alexametrics

Melatih Kemandirian Anak dengan Cara Pembiasaan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Melatih sikap mandiri pada anak bisa diterapkan dari hal-hal kecil yang biasa ia lakukan. Segala sesuatu yang Anda ajarkan akan mempengaruhi kemampuan anak dalam bersikap, termasuk menumbuhkan sikap mandiri pada dirinya. Namun, caranya harus disesuaikan dengan usia, tumbuh kembang, dan kemampuan anak.

Secara bertahap anak-anak umur 2 – 6 tahun mulai mandiri dalam berpakaian dan makan. Anak yang berumur 2 tahun mulai memakai dan melepas baju yang mudah ia gunakan. Pada saat berumur 3 tahun, anak mulai dapat pergi sendiri dan mengurus keperluan toiletnya. Anak umur 4 – 5 tahun dapat berpakaian dan melepas pakaiannya tanpa harus diawasi. Pada waktu makan, anak-anak prasekolah sudah dapat menggunakan sendok dengan benar dan makan sendiri. Pada umur 4 tahun mulai bisa menggunakan garpu, dan sekitar umur 5 – 6 tahun mereka sudah dapat menggunakan pisau untuk memotong makanan lunak.

Melatih anak untuk mandiri bisa dimulai saat usia 2 hingga 6 tahun, dengan cara dilakukan pembiasaan setiap harinya : 1) Melatih anak buang air kecil atau air besar di toilet. Mengajarkan BAK dan BAB di toilet bisa dimulai sejak anak usia sekitar 3 tahun. Hal ini mungkin sulit, namun harus dibiasakan. Ajarkan anak untuk menahan BAK atau BAB sampai dengan ke toilet. Kemudian ajarkan anak menggunakan WC atau alat yang ada di toilet. Kebiasaan ini dilakukan tidak hanya di rumah, namun juga usahakan ketika berada di luar rumah. 2) Memberikan tugas untuk membersihkan dan menyimpan mainannya. Mengajarkan anak untuk bertanggungjawab pada mainannya. Ajarkan anak untuk membersihkan mainannya sendiri dan tempat menyimpan mainan. 3) Mengajari anak memakai sepatu. Ajarkan anak memakai dan memilih sepatu yang ingin digunakan. Ajarkan bagaimana cara menalikan sepatu dan memakai sepatu.

Baca juga:  Pembelajaran Online di Masa Pandemi Covid-19

Beri kesempatan anak untuk mendemonstrasiikannya sendiri dan beri sedikit bantuan apabila anak masih kesulitan. Pada anak usia di bawah lima tahun, mungkin sebaiknya menggunakan sepatu dengan tali perekat agar lebih mudah. 4) Mengajari anak untuk berterimakasih dan meminta maaf. Kata kata terima kasih dan maaf merupakan komponen penting dalam kehidupan bersosial. Ajarkan anak untuk mengatakan hal tersebut kepada orang lain. 5) Mengajarkan menabung. Ajarkan anak untuk menyimpan uang atau menabung. Berikan pengetahuan tentang pentingnya uang dan manfaat menabung.

Sehingga anak memiliki semangat untuk menyimpan uangnya. Sediakan tempat menabung dengan karakter atau bentuk yang lucu dan disukai anak agar lebih bersemangat. 6) Mengajarkan jual beli yang baik. Ajarkan anak untuk berinteraksi dalam jual beli. Ketika orang tua melakukan aktivitas jual beli, ajak anak berdiskusi atau berdialog tentang harga, jumlah uang, barang yang dibeli dan cara jual beli yang baik. Mengajarkan cara berkomunikasi saat interaksi jual beli dan jangan lupa mengucap terimakasih. 7) Menjaga komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Berikan penjelasan dalam setiap interaksi dengan anak, dalam bahasa yang mudah dimengerti, singkat dan jelas. Minta anak mengulanginya jika Anda ingin dia memahami lebih dalam. 8) Berikan senyuman dan pujian. Ketika berkomunikasi, pastikan anak untuk duduk tenang, pandang matanya dan dengarkan dengan seksama setiap jawaban yang diberikan anak. 9) Memberikan penjelasan antara hal yang baik dan buruk. Selalu sempatkan untuk berkomunikasi dengan anak. Beritahukan tentang kehidupan sosial dan bermasyarakat. Dan bagaimana menjadi individu yang baik. Ajarkan apa yang baik dilakukan dan yag tidak baik dilakukan. Berikan pengertian tentang apa yang anak alami bersama teman temannya atau aktivitas di sekolah. Menemani dan membantu anak dalam belajar memang baik dan juga melatih. 10) Membiasakan anak mengerjakan tugas sekolahnya sendiri. Namun adakalanya anak perlu diajarkan untuk mengerjakan tugasnya sendiri agar anak mampu mandiri dan percaya diri terhadap apa yang dikerjakannya. Apabila orang tua terus mendampingi, maka anak bisa tergantung terhadap orang tua.

Baca juga:  Pengaruh Out-of-school Listening Exposure pada Kemampuan Siswa

Nah, demikian cara melatih anak untuk mandiri. Melatih kemandirian anak dengan cara pembiasaan, penulis terapkan setiap hari di TK Al Khoiriyah Ds. Tosari Kec. Brangsong, sehingga anak-anak sudah terbiasa mandiri melakukan apa yang mereka kerjakan dengan hati yang senang. (pgn1/ton)

Guru TK Al Khoiriyah Ds. Tosari Kec. Brangsong Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya