alexametrics

Asyiknya Permainan Smart Sheet pada Materi Lembaga Keuangan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MATERI hafalan merupakan salah satu ciri dari mata pelajaran yang ada di jurusan ilmu pengetahuan sosial (IPS). Termasuk juga pada mata pelajaran ekonomi yang menjadi salah satu mata pelajaran wajibnya. Asalkan mau membaca kemudian menghafalnya ditanggung paham. Sehingga terkesan santai. Namun, kesan santai inilah yang sebenarnya harus diwaspadai. Karena berdasarkan pengalaman penulis selama 16 tahun mengajar mata pelajaran ekonomi di tingkat SMA, dalam pembelajaran peserta didik menjadi kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar yang pada ujungnya akan berdampak pada pencapaian nilai yang kurang memuaskan.

Pada kelas X semester II pada Kompetensi Dasar (KD) 3.5 berbunyi mendeskripsikan lembaga jasa keuangan dalam perekonomian Indonesia. Materi ini hampir seratus persen berupa hafalan. Peserta didik menjadi tidak tertarik dengan meteri ini, karena hanya mementingkan hafalan semata, kurang menekankan aspek penalaran sehingga menyebabkan rendahnya minat belajar. Peserta didik menjadi pasif, kurang antusias dalam diskusi kelas, kurang mengoptimalkan sumber belajar, kurang aktif dalam pembelajaran. Selain itu peserta didik malas belajar, karena banyak beredar permainan game online yang menghambat peserta didik mengerjakan tugas. Sementara Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mengajar 78 yang sudah ditetapkan di SMA Negeri 4 Semarang, tetap menjadi standar utama pencapaian nilainya. Kondisi ini mengharuskan penulis untuk mampu menghadirkan situasi pembelajaran yang aktif sehingga berpengaruh pada perolehan nilai yang melampaui KKM atau seratus persen tuntas. Disinilah penulis dituntut merancang kegiatan pembelajaran yang mampu mengembangkan kompetensi ranah kognitif, strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan penciptaan suasana yang menyenangkan sangat diperlukan untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi peserta didik pada materi Lembaga Keuangan.

Baca juga:  Board Game, Facts and Inventions untuk Mengajar Passive Voice

Menurut GAGNE, belajar adalah seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi, menjadi kapasitas baru (Dimyati, 2002:10). Sedangkan menurut ahli yang lainnya, belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto,2003:2). Adapun keaktifan adalah seperti yang dikemukakan oleh Rochman Natawijaya dalam Depdiknas (2005:31), belajar aktif adalah suatu sistem belajar mengajar yang menekankan keaktifan peserta didik secara fisik, mental intelektual dan emosional guna memperoleh hasil belajar yang berupa perpaduan antara aspek kognitif, afektif dan psykomotor. Dengan demikian, peserta didik yang lebih banyak melakukan kegiatan, sedangkan guru lebih banyak membimbing dan mengarahkan.

Baca juga:  Serunya Belajar Benda-Benda Sekitar dengan Snowball Throwing

Permainan dengan menggunakan media smart sheet yang dipilih penulis adalah dengan menggunakan sheet atau lembaran kertas kecil dalam pembelajaran di kelas. Sheet diberi tulisan warna-warni yang digunakan untuk menjawab pertanyaan guru yang ditayangkan lewat LCD dengan harapan peserta didik lebih tertarik dan dapat meningkatkan keaktifannya. Langkah-langkah metode permainan berbantuan media smart sheet adalah sebagai berikut, 1) ringkasan materi ditanyangkan dengan LCD menggunakan power point bergambar; 2) peserta didik dibagi dalam kelompok yang beranggotakan 4 orang peserta didik, masing-masing kelompok akan menerima sheet pintar (smart sheet) yang merupakan pasangan dari pernyataan yang ditayangkan melalui LCD; 3) peserta didik mencari pasangan atau jawaban yang tepat dari penayangan melalui LCD tersebut; 4) bila satu sheet telah dipilih, maka sheet tersebut dibawa ke depan untuk diletakkan pada tempat yang telah disediakan dan tidak boleh digunakan lagi untuk menjadi pasangan atau jawaban bagi pertanyaan atau pernyataan yang lainnya. Demikian seterusnya sampai pertanyaannya habis; 5) setelah itu dilakukan pembahasan dari penggunaan sheet-sheet tersebut.

Baca juga:  Membangun Disiplin Tanpa Hukuman

Berdasarkan pengalaman penulis menggunakan metode permaianan berbantuan Smart Sheet dalam pembelajar materi Lembaga Keuangan, metode tersebut mempunyai kelebihan bila dibandingkan dengan metode ceramah di antaranya, 1) dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran karena harus berdiskusi dan berkompetisi; dan 2) dapat meningkatakan prestasi belajar peserta didik yang dapat dilihat pada capaian nilai yang seratus persen tuntas. (gml2/ida)

Guru Ekonomi SMA N 4 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya