alexametrics

Point-Counter-Point Hidupkan Pembelajaran IPS Materi Globalisasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, GLOBALISASI ibarat pisau bermata dua. Satu sisi, globalisasi membawa dampak positif dan kemudahan bagi kehidupan manusia. Sisi lain, globalisasi juga membawa dampak negatif. Mau atau tidak, siswa harus merasakan pengaruh globalisasi sebagai konsekuensi mereka sebagai masyarakat yang hidup pada abad 21. Agar integrasi bangsa tetap kukuh, diperlukan upaya untuk menghadapi arus globalisasi. Oleh karena itu, globalisasi dimasukkan sebagai materi pokok bahasan dalam kompetensi dasar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas IX. Kompetensi dasar tersebut adalah perubahan sosial budaya dan globalisasi.

Globalisasi adalah terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama secara cepat (Soemardjan dalam Setiawan dkk, 2018:87). Globalisasi melanda berbagai bidang, baik bidang budaya, komunikasi, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta transportasi. Pokok bahasan globalisasi meliputi: bentuk, dampak, dan upaya menghadapi globalisasi.

Baca juga:  Cooperatif Integrated Reading and Compocition Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

Siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Pegandon disiapkan menghadapi globalisasi. Pembelajaran materi globalisasi tidak sekadar teori yang dihafalkan, tetapi arahnya membuka wawasan agar siswa siap menghadapi globalisasi. Oleh karena itu, guru menerapkan metode pembelajaran point-counter-point.

Metode pembelajaran point-counter-point dipergunakan untuk mendorong siswa berpikir dalam berbagai perspektif. Jika metode pembelajaran ini dikembangkan, maka yang harus diperhatikan adalah materi pembelajaran. Di dalam bahan pelajaran harus terdapat isu-isu kontroversi (Suprijono, 2009:99).

Guru membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok. Setiap kelompok diberi tema yang berbeda. Tema tersebut adalah globalisasi bidang budaya, komunikasi, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, atau transportasi. Mereka mencari berita dari surat kabar, artikel dari majalah, esai dari internet, atau bahan lain yang berhubungan dengan tema untuk dikembangkan.
Setiap kelompok akan membahas dampak positif globalisasi. Dampak positif tersebut adalah, 1) berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi; 2) meningkatnya efektivitas dan efisiensi; 3) perekonomian suatu negara semakin meningkat; 4) meningkatnya taraf hidup masyarakat; 5) komunikasi semakin cepat dan mudah; 6) berkembangnya dunia pariwisata; dan 7) berkembangnya alat komunikasi dan keterbukaan informasi.

Baca juga:  Media Gambar untuk Mengoptimalkan Keaktifan Siswa pada Pembelajaran IPS

Setiap kelompok juga akan membahas dampak negatif globalisasi. Dampak negatif globalisasi tersebut adalah, 1) westernisasi; 2) demoralisasi; 3) kesenjangan sosial ekonomi; 4) kriminalitas; 5) pencemaran lingkungan; 6) kenakalan remaja; dan 7) individualisme yang semakin tinggi.

Posisi mereka diatur sehingga saling berhadapan. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk merumuskan argumentasi-argumentasi sesuai dengan perspektif yang dikembangkannya.

Setelah tiap-tiap kelompok berdiskusi secara internal, selanjutnya mereka mulai berdebat. Setelah seorang siswa dari suatu kelompok menyampaikan argumentasi sesuai pandangan yang dikembangkan kelompoknya, siswa dari kelompok lain diminta memberi tanggapan, bantahan, atau koreksi tentang isu tersebut. Proses ini dilakukan sampai waktu yang ditentukan. Pembelajaran menjadi lebih hidup.

Baca juga:  MaM Sebagai Solusi Pemahaman Konsep Pembelajaran IPS

Pada akhir pembelajaran, guru bersama siswa membuat evaluasi. Tujuannya, siswa dapat mencari jawaban sebagai titik temu dari argumentasi-argumentasi yang telah mereka munculkan.

Untuk menghadapi globalisasi, diperlukan upaya dan sikap yang tepat sehingga diharapkan dapat tetap memperkukuh kehidupan bangsa. Setelah pembelajaran materi ini, harapannya siswa tidak menjadi “korban” globalisasi. Akan tetapi, mereka mampu menyikapinya dengan bijaksana. Siswa harus mampu menjunjung tinggi budaya, semangat nasionalisme, dan jiwa patriotisme sehingga mereka mampu memerankan diri sebagai warga negara yang kuat, tangguh, dan memiliki kapasitas daya saing dalam arus globalisasi yang terus bergulir. (ikd2/ida)

Guru IPS SMP Negeri 1 Pegandon Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya