alexametrics

Belajar Frekuensi dan Periode dengan Mencoba

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PERKEMBANGAN sains yang diikuti berkembangnya arus informasi komunikasi dan teknologi membawa dampak di Indonesia khususnya dibidang Pendidikan . Pendidikan di Indonesia merasa terus memperbaiki mutu Pendidikan, supaya tidak tertinggal jauh dengan luar negeri.

Salah satu upaya agar siswa dalam menerima materi pelajaran agar mudah dipahami maka banyak metode mengajar yang diterapkan. Misalnya tentang frekuensi dan periode pada bab getaran dalam menyelesaikan soal gambar dua setengah gelombang transfersal, waktu yang tertera lima detik banyak siswa yang kesulitan mencari frekuensi gelombang seperti yang dialami siswa SMP 3 Kendal kelas 8 C.

Dalam Kurikulum Tiga belas pada mata pelajaran IPA khususnya materi-getaran dan gelombang pada Kompetensi Dasar 3.11 yaitu menganalisis konsep getaran dan gelombang dan bunyi dalam kehidupan sehari-hari termasuk sistem pendengaran manusia dan sistem sonar pada hewan dan Kompetensi Dasar 3.12 yang isinya menyajikan hasil percobaan tentang getaran, gelombang dan bunyi. Roestiyah (2012:80) dalam bukunya Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta mengungkapkan yang dimaksud eksperimen adalah salah satu cara mengajar, di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatannya itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru.

Baca juga:  UKK di Masa Pandemi

Maka dengan mencoba yaitu melakukan percobaan salah satu solusi yang akan saya terapkan dalam proses pembelajaran, karena metode ini merupakan cara pembelajaran yang melibatkan peserta didik ikut aktif dalam proses belajar mengajar.

Untuk menghitung frekuensi dan periode ini prasarat pengetahuan siswa adalah getaran yaitu gerak bolak-balik pada benda. Contoh benda melakukan getaran dalam kehidupan sehari-hari diantaranya ayunan atau bandul sedehana dan gerak jalan di tempat. Ada dua tempat dalam melakukan percobaan, untuk ayunan di dalam laboratorium dan jalan di tempat di luar laboratorium atau di lapangan.

Untuk melakukan percobaan dibuatlah kelompok-kelompok, dalam satu kelas ada delapan kelompok. Setiap kelompok maksimal ada empat siswa. Masing-masing kelompok diberi lembar kerja siswa. Sebelum melakukan praktek, diberi informasi oleh guru pengertian tentang satu ayunan atau satu getaran adalah satu gerak bolak-balik.

Baca juga:  Sumber Daya Manusia yang Lemah dalam Menguasai Teknologi Informasi

Langkah – langkah melakukan percobaan sesuai lembar kerja siswa adalah sebagai berikut :
Di dalam Laboratorium : Pertama, menyiapkan bahan stop watch dan alat bandul sederhana yang sudah di sediakan oleh laboratorium. Kedua, masing-masing kelompok menggerakan bandul 10 ayunan lalu dicatat waktunya. Ketiga, dilakukan tiga kali percobaan dengan jumlah ayunan yang berbeda-beda misalnya 15 ayunan dan 20 ayunan. Keempat, semua kelompok melakukan perhitungan, banyaknya ayunan atau getaran dibagi waktu itulah angka frekuensi. Kesimpulannya frekuensi adalah jumlah getaran dalam satu detik. Dan kebalikan dari frekuensi itu adalah periode, yaitu banyaknya waktu dibagi banyaknya ayunan dan disimpulkan periode adalah jumlah waktu dalam satu getaran.

Baca juga:  Jadikan Polisi sebagai Wahana Literasi yang Mengasyikkan

Di luar Laboratorium atau di lapangan : Pertama, salah satu anggota kelompok memperagakan gerak jalan di tempat yaitu kaki yang bergerak bolak-balik adalah getaran. Kedua, masing-masing kelompok melakukan 10 getaran lalu dicatat waktunya. Menghitungnya salah satu kaki saja, misalnya kaki kiri berarti acuannya kaki kiri terus. Ketiga, dilakukan tiga kali percobaan dengan jumlah getaran yang berbeda-beda misalnya 15 getaran dan 20 getaran. Keempat, semua kelompok melakukan perhitungan seperti pada percobaan di dalam laborat yaitu banyaknya getaran dibagi waktu sehingga didapatkan frekuensi. Dan kebalikan dari frekuensi itu adalah periode. (ikd1/zal)

Guru SMPN 3 Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya