alexametrics

Bamboo Dancing Tingkatkan Pembelajaran Describing Place

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MATERI pembelajaran descriptive text merupakan materi yang dianggap cukup sulit bagi siswa kelas 7. Mereka mengalami kesulitan pada keterampilan berbicara (speaking). Khususnya untuk mendiskripsikan salah satu jenis dari descriptive text, yaitu describing place (mendiskripsikan tempat). Selain itu, teknik pembelajaran yang monoton akan menambah permasalahan pada proses pembelajaran.

Keterampilan berbicara membutuhkan penguasaan kosakata. Tapi, penguasaan kosakata siswa kelas 7 masih tergolong rendah. Karena siswa terbiasa menggunakan bahasa ibu dalam percakapan sehari-hari.

Tidak melibatkan siswa dalam proses pembelajaran juga akan menambah permasalahan. Siswa seharusnya dilibatkan secara aktif dalam proses tersebut. Guru tidak boleh mendominasi peran dalam ruang kelas. Siswa harus diberi porsi lebih untuk dapat mengembangkan ide dan gagasan lewat keterampilan berbicara.

Agus Suprijono (2012:98) menyatakan bahwa teknik pembelajaran Bamboo Dancing dapat membuat siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. Teknik pembelajaran ini melatih kemampuan berpikir siswa secara cepat. Selain itu, teknik ini juga mengasah keterampilan berbicara siswa. Dengan mendiskripsikan tempat-tempat yang sudah siswa kenal. Seperti rumah siswa, rumah teman, rumah tetangga, tempat untuk fasilitas umum, dan tempat wisata. Tidak hanya mendiskripsikan di mana letak dan bentuk tempat-tempat tersebut, tapi siswa juga dapat mendiskripsikan fungsi dari tempat-tempat itu.

Baca juga:  Belajar Daring Praktikum Akuntansi Tak Lagi Jadi Masalah

Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan teknik Bamboo Dancing, pertama, guru menjelaskan tentang materi pembelajaran yang akan dilakukan. Materi pembelajaran adalah mendiskripsikan tempat. Guru dapat melakukan tanya jawab terlebih dahulu dengan siswa. Tanya jawab ini bertujuan untuk menghidupkan keaktifan siswa. Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan secara umum supaya membuka pikiran siswa untuk dapat melanjutkan materi pembelajaran yang sesungguhnya.

Kedua, guru membagi kelompok siswa. Dalam pembagian kelompok, guru harus memperhatikan tingkat kemampuan kognitif siswa. Kelompok siswa terdiri dari tiga tingkatan. Siswa dengan tingkat kemampuan kognitif tinggi, sedang, dan rendah. Kelompok terbagi rata secara jumlah. Apabila dalam 1 kelas terdiri atas 40 siswa, maka guru membagi 40 siswa menjadi 2 kelompok. Setiap kelompok beranggotakan 20 siswa. Dari 20 siswa, 10 siswa akan berjajar dan saling berhadapan dengan 10 siswa lain.
Ketiga, guru meminta setiap pasangan kelompok untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Dalam materi mendiskripsikan sebuah tempat, guru memberikan gambar-gambar tempat yang sama pada masing-masing pasangan kelompok. Pasangan kelompok dapat berdiskusi terlebih dahulu.

Baca juga:  Mudah Pahami Materi Pluralitas Masyarakat Indonesia dengan PBL

Keempat, pasangan kelompok saling berhadapan dan saling memberikan informasi tentang gambar tersebut. Pasangan kelompok dapat bergeser searah jarum jam. Mereka dapat memberikan informasi yang berbeda dalam mendiskripsikan gambar-gambar tempat.
Kelima, hasil diskusi dipresentasikan di depan kelas. Guru hanya membantu untuk menjadi fasilitator dalam kegiatan diskusi ini. Dalam kegiatan presentasi kelompok, siswa dapat saling tanya jawab tentang informasi-informasi yang telah disampaikan oleh kelompok lain.

Teknik Bamboo Dancing merupakan teknik yang efektif dalam pembelajaran describing place. Teknik ini sudah diterapkan pada kelas 7 semester 2 di SMP Negeri 3 Patebon. Dengan menggunakan teknik ini, siswa dapat aktif dalam mengembangkan keterampilan berbicara. Selain itu, hasil penilaian siswa meningkat daripada menggunakan teknik pembelajaran sebelumnya. (gml1/ida)

Baca juga:  Rotasi Bumi dalam Video Pembelajaran Daring

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 3 Patebon Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya