alexametrics

Menghafal Al-Quran Juz Amma melalui Pembiasaan Pagi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MENGHAFAL Al-Quran juz Amma terutama surat-surat pendek bagi siswa SD sangat diharuskan dalam pembelajaran Pendikikan agama Islam, dan dapat digunakan dalam ibadah salat sehari-hari sehingga Al-Quran menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan. Sementara itu, masa anak-anak dianggap menjadi masa emas untuk menerima pendidikan, sekolah berupaya untuk membentuk karakter religiusitas yang tinggi sebagai pondasi bekal anak didik dimasa mendatang.

Perlu diketahui bahwa SD Negeri 1 Kadilangu Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal 100 % guru dan siswanya beragama islam, bahkan siswanya dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 yang perempuan mengenakan jilbab begitu juga gurunya. Maka tidak heran pembiasaan pagi yang dilaksanakan yaitu membaca Al-Qur’an surat-surat juz Amma (juz 30) setiap harinya dengan jadwal yang sudah ditentukan. Pembiasaan ini telah berlangsung sejak Januari 2019. Sebelumnya, pembiasaan hanya dengan membaca surat Adh-Dhuha sampai dengan An-Nas dan siswa yang lulus dari SD Negeri 1 Kadilangu harus dapat menghafalkannya. Itu sudah berlangsung selama 6 tahun terakhir.

Baca juga:  Orang Tua Berperan Penting dalam Keberhasilan Pendidikan Anak

Bagaimana pelaksanaan cara menghafal Al-Qur’an Juz 30 (Juz Amma) melalui pembiasaan pagi setiap harinya? Pembiasaan membaca merupakan bagian dari pendidikan. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yaitu Surah Al-Alaq ayat : 1. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan”, ayat ini mengajarkan kita untuk membaca. Pembiasaan pagi di SD Negeri 1 Kadilangu Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal dilaksanakan untuk memotivasi peserta didik agar selalu gemar membaca dan cinta terhadap Al Qur’an.

Pendidikan membutuhkan proses, apalagi menghafal melalui pembiasaan, tentunya butuh waktu yang lama. Adapun pelaksanaan pembiasaan ini adalah sebagai berikut: yang pertama, setiap pagi semua siswa dari kelas I-VI berbaris bersama dengan barisan masing-masing kelas di halaman sekolah dengan membawa kitab Juz Amma. Kedua, salah satu siswa menyiapkan barisan. Ketiga, dua siswa memimpin pembacaan Al-Fatihah dan Asmaul Husna yang dilanjutkan dengan Al-Qur’an surat juz Amma dengan menggunakan pengeras suara dan diikuti oleh semua siswa. Keempat, penghormatan kepada bendera merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, untuk menanamkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air kepada siswa. Kelima, siswa dibubarkan dengan tertib sambil urut berjabat tangan dengan para guru untuk masuk kelas.

Baca juga:  Sehat dengan Kartu Personal Health Assignments

Adapun jadwal surat-surat yang dibaca setiap hari senin yaitu surat An-Naba, An-Naziat, dan Abasa, Selasa yaitu surat: At-takwir, Al-Infithar, Al-Mutofifin dan Al-Insiqaq, Rabu: Al-Buruj, At-Thariq, Al-A’la dan Al_ghosiyah, Kamis: Al-Fajr, Al-Balad, Asy-Syams dan A-Lail, sedangkan hari Jumat siswa tidak baris berdiri di halaman, melainkan duduk semua dengan rapi di teras depan kelas IV-VI dan teras kantor yang kebetulan memanjang lurus. Surat yang dibaca pada hari Jumat adalah surat Adh-Dhuha sampai dengan An-NAs seperti khataman Qur’an. Untuk hari Sabtu pagi, kegiatan pembiasaan membaca Al-Qur’an ditiadakan karena digunakan untuk senam bersama.

Selaku Guru Pendidikan Agama Islam di SD Negeri 1 Kadilangu Kecamatan KangkungKabupaten Kendal, pada pembiasaan tersebut menemukan beberapa hambatan, terutama waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk setoran hafalan dari sekian banyak siswa, penulis juga merangkap dengan SD lain.

Baca juga:  Kreativitas dan Inovasi Guru, Hilangkan Kejenuhan Peserta Didik

Pada mulanya terasa berat dan tidak mungkin. Setelah berjalan satu tahun lebih hasilnya sudah terlihat, yang awalnya tanpa melihat tulisan, anak tidak bisa melafalkan ayat-ayat surat juz Amma, terutama surat yang panjang dalam juz Amma. Sekarang dengan mendengar, anak bisa melafalkan dan meneruskan ayat, dan sudah banyak anak yang hafal surat-surat yang pendek bahkan ada beberapa anak yang sudah hafal juz 30.

Dengan memanfaatkan waktu pagi, kegiatan anak yang sebelumnya tidak terarah menjadi terarah dan sangat bermanfaat. Ketidakmungkinan itu bisa jadi mungkin bila dengan niat, disiplin, gotong royong, kerja keras, tekad dan usaha yang kuat, insyaAllah terwujud. (pgn1/zal)

Guru PAI SDN 1 Kadilangu, Kebupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya