alexametrics

Belajar Kalimat Topik dan Penjelas melalui Plantet Question

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Untuk memahami suatu teks bacaan, siswa mengalami kebingungan menemukan kalimat-kalimat topik dan penjelas yang terdapat pada setiap paragraf dalam suatu bacaan. Padahal, soal-soal yang menanyakan tentang kalimat-kalimat tersebut sering muncul. Siswa sulit dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan model soal semacam itu.

Kalimat topik merupakan kalimat yang penting dalam setiap bacaan. Dengan memahami kalimat-kalimat topik, siswa akan lebih mudah untuk mengetahui isi teks bacaan tersebut. Kalimat topik adalah kunci dalam memahami isi bacaan. Kendala-kendala dalam pemahaman sebuah bacaan akan teratasi apabila siswa sudah dapat menemukan “kunci” tersebut. Apapun bacaan yang siswa baca, siswa akan lebih cepat paham apabila telah mengetahui maksud dari kalimat-kalimat topik. Ditambah dengan kalimat-kalimat penjelas yang menunjang keterangan dari kalimat topik itu.

Baca juga:  Media Interaktif Tingkatkan Belajar Ciri-Ciri Pubertas Remaja

Kalimat-kalimat penjelas yang tersaji akan memudahkan siswa untuk mendapatkan keterangan-keterangan tambahan yang akan menunjang mereka untuk memahami teks bacaan.

Agus Suprijono (2012:113) menyatakan teknik pembelajaran dengan menggunakan Plantet Question akan lebih membuat siswa aktif dalam memahami materi pembelajaran. Teknik ini mempunyai tujuan untuk memancing siswa agar aktif dalam pembelajaran. Menggunakan berbagai macam pertanyaan yang disesuaikan dengan materi pembelajaran. Pertanyaan-pertanyaan itu mengarah pada pertanyaan tersirat tentang kalimat-kalimat topik dan penjelas yang harus dipahami oleh siswa. Teknik ini adalah teknik dengan biaya yang sangat murah.

Adapun langkah-langkah pembelajaran menggunakan teknik ini, pertama, guru menyiapkan pertanyaan-pertanyaan dari sebuah teks bacaan. Kedua, guru menuliskan pertanyaan-pertanyaan sejumlah 3 sampai 6. Bukan pertanyaan acak, melainkan pertanyaan yang sudah diurutkan secara logis.

Baca juga:  Memahami Kisah Nabi Yunus. a.s. Lebih Mudah dengan Bermain Peran

Ketiga, pertanyaan-pertanyaan itu ditulis pada sepotong kertas dengan ukuran 10 x 15 cm. Pada kertas tersebut juga ditulis tanda yang digunakan kapan pertanyaan demi pertanyaan itu akan ditanyakan. Guru dapat menuliskan tanda “mengusap hidung”, “memegang dagu”, “mengusap kepala”, “membuka kacamata”, dan lain sebagainya.

Keempat, sebelum pelajaran dimulai, guru memilih siswa yang akan memberikan pertanyaan-pertanyaan itu. Guru memberikan sejumlah kertas pada sejumlah siswa yang telah dipilih. Pemilihan siswa dapat berdasarkan tingkat kognitif siswa berlevel tinggi ataupun sedang. Guru memberitahu siswa yang terpilih untuk tidak memberitahukan kertas-kertas pertanyaan tersebut pada siswa lain.
Kelima, guru membuka sesi tanya jawab dengan menerangkan materi yang akan dibahas. Guru memberi tanda pertama. Siswa yang diberi kertas pertanyaan pertama dapat mengajukan pertanyaan sesuai dengan pertanyaan yang tertulis di dalam kertas tersebut. Berikutnya, dilanjutkan dengan pemberian tanda kedua. Berlanjut dengan tanda ketiga, keempat, kelima, dan keenam.

Baca juga:  Belajar Asik Geografis Indonesia dengan Eclipse Crossword

Keenam, guru membuka sesi untuk pertanyaan-pertanyaan baru. Bukan pertanyaan-pertanyaan yang ada pada kertas tersebut. Teknik pembelajaran Plantet Question ini sudah diterapkan pada kelas 9 semester 1 di SMP Negeri 3 Patebon. Teknik ini memudahkan siswa dalam memahami teks bacaan. Sehingga siswa lebih mudah dalam menemukan kalimat-kalimat topik dan penjelas pada setiap paragraf dalam sebuah teks bacaan. Dengan teknik pembelajaran ini, hasil penilaian siswa meningkat daripada menggunakan teknik pembelajaran sebelumnya. (gjh2/lis)

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 3 Patebon, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya