alexametrics

Sumber Daya Manusia yang Lemah dalam Menguasai Teknologi Informasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sumber daya manusia (SDM) memegang peran penting bagi keberhasilan suatu pekerjaan. Kemajuan ilmu pengetahuan di era teknologi informasi ini tidak akan berarti apa-apa tanpa dibarengi kesiapan SDM baik secara lahiriah (iptek) dan mental rohaniah.

Lebih-lebih lagi aspek mental rohaniah. Tanpa itu semua justru kerusakan yang ditimbulkan akan lebih berbahaya. Pada era globalisasi ini teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sudah menjadi kebutuhan yang mendasar terutama bagi setiap orang dalam mendukung aktivitas sehari-hari.

Sayangnya, penggunaan TIK tidak selalu dimanfaatkan untuk tujuan yang dapat meningkatkan produktivitas. Hasil survei akses dan penggunaan TIK oleh rumah tangga dan individu di Indonesia tahun 2014 menunjukkan bahwa sebagian besar TIK dimanfaatkan untuk keperluan hiburan semata.
Seperti pemanfaatan radio dan televisi yang lebih dominan pada unsur hiburan, demikian pula penggunaan internet, lebih banyak digunakan untuk mengakses media sosial.

Baca juga:  Digitalisasi Semakin Masif, BRI Konsisten Edukasi Nasabah dan Jaga Keamanan Data 

Berbagai kendala dihadapi dalam pengembangan teknologi informasi di sekolah. Antara lain sarana prasarana yang minim dan sumber daya manusia pendukung yang masih lemah. Sebagian besar para guru juga belum memiliki pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan di bidang teknologi informasi. Ada berbagai hambatan dalam penggunaan teknologi informasi di sekolah.

Namun yang terbesar adalah fasilitas teknologi informasi di sekolah yang masih terbatas. Kondisi-kondisi itu menjadi penghambat penerapan teknologi informasi di sekolah. Perlu dilakukan pemetaan kemampuan teknologi informasi di sekolah-sekolah untuk mengurai masalah-masalah tersebut. Khususnya SMA Negeri 6 Semarang, masih banyak para guru dan siswa yang lemah dalam hal teknologi informasi. Dari sisi guru, yang mau pensiun enggan belajar IT.

Baca juga:  BKp dengan Teknik Modeling Tingkatkan Minat Sekolah Lanjutan

Dari sisi siswa, banyak memanfaatkan HP hanya untuk bermain. Padahal teknologi informasi sekarang ini jika dimanfaatkan dengan baik maka dapat membantu dan mempermudah tugas-tugas guru dan siswa di dalam menjalankan tugasnya.

Perkembangan teknologi memang tidak bisa dicegah, tapi masalah yang utama adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan dan mengarahkan anak didik pada pemanfaatan yang lebih baik.

Pengembangan SDM pada era global hendaknya lebih diutamakan, karena pada kurun-kurun waktu tersebut penerapan teknologi super canggih telah merambah dalam segala sisi kehidupan manusia. Kalau kita tidak mengantisipasinya, maka posisi manusia akan tergeser. Jumlah tenaga kerja yang besar tidak memperoleh kesempatan, persaingan makin ketat karena lapangan kerja yang tersedia lebih banyak diisi oleh mesin-mesin/robot yang secara nyata lebih praktis dan efisien dibanding tenaga manusia.

Baca juga:  Pengembangan KETEMCE via ProPos dengan Tutor Sebaya

Perubahan secara besar-besaran pada era global ini, pembangunan manusia dihadapkan pada permasalahan yang pelik dan dilematis. Di satu sisi kita berupaya melakukan industrialisasi dengan mengaplikasikan berbagai teknologi mutakhir, padahal telah nyata diketahui bahwa konsekuensi penerapan mesin dan berbagai teknologi lainnya akan semakin mengurangi kesempatan kerja manusia (terutama tenaga kerja unskilled).

Sementara itu di sisi lain kita dihadapkan pada masalah kependudukan (jumlah penduduk yang besar) yang belum termanfaatkan secara efektif, sehingga keberadaan penduduk ini berada pada titik kritis sebagai beban pembangunan. Masalah penduduk Indonesia pada saat ini, semestinya bukan pada bagaimana menciptakan penduduk dari beban menjadi modal pembangunan, tetapi bagaimana menciptakan manusia yang sama menjadi modal yang lebih berkualitas. (gml1/lis)

Guru SMA Negeri 6 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya