alexametrics

Mengenal Karakter Tokoh Bacaan melalui Role Play

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan pembelajaran yang menyampaikan gagasan, pesan dan informasi yang rertanamam dalam pikiran yang mana media penyampaiannya bisa melalui lisan ataupun tulisan. Bahasa juga memiliki peran sentral demi terciptanya siswa yang santun dan beradap dalam berbahasa. Pembelajaran bahasa pada umumnya mengalami kendala dan hambatan khususnya pada pengajaran yang kadang dianggap kurang bermanfaat. Sikap kurang apreasiatif muncul dari siswa dan guru.

Nilai rendah siswa kelas III SD Sidorejo 2 Kecamatan Warungasem, Batang dipicu juga dari siswa yang mengangap bahwa mata pelajaran Bahasa Indonesia terlalu mudah tetapi kurang dalam pemahamannya, terutama dalam materi pemahaman karakter tokoh bacaan. Dari sinilah guru berusaha untuk memperbaiki supaya pembelajaran Bahasa Indonesia tentang karakter tokoh bacaan meningkat. Karena Banyak siswa yang masih belum mampu memahami sebuah kompetensi hanya dengan mendengarkan dan membaca. Kadang hanya mendengarkan merupakan sesuatu yang membosankan dalam sebuah pembelajaran. Perlu suatu kegiatan yang membangkitkan siswa yang aktif, kreatif dan menyenangkan yang dilakukan dalam usaha memahami sebuah kompetensi sehingga tidak menjenuhkan siswa.

Baca juga:  Role Play Tingkatkan Keterampilan Menulis Kembali Isi Cerita Kethoprak dengan Ragam Krama

Penggunaan metode pembelajaran dikatakan baik apabila memenuhi kriteria yaitu sesuai dengan tujuan, dan dapat dilaksanakan dengan kemampuan guru ,tergantung dengan tingkat kemampuan siswa , sesuai dengan besarnya kelompok, melihat fasilitas yang ada. Untuk meningkatkan minat pembelajaran di SD Negeri Sidorejo 2 kelas III tentang karakter tokoh bacaan menggunakan metode role play. Metode ini dapat menimbulkan pengalaman belajar, seperti kemampuan kerja sama, komunikatif, dan menginterpretasikan suatu kejadian.

Metode role play membuat siswa memberlakukan situasi lebih dari sekadar membicarakan. Secara signifikan bermain peran memungkinkan peserta didik lolos dari lingkungan kelas yang membosankan yang menuntut siswa untuk berperilaku sesuai dengan aturan yang ada di kelas dan memungkinkan anak memiliki kebebasan memperoleh pengalaman (Laird dan House dalam Fanning, 2011; Wook & Cook, 2009).

Baca juga:  Metode Eskperimen Tingkatkan Kreativitas Peserta Didik selama PJJ

Tujuan dari penggunaan metode role play atau bermain peran, yaitu siswa dapat belajar dengan berbuat melakukan peranan tertentu sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya, yang mana dapat mengembangkan kemampuan – kemampuan interaksi atau reaktif , belajar melalui peniruan dimana siswa menyamakan diri dengan pelaku dan tingkah laku pemeran, belajar melalui balikan maksudnya siswa menanggapi para pemain peran yang telah ditampilkan, agar siswa menghayati suatu kejadian atau hal yang sebenarnya terdapat dalam realita kehidupan, melatih siswa dalam mengendalikan dan memperbaharui perasaan dan cara berpikir.

Adapun dari penggunaan metode ini memiliki manfaat dapat membangun kepercayaan diri siswa, dapat mengembangkan kemampuan berbahasa, dapat meningkatkan kreativitas dan akal, membuka kesempatan untuk memecahkan masalah serta membangun kemampuan sosial dan empati.

Langkah-langkah metode ini menghangatkan suasana dan memotivasi peserta didik. Kemudian memilih peran dari berbagai watak atau karakter tokoh bacaan yang siswa suka. Sehingga siswa merasakan dan mengerti apa yang harus mereka kerjakan, menyusun tahap peran yang akan dimainkan, menyiapkan pengamat di mana siswa dijadikan sebagai pengamat dalam cerita dan turut mengalami serta menghayati peran yang dimainkan dan aktif mendiskusikannya. Setelah melakukan peran, analisis bermain peran tersebut dan diskusikan dengan melontarkan sebuah pertanyaan, sehingga siswa segera terpancing untuk menjawabnya secara spontan .

Baca juga:  Belajar Upacara Panggih lebih Bermakna dan Menyenangkan dengan Role Play

Pada akhir pembelajaran Bahasa Indonesia, siswa dapat mengerjakan tugas yang diberikan guru sebagai bentuk evaluasi yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran . Jadi dengan metode role play, siswa dapat memperoleh pengalaman melalui peran yang ia perankan dalam sebuah cerita, sehingga dapat mengetahui karakter dari masing – masing tokoh yang diperankan. (pkl1/aro)

Guru SD Negeri Sidorejo 02, Kecamatan Warungasem , Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya