alexametrics

Sistem Ekresi pada Manusia dengan Pair Cheks

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Melihat kondisi siswa –siswa zaman sekarang yang semakin tidak semangat dalam belajar sehingga dalam proses belajar mengajar, guru harus memiliki strategi, agar siswa dapat belajar secara antusias, efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang diharapkan. Dalam kenyataan, model atau metode mengajar yang digunakan guru untuk menyampaikan informasi lisan kepada siswa berbeda dengan cara yang ditempuh untuk memantapkan siswa dalam menguasai pengetahuan, keterampilan serta sikap. Dalam menghadapi permasalahan tersebut, guru memilih model pembelajaran Pair Checks untuk materi Sistem Ekresi Pada manusia dikelas VIII SMP Negeri 2 Wiradesa.

Menurut Istarani (2011) model pembelajaran Pair check (pasangan mengecek) adalah model pembelajaran berkelompok atau berpasangan yang dipopulerkan oleh Spencer Kagen tahun 1993. Model ini menerapkan pembelajaran berkelompok yang menuntut kemandirian dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan persoalan yang diberikan.

Baca juga:  Materi Fabel Bantu Peserta Didik Pahami Baik dan Buruk

Adapun langkah –langkah yang harus dilakukan dalam menerapkan model pembelajaran ini (Istarani; 2011) adalah sebagai berikut : Pertama: bekerja berpasangan. Guru membentuk tim berpasangan berjumlah 2 siswa. Setiap pasangan mengerjakan soal yang pas sebab semua itu akan membantu melatih siswa dalam menilai. Kedua, pelatih mengecek, apabila partner benar pelatih memberi kupon. Ketiga, bertukar peran. Seluruh partner bertukar peran dan mengulangi langkah 1 – 3. Keempat, pasangan mengecek seluruh pasangan tim kembali bersama dan membandingkan jawaban. Kelima, penegasan guru. Gguru mengarahkan jawaban /ide sesuai konsep.

Model Pembelajaran Pair Checks mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang dimiliki berdasarkan Trianto (2010) sebagai berikut: Dipandu belajar melalui bantuan rekan, menciptakan saling kerjasama di antara siswa, meningkatkan pemahaman konsep dan /atau proses, melatih berkomunikasi, pembelajaran menjadi aktif, siswa sangat antusias maju ke depan untuk menunjukkan hasil karyanya, setiap siswa sangat antusias untuk mengikuti instruksi guru dan semua siswa aktif saling bekerjasama dalam kelompok.

Baca juga:  Porfolio Based Learning Efektif Tingkatkan Hasil Belajar Ekonomi

Sedangkan kekurangan yang dimiliki dari model pembelajaran pair cheks ini adalah : memerlukan banyak waktu sehingga materi tidak seluruhnya bisa terselesaikan dalam waktu yang sudah direncanakan, memerlukan pemahaman yang tinggi terhadap konsep untuk menjadi pelatih karena harus selalu siap mendengar jawaban dari temannya serta membutuhkan pemikiran dan konsentrasi yang tinggi, guru juga harus memperhatikan kondisi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran, kadang situasi sosial dan emosional siswa juga berpengaruh terhadap kerja kelompok siswa, namun secara umum antusiasme siswa lebih tinggi hingga mengalahkan permasalahan yang dapat menghambat pembelajaran siswa, penerapan model Pair Cheks dikelas VIII SMP Negeri 2 Wiradesa memberikan efek yang signifikan, siswa menjadi lebih aktif, semangat dan pembelajaran menjadi menarik, dalam pembelajaran ini guru juga melalukan refleksi yang didapatkan hasil,bahwa siswa merasa senang dengan model pembelajaran tersebut, guru memberikan reward bagi siswa yang unggul dalam kelompoknya. Evaluasi dalam setiap pelaksanaan pembelajaran sangat mutlak diperlukan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. (pkl1/ton)

Baca juga:  Penanaman Budi Pekerti Melalui 5S

Guru SMP Negeri 2 Wiradesa

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya