alexametrics

Tingkatkan Minat Belajar IPA melalui Outdoor Learning

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, LINGKUNGAN yang ada di sekitar kita merupakan salah satu sumber belajar yang dapat dioptimalkan untuk pencapaian proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Jumlah sumber yang ada di lingkungan juga tidak terbatas, sekalipun pada umumnya tidak dirancang secara sengaja untuk kepentingan pendidikan. Sumber belajar yang berupa lingkungan sekitar akan menambah wawasan dan pengetahuan peserta didik, tanpa dibatasi oleh dinding-dinding kelas yang pengap. Selain itu peserta didik juga akan merasa lebih senang dan antusias dan minat belajar akan naik. Belajar dengan menggunakan lingkungan sekitar juga akan menyajikan pengetahuan yang lebih nyata dan akurat karena dicerna langsung oleh semua panca indera masing-masing peserta didik.

SDN 02 Windurojo merupakan salah satu SD di Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan dan di lingkungan sekitar juga masih banyak ditemukan persawahan, kolam ikan, kebun, permukiman, dan lainnya. Namun saat ini pelaksanaan pembelajaran masih menggunakan model pembelajaran konvensional, didominasi oleh kondisi kelas yang masih terfokus pada guru sebagai sumber belajar utama. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru kelas III, ceramah dan diskusi masih menjadi pilihan utama guru dalam mengajar. Proses pembelajaran seperti ini kurang menarik perhatian siswa, sehingga menyebabkan minat belajar siswa turun dan menyebabkan prestasi belajar siswa rendah.
Menghadapi permasalahan ini, diperlukan suatu jalan keluar yang tepat. Salah satu alternatif pemecahannya adalah dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar yaitu dengan menggunakan model pembelajaran Outdoor Learning, mengingat banyaknya sumber belajar yang terdapat di lingkungan sekitar SDN 02 Windurojo Model Pembelajaran Outddoor Learning adalah salah satu model pembelajaran dimana guru mengajak siswa belajar di luar kelas untuk melihat peristiwa langsung di lapangan.

Baca juga:  PTM di PAUD, Siapkah?

Model Pembelajaran Outdoor Learning. Menurut Husamah, (2013:20) menyatakan, pendidikan luar kelas diartikan sebagai pendidikan yang berlangsung di luar kelas yang melibatkan pengalaman yang membutuhkan partisipasi siswa untuk mengikuti tantangan petualangan yang menjadi dasar dari aktivitas luar kelas seperti hiking, mendaki gunung, camping, dan lain-lain.

Langkah-langkah Model Pembelajaran Outdoor Learning. Adapun prosedur untuk mempersiapkan pembelajaran dengan Outdoor learning (outdoor activities), menurut Oemar Hamalik, (2003: 47) adalah sebagai berikut: Guru merumuskan dengan teliti pengalaman belajar yang direncanakan untuk memperoleh hasil yang potensial atau memiliki alternatif hasil. Menentukan bentuk kegiatan yang akan dipakai, kegiatan outdoor learning ini dapat divariasi sendiri oleh guru. Misalnya: dalam satu materi dapat dilakukan dengan berbagai bentuk, seperti dalam tema yang lain seperti lingkungan.

Baca juga:  Penugasan Proyek Tingkatkan Keterampilan Siswa Belajar IPA

Guru berusaha menyajikan pengalaman yang bersifat menantang dan memotivasi. Menentukan waktu pelaksanaan kegiatan. Kegiatan outdoor learning ini dapat dilaksanakan dalam pembelajaran atau dapat juga dilaksanakan di luar jam pelajaran. Menentukan rute perjalanan outdoor learning, dapat dilakukan satu kelas. Bersama-sama. Outdoor learning dapat menggunakan rute di sekitar sekolahan atau di lingkungan warga sekitar.

Setelah semua persiapan selesai maka tahap selanjutnya pelaksanaan kegiatan outdoor learning yaitu guru menjelaskan tentang aturan dalam pembelajaran dengan outdoor learning. Manfaat Model Pembelajaran Outdoor Learning. Menurut suyadi, (Husamah, 2013:25), menyebutkan, bahwa manfaat pembelajaran luar kelas antara lain: Pikiran lebih jernih; Pembelajaran akan terasa menyenangkan; Pembelajaran lebih variatif; Belajar lebih rekreatif;
Belajar lebih riil; Anak lebih mengenal pada dunia nyata dan luas;
Tertanam image bahwa dunia sebagai kelas; Wahana belajar akan lebih luas; Kerja otak lebih rileks.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Metode Buzz Group

Minat belajar siswa melalui model pembelajaran outdoor learning meningkat 80,66. Model pembelajaran outdoor learning juga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. nilai rata-rata kelas pada pra siklus diperoleh hasil nilai rata-rata siswa 67,58. (pkl1/zal)

SDN 02 Windurojo, Kabupaten Pekalongan.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya