alexametrics

TPS Wujud Nyata Merdeka Belajar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MERDEKA belajar memberikan ruang seluas mungkin bagi guru untuk berinovasi, berkreativitas dan memiliki arah terwujudnya pembelajaran dengan pendekatan student center. Dengan begitu, peserta didik aktif dalam pembelajaran. Peserta didik diberi ruang yang luas untuk menanya, menyampaikan pendapat, menyajikan hasil diskusi, dan menanggapi hasil presentasi. Salah satu bentuk implementasi merdeka belajar yang diterapkan pada peserta didik kelas IXF di SMP Negeri 1 Kandeman adalah TPS, yakni Think-Pair-Share, berpikir-berpasangan-berbagi.
Tahap mengajukan permasalahan Thinking (Berpikir) diawali dengan guru menampilkan gambar perubahan transportasi, perubahan teknologi, perubahan komunikasi, perubahan mode pakaian, perubahan mode rambut, peserta didik mengamati gambar tersebut, guru memandu peserta didik untuk membaca materi, memandu kegiatan menanya. Beberapa peserta didik bertanya kenapa terjadi perubahan sosial budaya, apa saja penyebabnya, kemudian dilakukan identifikasi pertanyaan peserta didik.

Tahap mengorganisasikan peserta didik dalam tim belajar Pairing (Berpasangan) dilaksanakan guru dengan membagi peserta didik secara heterogen menjadi delapan tim belajar. Dilanjutkan menjelaskan tahapan TPS, menjelaskan tugas dan tanggung jawab peserta didik yang tergabung dalam tim belajar, membagi kartu soal yang harus diselesaikan atau dijawab oleh setiap peserta didik sesuai tipe soal (A, B, C, dan D). Kemudian menampilkan kegiatan berpikir “think”, setelah berpikir peserta didik mendiskusikan jawaban kartu soal yang diperolehnya dengan pasangan tim belajar. Supaya memunculkan kegiatan berpasangan “phare”, mengklarifikasi jawaban peserta didik kepada pasangannya, sehingga terjalin komunikasi interaktif serta saling memberi masukan.

Baca juga:  Pembelajaran Daring di Tengah Wabah Covid-19

Tahap berbagi dengan seluruh peserta didik “sharing” diawali dengan guru memberikan perhatian secara merata kepada tim belajar. Membimbing diskusi dan membantu peserta didik dalam tim belajar yang mengalami kesulitan menyelesaikan tugas. Sedangkan guru memperhatikan kelancaran selama diskusi berlangsung, memandu kegiatan presentasi hasil kerja tim oleh tim belajar sesuai tipe kartu soal yang diperolehnya. Kemudian tim belajar lain menanggapi presentasi sesuai dengan tipe kartu soal yang diperolehnya. Presentasi hasil kerja tim belajar yaitu menjawab lembar kerja tim belajar berupa empat pertanyaan sesuai tipe masing-masing. Tim belajar lain menanggapi presentasi sesuai dengan tipe kartu soal yang dimiliki.

Tahap melakukan evaluasi dilaksanakan guru dengan memberikan penguatan terhadap jawaban diskusi dan presentasi peserta didik, supaya peserta didik lebih memahami materi yang disajikan. Dilanjutkan bersama-sama, peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran dan menyampaikan manfaat pembelajaran. Kemudian guru memberi tugas membuat contoh perubahan sosial budaya yang terdapat di wilayah tempat tinggal peserta didik.

Baca juga:  Eduwisata Tingkatkan Pembelajaran Bermakna dan Merdeka Belajar

Tahap memberi penghargaan berupa guru menyampaikan refleksi pembelajaran, dilanjutkan guru menyampaikan pesan moral kepada peserta didik bahwa perubahan sosial budaya tidak dapat terelakkan. Guru harus pandai memfilternya sesuai kebudayaan masyarakat Indonesia. Kemudian guru menyampaikan bahwa materi pembelajaran berikutnya adalah contoh bentuk perubahan sosial budaya, memberi reward kepada tim belajar dengan skor tertinggi. Pembelajaran diakhiri dengan berdoa dan mengucapkan salam.

Model TPS mendorong partisipasi peserta didik. Dengan model ini, guru dapat memastikan semua peserta didik mempunyai kesempatan untuk menjawab dan mendiskusikan jawabannya. Keunggulan TPS adalah kemampuan peserta didik bekerja sama dalam tim belajar kecil yang heterogen. Anggota dalam tim belajar memiliki tugas yang setara. TPS keberhasilan tim belajar sangat diperhatikan, maka peserta didik yang pandai ikut bertanggung jawab membantu temannya yang lemah dalam tim belajarnya. Peserta didik yang pandai dapat mengembangkan kemampuan dan keterampilannya. Sedangkan peserta didik yang lemah terbantu dalam memahami permasalahan yang diselesaikan dalam tim belajar. (pkl2/ida)

Baca juga:  Merdeka Belajar di Kelas IPS

Guru IPS SMP Negeri 1 Kandeman

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya