alexametrics

Pendalaman Teori PJOK Lebih Menyenangkan dengan Bermain

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan dapat dikatakan sebagai suatu usaha untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan (Sukintaka, 1992:8). Pendidikan jasmani memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain, dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis, terarah, dan terencana.

Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani guru harus dapat mengajarkan berbagai keterampilan gerak dasar, teknik dan strategi permainan/olahraga, internalisasi nilai-nilai (sportivitas, jujur, kerja sama, dll) serta pembiasaan pola hidup sehat.
Pendidikan jasmani di sekolah mutlak dibutuhkan. Bukan hanya meningkatkan kebugaran jasmani anak, melainkan juga memberi gerak yang bervariasi dan bermakna bagi anak. Pembelajaran materi PJOK sampai saat ini kurang diminati oleh sebagian siswa. Siswa lebih senang melakukan praktik di lapangan karena selama seminggu mereka sudah mendapat materi mata pelajaran yang lain. Pada intinya mereka sudah bosan menerima materi teori Penjasorkes.

Baca juga:  Kancing Gemerincing Meningkatkan Kemampuan Menghafal Ayat Alquran

Padahal tes tertulis PJOK sudah dimasukkan dalam penilaian harian bahkan sampai ujian sekolah apalagi pada Kurikulum 2013 ini di dalam buku laporan pendidikan (buku raport) selain penilain ketrampilan (KI 4) juga ada penilaian pengetahuan (KI 3).
Maka, guru PJOK dituntut meningkatkan minat siswa terhadap materi PJOK. Sebab realitasnya dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) bidang studi pendidikan jasmani, masih banyak guru belum memperdayakan seluruh potensinya dalam mengelola pembelajaran. Baik dalam menguasai materi maupun dalam menggunakan media pembelajaran. Guru hanya menggunakan talk and chalk (berbicara dan kapur tulis).

Sementara materi-materi dalam PJOK dilakukan tidak hanya dalam ruangan atau kelas, dalam arti teori melainkan praktik di lapangan.

Ketika penulis menyampaikan materi atletik di SD Negeri 1 Karangayu Kecamatan Cepiring diselingi permainan, mereka sangat antusias bahkan tidak bosan dalam menerima materi tersebut.

Baca juga:  Geogle Earth; Media Pembelajaran Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi

Anak-anak melakukan proses pembelajaran di luar kelas bahkan kita ajak ke lapangan membawa buku dan bolpoin. Di samping memberikan teori pengertian atletik dan macamnya, semua siswa melakukan macam gerakan atletik.

Mereka tidak sadar sedang melakukan KBM. Mereka mengira sedang bermain di luar kelas. Dengan cara bermain memungkinkan siswa lebih senang menerima materi penjasorkes. Pembelajaran penjasorkes dalam teori lebih bermakna dan tentunya siswa lebih cepat memahami materi. Hal ini sangat membantu siswa untuk menghadapi soal-soal tes tertulis apalagi ujian sekolah. Guru yang berkualitas berpengaruh besar terhadap efektivitas pembelajaran sehingga mempengaruhi prestasi peserta didik. Guru harus memahami peserta didik apalagi guru PJOK yang kehadirannya dinantikan oleh banyak peserta didik.

Baca juga:  Bermain Ular Tangga Aljabar

Dalam pembelajaran seorang guru PJOK dapat memberikan berbagai pendekatan dan memodifikasi pembelajaran agar anak termotivasi. Tertarik untuk mengikuti pembelajaran.

Guru PJOK harus bisa menerapkan pendekatan PAKEM. Pembelajaran harus berjalan lebih menunjukkan aktivitas anak baik fisik maupun mental. Sehingga memberikan kesempatan lebih besar berkembangnya daya kreativitas, berhasil guna dan suasana yang menyenangkan.
Menurut para ahli keberhasilan PAKEM terletak pada kata menyenangkan. Menyenangkan hendaknya dijadikan kunci utama dalam menerapkan PAKEM. Artinya suasana menyenangkan itu seharusnya dibangkitkan sejak awal pembelajaran. Kegembiraan berarti bangkitnya minat, adanya keterlibatan penuh, serta terciptanya makna, pemahaman dan nilai yang membahagiakan dalam diri anak. Kegembiraan jauh lebih penting daripada segala teknik atau media yang digunakan. (pgn2/lis)

Guru SD Negeri 1 Karangayu, Cepiring, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya