alexametrics

Serunya Belajar Fase-fase Bulan dengan Alat Peraga Kotak Ajaib

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pada jenjang SD/MI kelas 6 tak terkecuali di MI Miftahul Huda Kangkung, Mranggen, Demak, materi tata surya, siswa diajarkan beberapa hal penting, yaitu susunan tata surya, rotasi dan revolusi, gerhana, fase-fase bulan dan tahun masehi serta tahun hijriyah. Materi ini menarik untuk diajarkan jika siswa bisa diajak untuk menemukan pengetahuan yang utuh, mendekatkan pada realita dan tidak hanya bersifat verbalistik. Sehingga siswa tidak hanya bisa membayangkan saja.

Karena itu, guru perlu alat peraga untuk mendekatkan pengetahuan secara nyata. Alat peraga adalah suatu alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga dengan tujuan membantu guru agar proses belajar mengajar siswa lebih efektif dan efisien (Sudjana, 2009:99).

Pada materi dampak gerak revolusi bulan menyebabkan luas permukaan bulan yang terkena cahaya matahari berubah-ubah. Perubahan bentuk bulan disebut fase-fase bulan. Melihat materi tersebut, untuk memberikan pengetahuan yang utuh, penulis berusaha untuk membuat media pembelajaran berupa kotak ajaib.

Baca juga:  Implementasi Google Classroom Solusi Alternatif Pembelajaran Daring

Dikatakan kotak ajaib karena dengan melihat kotak ini siswa akan mengetahui bagaimana bulan bisa berubah bentuknya kalau dilihat dari bumi. Dalam pembuatan media ini pertama penulis menyediakan bahan yang dibutuhkan berupa kotak karton sepatu, kertas hitam, bola tenis meja, lampu senter kecil dengan cahaya yang kuat, selotip, benang hitam, cutter / gunting.

Adapun cara membuat kotak ajaib tersebut adalah: lapisi permukaan bagian dalam kotak sepatu menggunakan kertas hitam. Pasang benang pada bola tenis meja sepanjang 5 cm. Kemudian tempelkan ujung benang tepat di tengah penutup kotak. Buatlah satu lubang yang sama besarnya dengan diameter lampu senter pada ujung kotak. Selanjutnya, tutup rapat celah di antara lampu senter dengan kotak menggunakan selotip kertas. Buatlah lima lubang intip pada sisi-sisi kotak. Empat lubang pada tiap sisi panjang kotak, dan satu lubang pada sisi miring yang lebih rendah dari lampu senter. Pasang penutup kotak bersama bola yang tergantung padanya di atas kotak. Setelah itu, rapatkan tepi-tepinya menggunakan selotip. Nyalakan senter lalu amati bola dengan mengintip melalui lubang-lubang intip dengan urut.

Baca juga:  Meningkatkan Jiwa Kewirausahaan Siswa melalui Kegiatan Market Day

Langkah-langkah pembelajarannya pertama guru membentuk kelompok untuk membaca dan memahami lebih dulu tentang rotasi, revolusi bulan, serta dampaknya. Kedua, menerangkan dan mendemonstrasikan tentang penggunaan alat peraga kotak ajaib, agar lebih cepat maka penulis menyediakan lima kotak ajaib. Ketiga, masing-masing kelompok terdiri atas tiga siswa bertugas menyalakan lampu senter, pengintip lubang pada sisi kotak dan pencatat hasil pengamatan. Langkah ini dilakukan secara bergantian pada masing-masing siswa, sehingga memungkinkan semua siswa mendapatkan pengalaman yang sama. Keempat, masing-masing kelompok melakukan pengamatan secara bergantian. Kemudian siswa mempresentasikan di kelas setelah melakukan pengamatan melalui kotak ajaib.

Kesimpulan dari masing-masing kelompok setelah mengamati ternyata setelah diintip pada lubang pertama yang dekat dengan lampu senter, bulan terkena cahaya matahari secara penuh. Sehingga dapat diketahui sebagai bulan penuh atau bulan purnama. Hasil dari pengamatan lubang kedua diketahui bulan nampak fase bulan cembung. Pada pengamatan lubang ketiga nampak fase bulan separuh. Pengamatan pada lubang ke empat nampak fase bulan separuh, dan pengamatan pada lubang yang kelima nampak nampak bulan gelap tidak terkena sinar matahari.

Baca juga:  Dengan Bimbingan Konseling, Peserta Didik Mampu Atasi Masalah

Melalui pengamatan kotak ajaib ini ternyata siswa mendapatkan pengetahuan yang utuh dan konkrit mengenai fase-fase bulan. Di samping itu pembelajaran semakin menarik, menyenangkan, lebih hidup dan kondusif. Selamat mencoba dan berinovasi. (gml1/aro)

Guru kelas VI MI Miftahul Huda Kangkung, Mranggen, Demak

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya