikasi dan peristiwa komunikasi adalah teks.

Baca juga:  Model Pembelajaran TPS Memudahkan Materi Matematika Pecahan

Dalam mengajarkan teks deskripsi selain menggunakan pendekatan TBA, penulis juga menggunakan metode snowball – throwing. Rahman (2015) menyatakan bahwa snowball throwing merupakan salah satu metode pembelajaran, di mana peserta didik diberikan kesempatan dan kebebasan untuk membangun maupun menciptakan suatu pengetahuan. Menciptakan suatu pengetahuan dapat dilakukan siswa dengan cara mencoba memberikan arti atau makna pada pengetahuan yang telah dialaminya. Menurut Agus Suprijono dalam Pariani (2014), ada 8 langkah pembelajaran dengan teknik snowball throwing.

Langkah – langkah tersebut guru terapkan pada saat mengajarkan teks deskripsi. Pertama, guru menyampaikan materi tentang pengertian teks deskripsi, dan the simple present tense. Kedua, guru membentuk kelompok – kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 4 orang. Setelah kelompok terbentuk, guru memanggil ketua dari masing – masing kelompok untuk diberikan beberapa penjelasan tentang materi yang akan diajarkan. Ketiga, setelah memperoleh pengarahan dari guru, masing – masing ketua kelompok kembali ke dalam kelompoknya. Ketua kelompok selanjutnya menjelaskan tentang materi yang diperoleh dan dijelaskan dari guru pada teman – teman dalam kelompoknya. Keempat, selanjutnya siswa yang berada dalam kelompok, masing – masing diberikan satu lembar kertas. Kertas tersebut digunakan untuk menuliskan tentang satu pertanyaan. Pertanyaan yang dituliskan berhubungan dengan materi yang telah dijelaskan oleh masing – masing ketua kelompok. Kelima, kertas yang dituliskan pertanyaan oleh masing – masing siswa tersebut, selanjutnya dibuat seperti bola. Setelah dibuat bola, kertas tersebut dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain. Selanjutnya, Siswa yang memperoleh lemparan bola selanjutnya diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang tertulis di dalam kertas tersebut. Setelah semuanya selesai melempar dan menjawab pertanyaan, dalam kelompoknya masing – masing mereka mendiskusikan jawaban dan merangkainya dalam kalimat – kalimat menggunakan pola simple present tense. Kalimat – kalimat tersebut kemudian disusun menjadi teks deskripsi dengan subyek yang sudah diberikan oleh guru. Langkah berikutnya, guru melakukan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Terakhir, guru menutup kegiatan pembelajaran tersebut. (gml1/ton)

Baca juga:  Fenomena Pembelajaran Daring antara Ekspektasi dan Realita

Guru Bahasa Inggris SMPN 35 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya