alexametrics

Asyik Menulis Descriptive Text dengan Write Around

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MENULIS adalah suatu kegiatan untuk memaparkan isi jiwa, pengalaman, dan penghayatan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alatnya. Keterampilan ini tidak datang secara otomatis melainkan harus dilatih secara bertahap, teratur, dan sering dilakukan (Tarigan, 1986:4).

Pembelajaran menulis dapat dianggap suatu kegiatan cakapan menulis dengan bahasa tulis. Oleh karena itu, siswa diminta untuk menceritakan pengalaman tentang apa yang didengar, dilihat, dirasakan, dan dibayangkan dengan bahasa tulis.
Dalam pelajaran bahasa Inggris, yang dimaksud descriptive text adalah sebuah teks yang berisi deskripsi/gambaran orang, benda, atau tempat. Adapun ciri kebahasaan descriptive text di antaranya: 1) menggunakan simple present tense, 2) menggunakan adjective (kata sifat), menggunakan noun phrase (frase kata benda), dan 3) menggunakan bahasa yang menarik.

Dalam melakukan pembelajaran menulis di SMP Negeri 1 Pegandon Kabupaten Kendal, guru memiliki beberapa tantangan, seperti: 1) siswa menganggap menulis descriptive text dengan bahasa Inggris adalah sulit dan kompleks, 2) siswa masih menggunakan tulisan yang berstruktur seperti di bahasa Indonesia yang lebih kompleks tapi mereka dapat memahaminya karena bahasa mereka sendiri sedangkan struktur dalam bahasa Inggris lebih sederhana, 3) siswa masih menggunakan pilihan kata yang lebih banyak seperti di bahasa Indonesia, padahal di bahasa Inggris penggunaan katanya lebih sedikit, dan 4) tantangan yang terbesar adalah penggunaan google translate, yang kadang penggunaan struktur dan bahasanya melebihi kapasitas bahasa siswa SMP.

Baca juga:  Mudah Menulis Descriptive Text dengan PWIM

Dalam hal ini, guru memiliki peranan yang sangat penting dalam mengajarkan kepada siswanya tentang bagaimana menulis descriptive text dengan menggunakan struktur yang benar, menggunakan pemilihan bahasa yang tepat, melatih siswanya menulis kalimat sedikit demi sedikit supaya tidak terpancang dengan google translate, dan yang tidak kalah penting adalah menanamkan kepercayaan diri kepada siswanya bahwa menulis itu bukanlah hal yang sulit, jika mereka mau berlatih sedikit demi sedikit.

Adapun implementasi dari pembelajaran menulis descriptive text di SMP Negeri 1 Pegandon, melalui beberapa tahapan, antara lain: 1) tahap pertama, guru menunjukkan sebuah gambar melalui slide, kemudian siswa berlatih menirukan kata sifat yang berkaitan dengan gambar tersebut, 2) tahap kedua, guru memaparkan materi tentang descriptive text, 3) tahap ketiga, guru memberikan beberapa contoh descriptive text, 3) tahap keempat, menulis berkelompok dengan write around, dan 4) menulis mandiri.

Baca juga:  Dukungan Orang Tua, Sukseskan Pembelajaran dari Rumah

Pelaksanaan kegiatan menulis berkelompok dengan write around dilakukan dengan cara: 1) guru membagi kelas menjadi 4 kelompok, satu kelompok terdiri dari 8 siswa, 2) guru menjelaskan teknik menulis berkelompok dengan metode write around, 3) dua kelompok berbaris secara bergantian, 4) guru menayangkan gambar idol yang digemari oleh siswa, 5) satu persatu anggota dari dua kelompok tersebut menuliskan idenya tentang deskripsi idol yang ditayangkan dan harus koheren menjadi sebuah teks yang padu, 5) guru memberi komentar terhadap pekerjaan siswa, 6) guru memberi penghargaan terhadap hasil kerja kelompok yang terbaik.

Dari hasil menulis dengan metode write around diketahui bahwa: 1) siswa lebih antusias dalam menulis karena mereka harus berkompetisi dengan kelompok yang lain, 2) siswa lebih tertarik belajar menulis, 3) siswa merasa menulis tidak sesulit yang dipikirkan, 4) mereka lebih percaya diri saat menulis descriptive text secara mandiri, dan 5) hasil belajar siswa meningkat. (ikd2/zal)

Baca juga:  Matematika Menarik dan Interaktif dengan Discovery Learning

Guru Bahasa Inggris SMPN 1 Pegandon, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya