alexametrics

Belajar Fungsi dan Kewenangan Lembaga Negara dengan Discovery Learning

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BELAJAR adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilaku. Dalam kenyataannya, mata pelajaran PPKn masih berpusat pada guru, dan siswa hanya sekedar mendengarkan, mengingat, menghafal serta mencatat materi yang disampaikan. Mengenai kondisi yang memicu kebosanan siswa dalam mengikuti pelajaran PPKn disebabkan seorang guru kurang menarik dalam memberikan pelajaran di dalam kelas dan jarang menggunakan media pembelajaran yang menarik semangat belajar. Dengan pengalaman tersebut guru merubah metode belajar menggunakan penerapan Discovery Learning. Kegiatan belajar mengajar ini tidak hanya berfokus pada guru, tetapi juga melibatkan siswa. Artinya pembelajaran ini melibatkan kemampuan siswa secara maksimal untuk menggali dan mengidentifikasi sehingga mereka dapat menemukan pengetahuan dengan sendiri.

Baca juga:  Siswa Berhenti Merokok melalui Layanan Bimbingan Kelompok Model PBL

Metode pembelajaran Discovery Learning yang dilakukan di SMA Negeri 1 Bawang, kelas X materi pokok Fungsi dan Kewenangan Lembaga Negara adalah metode mengajar yang mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga peserta didik memperoleh pengetahuan yang sebelumnya tidak diketahui melalui pemberitahuan, baik sebagian atau seluruhnya dapat ditemukan sendiri. Dalam menemukan konsep, peserta didik melakukan pengamatan, menggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan, menarik kesimpulan untuk menemukan beberapa konsep atau prinsip. Metode ini menitikberatkan pada aktifitas peserta didik dalam belajar. Dalam hal ini Guru hanya bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator yang mengarahkan peserta didik untuk menentukan konsep, dalil, prosedur, latarbelakang, perkembangan, dampak dan akibat yang ada hubungannya dengan Fungsi dan Kewenangan Lembaga Negara

Penerapan pembelajaran dengan menggunakan model Discovery Learning dilaksanakan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: pertama: menentukan tujuan pembelajaran, kedua: melakukan identifikasi karakter peserta didik (kemampuan awal,minat,gaya belajar dan sebagainya), ketiga: memilih materi pelajaran, keempat: menentukan topik-topik yang harus dipelajari peserta didik secara induktif, kelima: mengembangkan bahan-bahan belajar yang berupa contoh-contoh, ilustrasi, tugas. Keenam: mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke kompleks, dari yang konkret ke abstrak,atau dari tahap enaktif,ikonik sampai simbolik. Ketujuh: melakukan penilaian proses dan hasil belajar peserta didik. (Kurniasih & Sani .2014: 68-71)

Baca juga:  Tingkatkan Keterampilan Intelektual Matematika dengan Pendekatan Saintifik

Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model Discovery Learning dilaksanakan dengan pertama: Stimulation yaitu peserta didik dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan kebingungan,agar timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri, kedua: Problem statement yaitu guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda masalah yang relevan dengan materi dalam bentuk hipotesis, ketiga: Data collection yaitu peserta didik diberi kesempatan untuk mengumpulkan berbagai informasi yang relevan,membaca literatur,mengamati objek materi, keempat: Data processing yaitu kegiatan mengelolah data informasi yang telah diperoleh peserta didik, kelima: Verification peserta didik melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis, keenam: Generalization adalah proses menarik kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama.

Baca juga:  Merencanakan Sukses Masa Depan dengan Konsep ABCDE

Proses pembelajaran PPKn dengan menggunakan model Discovery Learning menjadikan peserta didik lebih meningkatkan analisis, penalaran lebih mudah untuk mengingat, mampu menguraikan secara detail, mengakomidir kebutuhan media pembelajaran, dan kegiatan belajar selalu melibatkan peserta didik. (pkl2/zal)

Guru PPKn
SMAN 1 Bawang, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya