alexametrics

Mengonkretkan Konsep Himpunan dengan Masalah Kontekstual

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Materi himpunan adalah salah satu kompetensi dasar yang dipelajari oleh siswa kelas VII semester 1 SMP Negeri 2 Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Hambatan siswa untuk memahami konsep himpunan dimungkinkan karena materi himpunan memuat logika abstrak yang membutuhkan pemahaman konsep yang baik dari siswa. Oleh karena itu, siswa membutuhakan latihan soal yang mampu mengasah kemampuan logika abstrak siswa untuk mempermudah memahami materi himpunan. Penggunaan media untuk menyelesaikan masalah kontekstual pada himpunan merupakan salah satu cara untuk menanamkan konsep himpunan kepada siswa. Menurut Azhar Arsyad (2011:15) pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat baru, motivasi, rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis pada siswa.

Pembelajaran pada materi himpunan ini dimulai dengan mengaitkan dengan permasalahan sehari-hari. Sebagai contoh adalah himpunan ekstrakurikuler yang ada di SMP Negeri 2 Karanganyar, Kabupaten Pekalongan adalah himpunan drum band, bola voli, PKS, PMR, Pramuka, dan Tari. Siswa dapat menyebutkan anggota dari masing-masing himpunan tersebut serta banyaknya anggota dari masing-masing himpunan. Untuk contoh dari himpunan kosong siswa dapat menyebutkan ekstrakurikuler yang tidak ada di SMP 2 Karanganyar, misalnya pencak silat. Ekstrakurikuler pencak silat itu ada, tetapi tidak mempunyai anggota di SMP 2 Karanganyar, maka disebut sebagai himpunan kosong yaitu himpunan yang tidak mempunyai anggota.

Baca juga:  Susahnya Pembelajaran Jarak Jauh di Daerah Pelosok

Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan media kotak dengan warna yang sama dan bola warna-warni. Kotak dinamai dengan nama A, B, C, dan seterusnya untuk mengonkretkan nama himpunan. Guru menjelaskan jika kotak kosong, maka artinya himpunan A adalah himpunan kosong, jika kotak berisi 1 bola maka himpunan A mempunyai 1 anggota, jika kotak berisi 2 bola maka himpunan A mempunyai 2 anggota, dan seterusnya. Cara menentukan himpunan bagian adalah dengan pengambilan bola secara berturut turut. Pertama, himpunan A beranggotakan 1 bola. Jika bola tidak diambil maka himpunan A mempunyai 1 anggota, jika diambil 1 bola maka himpunan A tidak mempunyai anggota atau himpunan kosong, maka banyaknya himpunan bagian dari A ada 2. Kedua, himpunan B berisi 2 bola yaitu bola merah dan biru. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menentukan himpunan bagian adalah: jika bola tidak diambil, maka bola yang tersisa adalah himpunan bola merah dan biru. Jika diambil bola merah, maka bola yang tersisa adalah himpunan bola biru. Jika diambil bola biru, maka himpunan yang tersisa adalah himpunan bola merah. Jika diambil 2 bola yaitu bola merah dan biru, maka himpunan yang tersisa adalah himpunan kosong.

Baca juga:  Belajar Perencanaan Pelayaran dengan Model Pembelajaran Kooperatif

Dari percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan jika suatu himpunan mempunyai 1 anggota, maka banyaknya himpunan bagian ada 2 yaitu 1 himpunan dengan 1 anggota dan 1 himpunan kosong. Jika suatu himpunan memiliki 2 anggota, maka banyaknya himpunan bagian ada 4 yaitu 1 himpunan dengan 2 anggota, 2 himpunan dengan 1 anggota dan 1 himpunan kosong. Percobaan ini dapat diteruskan dengan menggunakan 3 bola, 4 bola, dan seterusnya.

Banyaknya himpunan bagian dari suatu himpunan akan membentuk sebuah pola bilangan yang dirumuskan dengan 2 pangkat n. Dengan pengertian n adalah banyaknya anggota himpunan yang akan dicari himpunan bagiannya. Konsep himpunan bagian ini dapat dilanjutkan dengan mencari banyaknya himpunan bagian dengan n anggota dengan konsep Segitiga Pascal.

Penggunaan media belajar kotak dan bola diharapkan mampu mengonkretkan himpunan dan anggota himpunan, sehingga mampu menanamkan konsep pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Karanganyar. Selain itu, belajar terasa lebih menyenangkan dan bisa dilaksanakan secara kelompok untuk mengembangkan karakter kerja sama siswa. (pkl1/aro)

Baca juga:  Pembelajaran Matematika dengan FCC di Masa Pandemi

Guru Matematika SMP Negeri 2 Karanganyar, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya