alexametrics

Pembelajaran Teks Interaksi Transaksional dengan Topiku Ada Lima

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Minimya penguasaan kosa kata yang dimiliki siswa menjadi salah satu kendala dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris, khususnya pada materi teks interaksi transaksional tulis. Banyak cara yang ditempuh untuk membuat siswa kaya vocabulary atau kosa kata dalam Bahasa Inggris, di antaranya dengan menghafal, membuat card, latihan terjemahan, tebak kata dan sebagainya. Namun penguasaan vocabulary siswa masih dirasa kurang. Mereka sering mengeluh kesulitan dalam memaknai suatu kata. Hal ini menghambat mereka dalam menangkap isi teks dan menjajawab pertanyaan atau kuis. Bahkan sering kita jumpai siswa membuat kalimat Bahasa Inggris yang bercampur Bahasa Indonesia. Hal ini menimbulkan keprihatinan penulis untuk tergerak mencari model dan media pembelajaran yang bisa membantu mengatasi masalah siswa kususnya pada masalah penguasaan kosa kata.

Topiku ada lima merupakan pengembangan dari media pembelajaran yang menjadi pelengkap metode Number Heads Method atau kepala bernomor. Pada metode NHT siswa diberikan topi dan dipakai di kepalanya. Masing-masing topi diberi nomor sesuai jenis pertanyaannya. Pada topiku ada lima, topi yang dikenakan siswa selain diberi nomor. Warna topinya juga berbeda. Warna hijau diberi nomor 1, warna kuning nomor 2, warna kelabu nomor 3, warna merah muda nomor 4, dan warna biru nomor 5.

Baca juga:  Pembelajaran IPS dengan Cooperatife Learning Historical Pictures

Model NHT adalah bagian dari model pembelajaran kooperatif struktural yang menekankan adanya kerja sama antar peserta didik dalam kelompok untuk mencapain tujuan pembelajaran. Peserta didik dibagi ke dalam kelompok kecil dan diarahkan untuk mempelajari materi. Tujuan dibentuk kelompok kooperatf adalah untuk memberi kesempatan agar siswa dapat terlibat aktif dalam proses berpikir dan kegiatan belajar.Selain itu, model pembelajaran ini dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa untuk meningkatkan penguasaan akademik. Kagan dan Ibrahim (2000:28). Keunggulan metode ini adalah mengembangkan ketrampilan berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat, menjelaskan ide dan bekerja kelompok.

Adapun langkah pembelajarannya sebagai berikut. Pertama, siapkan RPP dan LK /Lembar Kerja. Kedua, bentuk kelompok beranggotakan 3-5 siswa secara heterogen. Ketiga, siapkan materi untuk siswa berupa teks interaksi transaksional yang disiapkan oleh guru dan menjadi pegangan siswa atau jika ada diambil dari buku paket pegangan siswa. Keempat, kerja kelompok. Guru membagikan LK pada setiap siswa. Dalam kelompok siswa berpikir, bekerja sama. Kelima, guru menyebut warna topi dari satu kelompok untuk dimintai jawaban, sementara anggota kelompok yang lain yang punya warna topi yang sama tunjuk jari dan menyiapkan jawaban. Bisa memberi penegasan dan menyempurnakan jawaban yang disampaikan temannya tadi. Keenam, pendidik bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disajikan.

Baca juga:  Praktik Buat Donat, Belajar Bioteknologi Makin Asyik

Model pembelajaran ini pernah diterapkan di kelas 7e SMP Negeri 3 Kendal. Secara akademis ada peningkatan prestasi pembelajaran teks interaksi transaksional, meskipun ada sebagian kecil siswa yang belum berhasil karena ada kendala tertentu. Namun dari sikap siswa tampak lebih senang, karena mereka dalam kelompok bisa bekerja sama. Sehingga tugas menjadi lebih ringan. Sedangkan dengan kelompok lain merekapun bisa merasa senasip. Karena mereka memakai topi yang sama berarti punya tanggungjawab yang sama dalam mengerjakan tugas. Dengan demikian, siswa terdorong untuk bekerja sama, baik dalam kelompok maupun di luar kelompoknya. Rasa percaya diri siswa juga meningkat, karena setiap siswa berperan dan berkesempatan untuk mengungkapakan pendapat. (ikd2/aro)

Baca juga:  Memotivasi Guru untuk Meningkatkan Profesi di Masa Pandemi

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 3 Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya