alexametrics

Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini dengan Media Gambar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, UNDANG-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan dengan tegas perlunya penanganan pendidikan anak usia dini, hal tersebut bisa dilihat pada pasal 1 butir 14 yang menyatakan bahwa: “Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”. Selanjutnya pada pasal 28 Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003, dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal. PAUD pada jalur pendidikan nonformal dapat berupa Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat. Usia dini merupakan masa emas perkembangan.

Agar anak memiliki manfaat bagi dirinya sendiri maupun manfaat bagi orang lain, perlu adanya intervensi dari lingkungannya. Intervensi yang dimaksud adalah adanya upaya pengaruh pendidikan terhadap diri anak. Pendidikan pada anak usia dini haruslah memperhatikan tugas-tugas perkembangan anak, sesuai dengan tahap perkembangannya. menyampaikan jika anak gagal dalam upaya mencapai tugas perkembangannya bisa mengakibatkan dua kemungkinan yang serius yaitu: anak dinilai oleh teman sebayanya dan orang tua sebagai anak yang terlambat perkembangannya, dan penilaian ini bisa membuat anak yang bersangkutan memiliki penilaian negatif terhadap dirinya sendiri, dan pada akhirnya membuat anak memiliki gambaran diri yang negatif, dan fondasi untuk tahap perkembangan berikutnya menjadi kurang kuat sehingga sulit mengejar ketertinggalan perkembangan dari teman sebayanya.

Baca juga:  Mengurai Sejatinya IPS dengan Memanfaatkan Lingkungan

Salah satu bentuk pendidikan terhadap anak adalah peningkatan kemampuan berbahasa. Kemampuan berbahasa adalah bagian dari kemampuan dasar yang bertujuan agar anak mampu mendengarkan, berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata, dan mengenal simbolsimbol yang melambangkannya. Langkah-langkah keunggulan penggunaan media gambar dalam pengajaran antara lain: perumuskan tujuan pengajaran dengan memanfaatkan media, penyajian pelajaran dan pemanfaatan media untuk membantu menjelaskan bahan pelajaran media gambar dikembangkan penggunaanya untuk keefektifan dan efesiensi pencapaian tujuan, pemanfaatan media, guru bisa mempraktikan atau langsung memanfaatkanya, baik di kelas atau di luar kelas. Seperti di TK Tunas Harapan, Brangsong, Kendal.

Kemampuan berbahasa merupakan kemampuan yang bukan bersifat alamiah, melainkan harus dipelajari. Anak mampu menggunakan bahasa untuk pemahaman bahasa pasif dan dapat berkomunikasi secara efektif yang bermanfaat untuk berpikir dan belajar. Kemampuan berbahasa merupakan bagian dari kemampuan dasar yang bertujuan agar anak mampu mendengarkan, berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata, dan mengenal symbol simbol yang melambangkannya. Perkembangan berbahasa yang diharapkan dicapai anak pada anak usia kelompok bermain merupakan integrasi dari aspek pemahaman nilainilai agama dan moral, fisik, kognitif, bahasa, dan sosial-emosional. Gambar dapat digunakan sebagai alat yang dapat menarik perhatian anak, variasi pembelajaran dan mempertinggi proses pembelajaran, bahwa media gambar dapar memberikan manfaat antara lain: pembelajaran akan lebih menarik perhatian anak sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar, bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya dan bervariasi, dan anak lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan penjelasan guru.

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa dengan Pembelajaran SSCS

Media gambar sangat membantu dan menarik perhatian anak, sehingga dapat digunakan sebagai alat untuk menjelaskan simbol bentuk abstrak kearah yang konkrit, bahwa gambar dapat digunakan untuk memudahkan anak menerima simbol-simbol yang abstrak perlu dibantu dengan menggunakan benda-benda konkret atau semi konkret sebagai media, anak-anak akan tertarik dan lebih mudah menguasai materi. Pemanfaatan media gambar dalam pembelajaran diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran menjadi lebih baik. Kehadiran media gambar sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak, mempunyai arti yang cukup penting, untuk membantu tugas guru dalam menyampaikan pesan pesan yang akan diberikan kepada anak didik. (by1/zal)

TK Tunas Harapan, Brangsong, Kendal

Baca juga:  Menggali Kemampuan Berbahasa melalui Pembelajaran Tanya Jawab

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya