alexametrics

Pembelajaran Group Investigation dalam Pembelajaran Tune Up Konvensional

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran di tingkat SMK akan berbeda dengan pendidikan SMA, karena di SMK akan lebih banyak menggunakan pembelajaran praktik dibandingkan pembelajaran teori. Terbatasnya waktu yang digunakan dengan materi yang harus di sampaikan menjadikan guru pengampu harus mempunyai model pembelajaran yang bisa menjadikan peserta didik semuanya terlibat aktif dalam kegiatan belajar yang dilaksanakan. Memang ada beberapa model pembelajaran yang bisa dilakukan tetapi guru pengampu (penulis) memusatkan pada model pembelajaran group investigation.

Peserta didik akan dibagi menjadi beberapa kelompok yang nantinya akan menyampaikan pengalaman selama melaksanakan kegiatan pembelajaran di depan kelas. Model group investigation akan meningkatkan kemampuan soft skill dan hard skill dari peserta didik dalam waktu yang singkat, dimana peserta didik akan dibagi menjadi beberapa kelompok dengan masing masing terdiri atas 6 peserta didik per kelompoknya.

Baca juga:  Belajar Asyik dengan Model Guided Discovery Learning

Karena tune up konvensional terdiri atas beberapa pekerjaan perawatan atau perbaikan maka tiap kelompok akan mendapatkan satu jenis pekerjaan pembelajaran. Guru pengampu akan membagi jenis pekerjaan berdasarkan jumlah kelompok yang ada pada kelas XI TKRO 2, kemudian peserta diminta untuk mendiagnosa kerusakan yang terjadi disertai dengan pemecahan masalah yang bisa dilakukan. Setiap kelompok akan mencari diagnosa kerusakan yang terjadi pada komponen yang dipelajari (misal : sistem pengapian, sistem pendinginan, sistem bahan bakar dan lain lainnya ). Kemudian tiap kelompok akan mendiskusikan cara pemecahan kerusakan yang terjadi melalui informasi yang didapat dari buku literatur, perpustakaan atau melalui internet. Dari hasil diskusi lalu tiap kelompok akan mendemontrasikan melalui media praktik yang sudah tersedia. Menurut Muhibbin Syah (2013:22) metode demontrasi adalah metode mengajar dengan memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan dilakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.

Baca juga:  Penerapan Konsep Edupreneurship Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Hasil percobaan praktik yang dilakukan akan menghasilkan suatu kesimpulan kerja yang dibuat dalam laporan kerja (bisa dalam bentuk job sheet). Tiap kelompok kemudian membuat media presentasi untuk disampaikan didepan kelas disertai dengan foto atau video yang diambil dari praktik yang telah dilakukan. Kelompok lain akan menanggapi dengan pertanyaan yang ditujukan kepada kelompok yang sedang melakukan presentasi yang langsung bisa ditanggapi oleh kelompok yang melakukan presentasi. Peserta didik bisa mencatat semua materi presentasi yang dilakukan di depan kelas termasuk guru pengampu untuk membuat soal pertanyaan di akhir pertemuan nanti.
Setelah semua kelompok melaksanakan presentasi di depan kelas, guru pengampu akan memberi penjelasan tentang materi yang dibahas oleh masing-masing kelompok disertai kesimpulannya.
Setelah memberi umpan balik kepada semua peserta didik, guru pengampu melanjutkan kegiatan pembelajaran dengan mengadakan tes tertulis sebagai pemantauan sejauh mana peserta didik menguasai materi yang telah dipelajari melalui proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran group investigation.

Baca juga:  Mengasah Skill Berpikir dengan Tugas Terstruktur

Dari hasil pembelajaran yang didapat menunjukkan sebagian besar hasil peserta didik kelas XI TKRO 2 mampu memahami dan mengerti diagnosa kerusakan yang terjadi pada proses kerja tune up engine konvensional, disertai dengan bagaimana cara memperbaikinya. (gml1/ton)

Guru Produktif TKRO SMKN 5 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya