alexametrics

Motivasi Guru Turut Meningkatkan Semangat Belajar Siswa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BELAJAR merupakan hal yang sangat penting, namun pada realitanya belajar menjadi hal yang kurang disenangi oleh sebagian siswa. Mengapa hal ini terjadi? Karena guru yang mengajar kurang bervariasi dan tidak menggunakan metode ataupun model pembelajaran yang tepat. Akibatnya, selama proses pembelajaran berlangsung siswa mengalami kejenuhan dan materi tidak akan mudah diserap siswa dengan baik. Semangat belajar siswa semakin menurun.

Permasalahan ini juga terjadi pada kelas II SDN 1 Candiroto Kecamatan Kendal Kabupaten Kendal. Dalam situasi seperti ini, peran guru sangatlah penting untuk memberikan motivasi kepada siswa agar siswa mau mengikuti pembelajaran dan siswa mampu memahami materi yang diajarkan guru.
Motivasi belajar, sebagaimana oleh Hamzah B Uno (2011:23), adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan tingkah laku. Pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur-unsur yang mendukung. Indikator-indikator tersebut, antara lain, adanya hasrat dan keinginan berhasil, dorongan dan kebutuhan dalam belajar, harapan dan cita-cita masa depan, penghargaan dalam belajar, dan lingkungan belajar yang kondusif.

Baca juga:  Pembelajaran Komunikasi Radiotelefoni Antar Kapal Perikanan dengan Simulasi Demonstrasi

Siswa SD kelas II, tingkat pemahamannya terhadap tujuan belajar sangat berbeda-beda. Ada siswa yang sudah memiliki pemahaman kuat tentang arti pentingnya belajar baginya. Bahkan, sudah memiliki kemandirian untuk meraih prestasi tanpa pemaksaan. Namun, banyak pula siswa yang hanya mengikuti alur atas dorongan dari orang tuanya untuk belajar. Belum tahu tujuan belajar yang sesungguhnya kecuali merasa bersuka cita memiliki banyak teman di sekolah. Nah, pemahaman atas tujuan belajar yang belum selaras antarsiswa ini membutuhkan peran guru untuk senantiasa memberikan motivasi.

Manfaat guru memberikan motivasi kepada siswa, meliputi 1) Agar siswa semangat dalam terlibat dalam pembelajaran, 2) Agar siswa tidak mengalami kejenuhan dalam pembelajaran, 3) Untuk membantu siswa menemukan mimpinya atau angan-angannya, 4) Agar menumbuhkan sikap optimisme pada siswa, 5) Untuk mengajarkan siswa tidak mudah menyerah ataupun putus asa bila mengalami keasalahan, dan 6) Agar tercipta kerukunan dan kebersamaan antarsesama siswa.

Baca juga:  Pembelajaran IPA Menarik dengan Pendekatan Inkuiri

Hal itu selaras dengan Arden N Frandsen yang dikutip oleh Sumardi Suryabrata (2011: 236-237), menyebutkan ada beberapa hal yang mendorong motivasi belajar, yaitu:1) Adanya sifat ingin tahu untuk belajar dan menyelidiki dunia yang lebih luas, 2) Adanya sifat yang kreatif pada manusia dan berkeinginan untuk terus maju, 3) Adanya keinginan untuk mendapatkan simpati dari orang tua, guru, dan teman-teman, 4) Adanya keinginan untuk memperbaiki kegagalan yang lalu dengan usaha yang baik melalui kooperasi maupun dengan kompetisi, 5) Adanya keinginan untuk mendapatkan kenyamanan bila menguasai pelajaran, 6) Adanya ganjaran atau hukuman sebagai akhir kegiatan pembelajaran.

Setelah guru kelas II SDN I Candiroto memberikan banyak motivasi kepada siswa dan melalui berbagai model pembelajaran, semangat siswa mulai bangkit. Terutama dengan pembelajaran yang mengasyikkan yang melibatkan keaktifan siswa, motivasi siswa untuk belajar meningkat. Tujuan pembelajaran pun tercapai. (pgn2/ida)

Baca juga:  Tetap Asyik Daring Learning From Home

Guru SDN 1 Candiroto kecamatan Kendal kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya