alexametrics

Gembira, Belajar Pecahan dengan Poku

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BAGI kelas 2 SD materi pecahan merupakan materi yang baru. Dalam pembelajaran Kurikulum 2013 yang menggunakan pembelajaran tematik materi pecahan terdapat dalam muatan pelajaran Matematika pada Kompetensi Dasar 3.7 menjelaskan pecahan 1/( 2) , 1/3 , dan 1/4 menggunakan benda-benda konkret dalam kehidupan sehari-hari dan Kompetensi Dasar 4.7 menyajikan pecahan 1/( 2) , 1/3 , dan 1/4 yang bersesuaian dengan bagian dari keseluruhan suatu benda konkret dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran pecahan di kelas 2 dikaitkan dengan benda-benda yang ada di sekitar anak dan sudah dikenal dalam kehidupan sehari-hari.

Apa yang dimaksud dengan bilangan bilangan pecahan? Bilangan pecahan adalah bilangan yang terdiri dari atas dua angka, yakni angka sebagai pembilang dan angka sebagai pembagi atau penyebut (https://www.seputarpengetahuan.co.id).

Pada pembelajaran pecahan ini upaya yang dilakukan guru kelas 2 SDN 2 Patukangan Kendal adalah dengan pengalaman langsung Poku. Poku adalah akronim dari Potong Kue. Akronim ini merupakan kreasi dari guru kelas. Sengaja digunakan agar lebih menarik dan diharapkan akan menimbulkan rasa keingintahuan pembaca pada artikel ini. Menurut Kamus Bahasa Indonesia potong maknanya kerat atau penggal, sedangkan kue memiliki makna panganan yang dibuat dari bahan yang bermacam-macam, dapat dibuat berbagai bentuk (http://kbbi.web.id). Jadi dapat disimpulkan potong kue adalah mengerat atau memenggal panganan menjadi beberapa bagian yang diinginkan.

Baca juga:  Belajar Pecahan Menyenangkan dengan Metode PTS

Kue yang digunakan adalah kue kegemaran siswa tetapi yang sederhana dan mudah didapat agar orang tua mudah membelinya atau membuat sendiri. Meskipun demikian diusahakan kue yang memiliki bentuk dasar persegi, persegi panjang, lingkaran, atau segitiga dan mudah dipotong dengan alat pemotong sederhana tanpa menggunakan pisau tajam agar tidak berbahaya jika digunakan di kelas.
Anak diberi kebebasan untuk mempotong kue, kue akan dijadikan berapa potong pun boleh asalkan sesuatu dengan ketentuan yang adil. Tak lupa guru mengingatkan cuci tangan dan gunakan peralatan yang bersih.

Bagi siswa kelas 2 SD memotong kue yang berbentuk lingkaran dengan kue yang berbentuk persegi tingkat kesulitannya adalah berbeda. Kue yang berbentuk lingkaran lebih sulit dipotong nenjadi beberapa bagian yang sama jika dibandingkan dengan kue yang berbentuk persegi atau persegi panjang. Terutama untuk memperoleh 3 potongan. Sama halnya dengan kue yang berbentuk segitiga, kue ini juga memiliki kesulitan untuk dipotong menjadi tiga bagian yang sama.

Baca juga:  Guru Matematika Harus Punya Hubungan yang Harmonis dengan Siswa

Setelah dipastikan kegiatan potong memotong selesai siswa menggambarkan kuenya yang telah dipotong secara sederhana kemudian mempresentasikan di depan kelas. Tidak semua siswa maju, hanya perwakilan saja. Yang memotong kue menjadi 2 bagian diwakili oleh seorang. Yang memotong menjadi 3 bagian diwakili oleh seorang, begitu juga yang memotong menjadi 4 bagian diwakili oleh seorang. Tidak menutup kemungkinan ada siswa yang memotong menjadi lebih 4 bagian.

Selesai presentasi siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan hasil potongan kue yang berkaitan dengan bilangan pecahan. Sebuah kue yang dipotong menjadi dua bagian yang sama besar, 1 potong/bagian dapat dinyatakan dengan pecahan 1/2 dibaca satu perdua atau seperdua atau setengah. Sebuah kue yang dipotong menjadi tiga bagian yang sama besar, 1 potong/bagian dapat dinyatakan dengan pecahan 1/3 dibaca satu pertiga atau sepertiga. Sebuah kue yang dipotong menjadi empat bagian yang sama besar, 1 potong/bagian dapat dinyatakan dengan pecahan 1/4 dibaca satu perempat atau seperempat. Ketika guru bertanya jika satu kue dipotong menjadi 10 bagian, 1 potong kue dapat dinyatakan dengan pecahan berapa? Ternyata siswa dengan serempak menjawab 1/10. Tanpa penjelasan yang rumit dari guru siswa sudah memahami bilangan pecahan.

Baca juga:  Pembelajaran Tatap Muka Lebih Menyenangkan dengan PAIKEM

Dengan memotong kue tanpa disadari , konsep awal mengenai pecahan sederhana sudah dipahami. Pahamnya siswa merupakan awal yang bagus atau indikasi bahwa tujuan pembelajaran mengenal pecahan sederhana di kelas 2 sudah tercapai. (pgn1/zal)

Guru SDN 2 Patukangan Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya