alexametrics

Penanaman Budi Pekerti Melalui 5S

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Terwujudnya manusia Indonesia yang bermoral, berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur merupakan tujuan dari pembangunan yang kemudian diimplementasikan ke dalam tujuan pendidikan nasional. Dunia pendidikan sekarang menghadapi berbagai masalah yang kaitannya dengan budi pekerti para siswa, karena lebih mengutamakan pengetahuan dan teknologi. Kita semua, khususnya praktisi di bidang pendidikan, tercengang dengan adanya berbagai peristiwa buruk, seperti tawuran pelajar, siswa berani memukul gurunya dan kejadian-kejadian lainnya yang mencerminkan perilaku amoral. Mengapa peristiwa tersebut bisa terjadi?

Haidar (2004) menjelaskan, budi pekerti adalah usaha sadar yang dilakukan dalam rangka menanamkan atau menginternalisasikan nilai-nilai moral ke dalam sikap dan perilaku peserta didik agar memiliki sikap dan perilaku yang luhur (berakhlakul karimah) dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam berinteraksi dengan Tuhan, dengan sesama manusia maupun dengan alam/lingkungan.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Materi Katabolisme dengan Mnemonik Akrostik

Menurut penulis, penerapan atau penanaman budi pekerti di sekolah dapat menggunakan budaya senyum, sapa, salam, sopan dan santun atau sering disebut budaya 5S. Di sekolah saya, SD N 3 Gonoharjo, budaya ini merupakan budaya yang wajib dilakukan siswa dan semua warga sekolah. Semua rutin kami melakukan secara terus menerus dan konsisten setiap waktu.

Memberikan senyum merupakan bentuk dari rasa kepedulian antar sesama, walaupun kita baru jumpa atau tidak kenal. Dengan senyuman, maka hati kita akan merasa dekat, kita merasa sudah kenal, karena ada pepatah senyum adalah ibadah. Dengan budaya senyum di sekolah saya yang terletak di daerah pinggiran maka bisa menanamkan rasa saling menyayangi antar siswa dan warga sekolah pada umumnya.

Baca juga:  Metode EGP dalam Pembelajaran Menyusun Cerpen

Peserta didik saling menyapa. Dengan sapaan, mereka akan merasa diperhatikan. Ini akan membangkitkan rasa senang dan merupakan sebuah penghargaan. Biasanya budaya sapa dilakukan peserta didik ketika mereka berpapasan, baru ketemu atau ketika di kelas. Siswa akan mengucapkan salam bila bertemu dengan temannya atau dengan gurunya. Ucapan salam dilakukan setiap saat baik pagi, siang, sore bahkan malam ketika mereka sudah di rumah. Ucapan salam yang ikhlas akan membawa dampak yang begitu dalam menjalin persahabatan.

Sopan dan santun merupakan ciri khas bangsa Indonesia. Budaya ini sudah tercipta sejak zaman nenek moyang. Budaya sopan santun inilah yang selalu menjadi tercermin disekolah kami. Siswa yang lebih tua menyayangi yang muda, dan yang muda menghormati yang tua. Disinilah sopan santun selalu diterapkan dan dilakukan oleh para siswa, sehinggga di antara mereka tidak pernah terjadi perselisihan maupun pekelahian.

Baca juga:  Belajar Online Semula Angan-Angan, sekarang Menjadi Kenyataan, Online Online!

Begitu indahnya dan baiknya budaya 5S diterapkan dan dilakukan sehingga tercipta suasana yang nyaman, tentram, damai. Maka dapat dikatakan budaya 5S sebagai penanaman nilai budi pekerti. (pgn2/ton)

Guru SDN 3 Gonoharjo Limbangan, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya