alexametrics

Mengantar Anak Paham Perkalian dan Pembagian dengan Kartu Soal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pelajaran Matematika pada Kompetensi Dasar (KD) 3.1, siswa mampu menyelesaikan operasi bilangan perkalian dan pembagian dalam kehidupan sehari-hari. Bagi siswa kelas empat SD 1 Wirosari, perkalian dan pembagian adalah sesuatu yang baru dan menjadi dasar untuk kegiatan pembelajaran selanjutnya. Bila pada pemahaman dasar ini dikenalkan dengan cara menarik maka untuk selanjutnya akan dengan mudah dan siswa akan suka dan termotivasi untuk kegiatan menghitung.

Bagi sebagian siswa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit dan menakutkan karena cara lama yang digunakan untuk menghitung perkalian atau pembagian dengan ruas jari, jari dan lidi akan lama dan membosankan. Guru dituntut untuk mencari metode yang menarik dan membuat siswa asyik belajar sehingga rasa takut tersebut hilang selain itu siswa juga merasa bermain walau sebenarnya sedang belajar. Karena perkalian dan pembagian merupakan hal yang baru, maka harus dibudayakan cara menghitung dengan cara yang mudah tetapi siswa mau dan mampu menghitung dengan cepat dan cermat. Pemahaman masing-masing siswa unik dan berbeda untuk siswa yang pintar dengan cepat dikerjakan dengan mudah tetapi dari sebagian lagi yang cara berpikirnya lamban melalui proses lama menjadi suatu beban yang terjadi tugas dikerjakan tidak maksimal dan terus tertinggal. Dalam situasi ini penulis berinisiatif untuk memotifasi siswa agar suka pada pelajaran matematika, dapat menyelesaikan soal-soal matematika dengan menggunakan fasilitas kartu soal.

Baca juga:  Dinamika Pembelajaran Daring

Kartu soal adalah selembar karton berukuran 15x15cm terdiri dari dua sisi. Satu sisi tertulis soal dan sisi yang lain berupa jawaban karya siswa dalam pendampingan guru. Cara menggunakan kartu penanya memegang kartu soal dan mencermati jawaban, penjawab membaca soal kemudian menjawab. Pertama, guru membagi siswa berpasangan (penanya dan penjawab). Tugas penanya memegang kartu soal dan mencatat hasil/jawaban dan hasil jawaban dilaporkan guru sebagai tugas mandiri dilakukan bergantian. Kedua, antarpasangan saling memberikan soal dan jawaban. Apabila salah satu pasang menjawab dengan cepat dan benar akan mendapat kesempatan untuk menjadi penanya terlebih dahulu. Bila kegiatan pertama dengan pasangan lancar, dilanjut dengan kegiatan antar pasangan. Kecepatan dan kecermatan di kegiatan ini menjadi kunci untuk langkah berikutnya. Kegiatan puncak adalah presentasi di depan dengan cara mengambil kartu soal dengan acak kemudian soal dibaca dan dijawab. Bila siswa menjawab dengan benar maka akan mendapat applause dari tema –teman dan mendapat penghargaan/reward dari guru.

Baca juga:  Korelasi Antara Pendidikan Budi Pekerti dengan Pendidikan Agama Islam

Dari penerapan metode kartu soal menumbuhkan karakter siswa berupa kemerdekaan belajar, dan kreatif. Siswa dengan leluasa membuat soal beserta jawabannya memilih soal secara acak, tekun dalam membuat soal beserta jawabannya dan pada saat menjawab pertanyaan dari teman, jujur dan sportif pada saat menjadi penanya ataupun menjadi penjawab karena penanya akan mencatat hasil/jawaban pertama jadi tidak boleh diulang, saling berkompetisi untuk menyelesaikan soal yang diberikan teman ketepatan dan kuantitas/jumlah soal yang dapat diselesaikan. Pelajaran matematika menjadi menarik dan menyenangkan karena sambil bermain sekaligus belajar. (gml1/ton)

Kepala Sekolah Dasar 1 Wirosari Patean Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya