alexametrics

Implementasikan Aplikasi Random Generator untuk Belajar PPKn

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PADA era milenial saat ini, penggunaan teknologi, khususnya smartphone merupakan suatu kebutuhan yang mungkin tidak bisa dilepaskan dari genggaman tangan manusia. Adanya perubahan yang membawa manusia menjadi seseorang yang mungkin sangat bergantung kepada smartphonenya menjadikan hal tersebut menciptakan suatu dampak negative tertentu. Namun, marilah kita berfikir dari sisi lain. Bagaimana caranya memanfaatkan semua teknologi, khususnya smartphone menjadi lebih baik dalam proses pembelajaran. Mungkin salah satu jawabannya adalah pemanfaatan internet sebagai salah satu media penambah referensi dan ilmu pengetahuan. Selain hal umum tersebut, banyak sekali aplikasi yang tersedia dari jasa penyedia layanan aplikasi smartphone yang dapat kita gunakan dalam proses pembelajaran. Tentunya, dengan harapan proses pembelajaran tersebut menjadi kekinian dan juga lebih menyenangkan.

Salah satunya adalah pemanfaatan aplikasi berbasis android dengan nama “Random Generator”. Aplikasi tersebut dapat di download melalui Play Store yang tentunya smartphone berbasis android karena smartphone berbasis android adalah smartphone yang sangat umum digunakan dalam kehidupan masyarakat, tak terkecuali seorang pengajar dan juga siswanya. Salah satu kelebihan aplikasi tersebut adalah adanya beberapa metode untuk mengundi sesuatu secara acak. Tentunya hal tersebut dapat dimanfaatkan sebagai salah satu metode kreatif dalam proses pembelajaran.

Baca juga:  Optimalkan Keaktifan Belajar PPKN melalui Metode NHT

Aplikasi tersebut bisa digunakan dalam proses pembelajaran di suatu sekolah umum dan semua jenis mata pelajaran. Salah satu contoh adalah pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Materi Norma dan Keadilan di kelas 7A SMP Negeri 1 Weleri. Siswa di kelas 7A SMP Negeri 1 Weleri berjumlah 32 orang. Seorang pengajar dapat membuat suatu undian dengan menggunakan aplikasi “Random Generator” tanpa harus mengeluarkan sejumlah kertas. Hal tersebut juga berdampak baik bagi lingkungan karena mengurangi jumlah penebangan pohon dan jumlah sampah yang dihasilkan. Sejumlah 32 siswa diundi melalui aplikasi tersebut dengan menggunakan nomor absen mereka. Siswa yang terpilih diharapkan untuk dapat maju kedepan kelas dan mendapatkan sebuah pertanyaan dari pengajar tersebut. Selanjutnya, siswa tersebut berhak untuk mengundi melalui aplikasi tersebut dengan sekali sentuhan yang hasilnya akan acak juga seperti dirinya. Siswa yang maju pertama, berhak menanyakan terkait materi Norma dan Keadilan terhadap siswa yang terpilih secara acak tersebut. Begitu seterusnya sampai semua murid mendapat pertanyaan.

Baca juga:  Penggunaan Youtube dalam Pembelajar Hak Asasi Manusia

Manfaat dari adanya metode ini adalah adanya suatu pembaharuan pada suasana kelas sehingga pembelajaran tidaklah monoton. Untuk para siswa diharapkan dengan adanya pembelajaran seperti ini, siswa menjadi lebih senang, semangat, tertarik dengan materi yang diberikan dan sangat berkesan sehingga materi yang diberikan membekas di memori otak para siswa.

Masih banyak lagi yang bisa dilakukan seorang pengajar untuk lebih memaksimalkan penggunaan aplikasi “Random Generator” tersebut.
Hal tersebut, merupakan contoh paling sederhana dari penggunaan aplikasi tersebut. Selain itu, aplikasi tersebut dirancang dapat mengundi secara acak, sehingga semua hasil adalah murni dari aplikasi tersebut tanpa mengurangi rasa keadilan. Ada beberapa metode dalam pengundian dalam aplikasi tersebut. Seperti random number, roulette, dice, random password, dan create teams. Namun, lebih banyak digunakan adalah metode random number dan roulette. Hal tersebut merupakan salah satu pengimplementasian aplikasi berbasis android sebagai salah satu sarana belajar mengajar yang kekinian. (ikd2/zal)

Baca juga:  Senangnya Belajar PPKn Menggunakan Flanelgraf

Guru PPKn SMPN 1 Weleri, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya