alexametrics

Permen Trasi Karpet Jowo untuk Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Bermain bagi anak usia dini merupakan tuntutan dan kebutuhan esensial yang tidak bisa digantikan oleh kegiatan atau aktivitas yang lain. Melalui bermain anak dapat memuaskan kebutuhan perkembangan dimensi motorik, kognitif, kreativitas, bahasa, emosi, sosial, nilai dan sikap hidup bermasyarakat. Bermain menurut Hurlock adalah setiap kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan yang ditimbulkannya, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Dengan kata lain, bermain dilakukan secara sukarela tanpa adanya paksaan dari orang lain.

Aktivitas bermain bagi anak usia dini merupakan aktivitas yang menyenangkan. Melalui kegiatan bermain, anak dapat mengeksplorasi potensi dirinya. Bermain menjadi suatu aktivitas yang langsung dan spontan dilakukan seorang anak bersama orang lain atau dengan menggunakan benda-benda sekitarnya dengan senang, sukarela dan imajinatif serta menggunakan perasaan , tangannya atau bahkan melibatkan seluruh anggota tubuhnya.

Baca juga:  Berpikir Tingkat Tingkat Tinggi melalui Keterampilan Menyusun Soal HOTS

Kegiatan bermain senantiasa dilakukan anak setiap saat. Pada masa sekarang, kegiatan bermain anak cenderung dilakukan didalam rumah. Hal ini berbeda dengan permainan pada masa lalu atau kita menyebutnya dengan permainan tradisional. Anak-anak pada masa lalu sangat senang bermain diluar bersama dengan teman-temannya. Berjam-jam anak sangat betah bermain di luar rumah karena permainan tradisional menuntut banyak interaksi dengan orang lain. Oleh karena itu, permainan tradisional cenderung mengembangkan ketrampilan sosial anak dan meningkatkan karakter anak khususnya cinta tanah air dalam mengenal permainan tradisional. Apalagi di zaman modern saat ini, anak-anak jarang ada yang mengetahui tentang permainan tradisional. Mereka sudah terbiasa dengan kecanggihan teknologi , bermain menggunakan permainan yang rata-rata menggunakan komputer, gadget dan permainan lainnya yang menjadikan mereka kurang peka dalam keterampilan sosialnya.

Baca juga:  Sederhana Hasil Maksimal

Menurut Beaty (Afiati, 2005:14) menjelaskan bahwa terdapat empat dimensi keterampilan sosial yang berkembang pada saat anak melakukan kegiatan bermain, antara lain : (1) Inisiatif untuk beraktivitas bersama teman sebaya. (2) Bergabung dalam permainan (memasuki kegiatan bermain).
(3) Memelihara peran selama kegiatan bermain berjalan. (4) Mengatasi konflik interpersonal pada saat bermain berlangsung.

Permainan tradisional mengandung beberapa nilai yang dapat ditanamkan. Nilai-nilai tersebut antara lain, rasa senang, bebas, rasa berteman, demokrasi, tanggung jawab, saling membantu, bekerjasama yang semuanya merupakan nilai-nilai yang sangat baik sebagai modal karakter yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.

Permen Trasi Karpet Jowo adalah istilah yang dibuat penulis untuk memudahkan dan menarik perhatian anak dalam melakukan permainan tradisional ini. Permen Trasi Karpet Jowo adalah singkatan dari permainan menyenangkan tradisional dengan menggunakan karpet yang dibuat oleh penulis dan diberi istilah karpet jowo. Karena di dalam karpet itu ada beberapa permainan tradisional yang dapat dimainkan anak bersama teman dengan mengambil mainan permen yang diletakkan di suatu keranjang permen untuk menarik perhatian anak. Anak dapat memainkan permainan tradisional ini dengan berbagai macam permainan yang telah disediakan.

Baca juga:  Meningkatkan Ketertarikan Siswa pada Olahraga dengan Metode LT dan IT

Jenis permainan tradisional sangat banyak ragam dan macamnya, namun dalam hal ini peneliti mengambil hanya enam contoh permainan tradisional, antara lain petak umpet, congklak, ular naga, tikus dan kucing, kejar-kejaran, engklek, boy-boyan dan lompat tali untuk mengembangkan keterampilan sosial anak usia dini. Melalui permainan menyenangkan tradisional Karpet Jowo, anak didik dapat memperoleh pengalaman langsung dan bermakna. (pkl2/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya