alexametrics

Baterai Buah sebagai Aplikasi Sel Volta

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALAH satu sub kompetensi yang dibahas pada kelas XII SMA Negeri 1 Pegandon adalah materi reaksi redoks dan elektrokimia adalah sel volta. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali dijumpai contoh sel volta, namun kadang siswa belum memahami hal tersebut.

Oleh karena itu diperlukan cara agar pembelajaran lebih bermakna. Salah satu caranya adalah dengan memperkenalkan prinsip kerja sel volta dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan buah-buahan yang mudah diperoleh di sekitar sekolah maupun rumah masing-masing. Mengapa menggunakan buah-buahan?

Elektrokimia merupakan cabang ilmu kimia yang membahas hubungan reaksi redoks dengan energi listrik. Keduanya berlangsung dalam sebuah alat yang disebut sel elektrokimia. Sel elektrokimia terbagi menjadi dua jenis, yaitu sel volta/sel galvani dan sel elektrolisis. Sel volta mengubah energi kimia menjadi energi listrik sedangkan sel elektrolisis mengubah energi listrik menjadi energi kimia. Sel volta lahir dari gagasan seorang ilmuwan berkebangsaan Italia yaitu Alessandro Giuseppe Volta (1745-1827) dan Lugini Galvani (1737-1798).

Baca juga:  Belajar Suggestion and Offer melalui Seni Peran

Baterai yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari seperti pada jam, senter, dan lain sebagainya biasanya menggunakan pasta elektrolit di dalamnya. Ternyata sifat elektrolit ini juga dimiliki oleh buah-buahan. Dari sifat tersebut, maka buah-buahan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik melalui proses elektrokimia. Baterai alternatif dapat dibuat menggunakan larutan elektrolit yang ada pada buah-buahan. Prinsip kerja ini menyerupai prinsip kerja sel Galvani karena mengalami reaksi reduksi dan oksidasi (reaksi redoks) pada bagian elektroda atau kutub–kutubnya. Reaksi redoks inilah yang dapat menghasilkan arus listrik, perubahan bentuk energi yang terjadi yaitu energi kimia menjadi energi listrik.

Pada pembelajaran ini siswa diminta untuk menyiapkan buah-buahan segar sejumlah 4-5 buah, uang logam (koin) lima ratus rupiah sesuai jumlah buah, paku sesuai jumlah buah, dan lampu indikator (bolam kecil). Koin dan paku berfungsi sebagai elektroda. Penjepit buaya yang digunakan untuk menghubungkan kedua elektroda pada masing-masing buah disediakan dari sekolah.
Adapun langkah kerja yang dilakukan diawali dengan membuat sayatan pada masing-masing buah menggunakan pisau untuk meletakkan koin pada buah tersebut, pada bagian lain dari masing-masing buah dipasang paku. Kemudian buah disusun melingkar sehingga memudahkan dalam menghubungkan koin pada buah 1 dengan paku pada buah 2 dengan menggunakan penjepit buaya, sehingga masing-masing elektroda dapat terhubung. Penjepit buaya pada elektroda yang terakhir dihubungkan dengan bolam kecil.

Baca juga:  Belajar Menulis Aksara Jawa Mandaswara Mudah dengan Video Tutorial

Dari percobaan yang dilakukan dapat dilihat bahwa semua buah yang diuji coba dapat membuktikan terjadinya perubahan energi kimia menjadi energi listrik, terbukti lampu indikator dapat menyala ketika semua elektroda terhubung. Selain uji coba menggunakan lampu indikator, siswa juga menguji rangkaian sel volta buah-buahan ini menggunakan voltmeter/amperemeter, sehingga dapat diketahui voltase dari baterai buah tersebut. Adapun buah-buahan yang diuji coba dalam pembelajaran ini antara lain nanas, belimbing, belimbing wuluh, jeruk nipis, markisa, tomat, kentang, dan strawberry.

Pembelajaran tersebut menerapkan prinsip pembelajaran yang diamanatkan oleh kurikulum 2013 antara lain, peserta didik belajar dari berbagai sumber belajar. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah, pembelajaran berbasis kompetensi, peningkatan keseimbangan, kesinambungan, dan keterkaitan antara hard-skills dan soft-skills; dan pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat. Melalui pembelajaran ini maka sel volta tidak hanya dipahami dalam bentuk reaksi, potensial sel, serta notasi selnya saja, akan tetapi memberikan pemahaman dan wawasan lebih luas kepada siswa mengenai sel volta dalam kehidupan sehari-hari sehingga pembelajaran lebih bermakna. (ikd2/ida)

Baca juga:  Model Sole untuk Melatih Kemandirian Siswa dalam Belajar Redoks dan Elektrokimia

Guru Kimia SMA Negeri 1 Pegandon Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya