alexametrics

Memahami Kegiatan Ekonomi Produksi melalui Vlogger Project

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Gadget merupakan hasil dari kemajuan teknologi yang hampir tidak bisa lepas dari keseharian siswa zaman now. Seperti telah mendarah daging dengan segala aplikasi di dalamnya. Salah satunya adalah sosial media (sosmed). Siswa memanfaatkan sosmed untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungannya. Guru zaman now dituntut untuk selalu update and upgrade dalam mengajar.

Wujud nyata yang bisa dilakukan dalam menghadirkan gadget dan sosial media adalah penggunaannya sebagai media pembelajaran. Berbagai features ditawarkan gadget, sehingga semakin banyak pula yang menggunakannya, terutama adalah fenomena menjadi seorang vlogger. Oleh karena itu, guru memilih vlogger project dalam pembelajaran ekonomi, dengan tetap memperhatikan kaidah-kaidah yang tepat dalam pembelajaran yaitu model project-based learning.

Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek sebagai inti pembelajaran (Permendikbud, 2014:20). Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran inovatif yang melibatkan kerja proyek dimana peserta didik bekerja secara mandiri dalam mengonstruksi pembelajarannya dan mengulminasikannya dalam produk nyata (Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana, 2009:30).

Baca juga:  Pembelajaran Report Text melalui Letter In The Bottle

Kegiatan ekonomi merupakan materi yang ada di kelas VII. Kegiatan ekonomi dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu produksi, konsumsi dan distribusi. Pada pembelajaran IPS kelas VII semester genap di SMP N 2 Wonokerto, materi memahami kegiatan ekonomi produksi, guru memilih media vlogger project atau pembuatan vlog dengan memanfaatkan features yang ada di gadget.

Pelaksanaan pembuatan vlogger project ini dilakukan secara bertahap. Dimulai dari tahap pembentukan kelompok yang terdiri empat sampai lima orang. Tahap kedua setiap kelompok diminta memilih salah satu produsen yang melakukan jenis-jenis kegiatan produksi baik di bidang usaha ekstraktif, agraris, industri, dagang maupun jasa. Produsen tersebut harus mereka wawancarai terkait dengan kegiatan produksi sesuai bidang mereka masing-masing. Ketiga, membuat jadwal dan konsep kegiatan wawancara, menyusun beberapa pertayaan yang didampingi guru terkait dengan kegitan produksi tersebut, seperti bagaimanakah kegiatan produksi berlangsung? Apa saja factor produksi yang dibutuhkan? Apa tujuan dari kegiatan produksi tersebut? Bagaimana cara meningkatkan kuaitas produk agar dapat bersaing? Dan apa saja kendala yang dihadapi dalam kegiatan tersebut? Tahap keempat pembagian tugas kelompok atau job decription. Agar ada pembagian tugas yang jelas antaranggota kelompok, mulai dari siapa yang akan mewancarai, mengambil gambar, dan editing.

Baca juga:  Metode Card Shot Tingkatkan Pemahaman Kisah Keteladanan Nabi Musa a.s

Langkah kelima, seluruh kelompok berlomba membuat vlog dan menampilkan yang terbaik. Keenam, publikasi dengan mengupload video yang telah mereka buat ke dalam medsos, bisa melalui facebook, instagram dan youtube. Tak ketinggalan apresiasi tiap karya yang mereka buat. Pemberian respon seperti jumlah like, comment dan subscribe akan membuat tugas ini lebih meriah, apalagi jika menjadi trending topic di kelompok lain. Karena setiap kelompok akan mendiskusikan kelebihan dan kekurangan kelompok lainnya.
Respon negatif pasti akan muncul. Di sini guru harus tetap ada untuk memberikan arahan dan mengingatkan agar lebih menghargai karya orang lain dan lebih bijak dalam bersosial media. Langkah ke tujuh penyusunan laporan dan presentasi hasil. Langkah terakhir guru membimbing siswa untuk mengambil kesimpulan sesuai dengan indikator pembelajaran.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Kegiatan Ekonomi dengan Metode Karya Wisata

Pembelajaran dengan model vlogger project ini ternyata memberikan banyak manfaat bagi siswa dan guru. Melalui metode ini kita bisa mengimplemantasikan program merdeka belajar. Merdeka belajar memberikan ruang seluas mungkin bagi guru untuk berinovasi, berkreativitas dan memiliki arah dengan pendekatan student center yang mengaktifkan siswa dalam pembelajaran. (pkl2/lis)

Guru IPS SMP Negeri 2 Wonokerto, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya