alexametrics

Program Sampah Bentuk Karakter Peduli Lingkungan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sampah adalah suatu hal yang menjadi masalah. Sampah merupakan sumber penyebaran penyakit. Sebagai seorang pendidik harus mampu mencari solusi untuk menangani masalah sampah dengan baik. Biasanya di beberapa tempat sudah disediakan tempat sampah dan sudah diberi tulisan sampah organik dan sampah anorganik. Tetapi pada kenyataannya sampah plastic dan organic masih selalu tercampur.

Permasalahan sampah ini terjadi juga di SDN 1 Si Jeruk. Tempat sampah sudah disediakan dan juga diberikan tulisan yang mudah terbaca yaitu sampah organik dengan kode 01 dan sampah anorganik dengan kode 02. Tetapi ketika sampah di sampah dikumpulkan ternyata masih banyak sampah tercampur. Hal ini membuat guru kelas VI SDN 1 Sijeruk kecamatan Kendal mencoba mencari solusi mengenai sampah di lingkungan sekolah.

Baca juga:  Ribuan Maba UKSW Bersihkan Sampah

Hasil penelitian Ririn (2014:1) yang berjudul “Penanaman Karakter Peduli Lingkungan dan Disiplin Melalui Program Berjumpa (Bersih Jum’at Pagi)” membuktikan bahwa penanaman karakter peduli lingkungan dilakukan melalui keikutsertaan siswa dalam berbagai kegiatan berkenaan dengan kebersihan dan keindahan secara langsung mengubah perilaku peserta didik serta dalam memelihara lingkungan dari kerusakan. Hasil penelitian Lutfi (2014:vii) yang berjudul “Implementasi Nilai Peduli Lingkungan Menuju Sekolah Adiwiyata” membuktikan bahwa pelaksanaan kegiatan pendidikan karakter lingkungan dapat mengubah perilaku siswa dengan pembiasaan siswa, pembiasaan berbasis partisipasi dan keteladanan. Meskipun harus diingatkan guru dalam pelaksaannya namun sedikit banyak telah mengubah siswa untuk lebih peduli lagi dengan lingkungannya.

Berdasarkan hasil rapat dewan guru beserta beserta penjaga diambil kesepakatan untuk membuat program kebersihan dan mengawasi dengan baik. Kemudian guru kelas selaku pencetus ide menyampaikan usulan juga agar guru bisa berangkat lebih awal.

Baca juga:  Manfaatkan Aplikasi Canva dalam Pembuatan Media Pembelajaran IPS di Masa Pandemi

Untuk menindaklanjuti tentang sampah, guru kelas VI SDN 1 Sijeruk kecamatan Kendal membuat langkah-langkah peduli sampah sebagai berikut: 1) Guru dan siswa semua berangkat lebih awal dan pukul 06.30 pintu gerbang ditutup atau ada petugas salah satu guru, 2) Guru setelah sampai ke sekolah mengambil sampah yang ada seperti daun mangga maupun plastik bekas jajan siswa dan membuang di tempat sampah, 3) Ketika guru mengambil sampah dan membuang sampah di tempat sampah guru memanggil anak-anak untuk meniru guru mengambil sampah sambil berkata “ Ayo perbuatan baik”, 4) Bagi anak yang datang diwajibkan ambil sampah dan membuang sampah walau hanya satu sampah saja, 5) Bagi yang tidak melakukan pengambilan sampah maka terkena hukuman, 6) Bagi anak yang terlambat maka harus mengambil sampah di luar pagar sekolah baru diizinkan masuk ke halaman sekolah.

Baca juga:  Mengenal Lingkungan Alam Sekitarnya

Setelah guru kelas VI SDN 1 Sijeruk kecamatan Kendal melaksanakan pemungutan sampah setiap hari, ternyata dalam waktu sebulan pembiasaan peduli sampah bisa berjalan dengan sendirinya. Tetapi guru tetap mendampingi. Awalnya siswa memang belum terbiasa, tetapi berkat kegigihan dan kesabaran guru maka pembiasaan bisa berjalan baik dan sampah menjadi bersih. Penjaga ikut merasa senang karena pekerjaan yang tadinya dikerjakan sendiri sekarang bisa menjadi lebih ringan. (pgn2/ton)

Guru SDN 1 Sijeruk Kec. Kendal Kab. Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya