alexametrics

Quantum Teaching Tingkatkan Hasil Belajar PKn

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MATA pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan mata pelajaran yang fokus pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warganegara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. Namun materi PKn yang meliputi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terbilang sangat kompleks. Karena kerap dikesampingkan ketimbang mata pelajaran bahasa Indonesia, matematika dan IPA. Akibatnya, peserta didik banyak yang tidak memahami tentang PKn yang meliputi sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kegotong-royongan.

Menurut standar isi kurikulum PKn SD/MI (2006) pada standar kompetensi memahami sistem pemerintahan RI akan membahas kompetensi dasar aspek proses pemilu dan pilkada. Aspek tersebut perlu didesain guru agar menjadi pembelajaran yang bermakna. Pembelajaran yang bermakna akan membawa siswa pada pengalaman belajar yang mengesankan. Pengalaman yang diperoleh siswa akan semakin berkesan apabila proses pembelajaran yang diperolehnya merupakan hasil dari pemahaman dan penemuannya sendiri.

Baca juga:  Thinks Pairs Share Tingkatkan Hasil Belajar Organ Gerak Makhluk Hidup

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa walaupun berbagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri Jatipurwo Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal dalam pembelajaran PKn sudah dilakukan guru, seperti memberi kesempatan siswa untuk bertanya dan mengemukakan pendapat, maupun mendesain pembelajaran dalam bentuk diskusi kelompok atau permainan, namun capaian hasil tes formatif materi pemilu dan pilkada dengan KKM belum dapat menggembirakan. Karena hanya 36 persen saja yang tuntas.

Karena itulah, penulis berupaya mengubah model atau strategi pembelajaran dengan mengoptimalkan penerapan metode Quantum Teaching sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan antusiasme siswa. Quantum Teaching menjadikan ruang kelas ibarat konser musik yang memadukan berbagai instrumen sehingga tercipta komposisi yang menggerakkan dari keberagaman tersebut.
Melalui metode Quantum Teaching, mampu membangun interaksi edukatif. Hal ini diindikasikan dengan keberhasilan guru membantu anak didik menjadi pusat perhatian. Sedangkan unsur lainnya sebagai pengantar dan pendukung.

Baca juga:  Model Guru Kunjung Pelengkap Masa Pandemi Dapat Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Dengan metode ini, hasilnya ada peningkatan perolehan rata-rata hasil belajar siklus I sebesar 66,96 meningkat menjadi 73,57 di siklus II dan di siklus III menjadi 83,93. Persentase ketuntasan belajar 61 persen di siklus I meningkat menjadi 73 persen di siklus II dan meningkat lagi di siklus III menjadi 85 persen. Aktivitas belajar siswa di siklus I baru sebesar 60 persen menjadi 73 persen di siklus II dan meningkat lagi 85 persen di siklus III.

Demikian juga keterampilan guru dalam proses pembelajaran PKn tentang pemilu dan pilkada yang ditetapkan dengan IPKG II juga mengalami peningkatan, pada siklus I sebesar 84,14 (baik) meningkatkan menjadi 93,10 (sangat baik) pada siklus II, dan 97,93 persen di siklus III (sangat baik). (ikd2/ida)

Baca juga:  Pembelajaran Langsung jadi Pilihan Tepat untuk Menyampaikan Materi Hitung

Guru Kelas VI SD Negeri Jatipurwo Rowosari

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya