alexametrics

Mengatasi Siswa yang Sulit Memahami Materi Dimensi Tiga

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Untuk mempelajari matematika diperlukan kecerdasan dan keuletan yang matang. Karena matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit bagi sebagian besar siswa. Salah satu cabang matematika yang memuat konsep mengenai titik, garis, bidang, dan benda-benda ruang beserta sifat-sifatnya, ukuran-ukurannya dan hubungannya antara satu dengan yang lainnya adalah geometri.

Di kelas XII semester 1 SMA Negeri 1 Comal, Pemalang, terdapat materi menentukan jarak dari titik ke titik, garis dan bidang pada geometri dimensi tiga. Berdasarkan fakta di lapangan yang telah dilakukan oleh banyak orang, sebagian besar dari mereka mengatakan bahwa dimensi tiga merupakan materi yang cukup sulit untuk dipahami, dan sebagian besar siswa tidak menyukai materi ini. Hal tersebut disebabkan dalam materi ini siswa tidak hanya dituntut untuk dapat memahami konsepnya saja, melainkan siswa juga harus mampu memvisualisasikan bangun yang ada pada soal ke dalam bentuk tiga dimensi.

Baca juga:  Discovery Learning plus Literasi Meningkatkan Hasil Belajar Limit Fungsi

Namun ada juga sebagian siswa yang beranggapan bahwa materi dimensi tiga itu menyenangkan. Bagi siswa yang menyenangi materi dimensi tiga, mereka akan termotivasi dan merasa tidak terbebani ketika mempelajari materi ini. Sehingga ketika dihadapkan dengan berbagai permasalahan geometri, mereka akan dengan penuh semangat dan rasa percaya diri berusaha untuk memecahkan masalah masalah dimensi tiga.

Penyelesaian persoalan ruang dimensi tiga tidak hanya memerlukan keterampilan siswa, namun juga melalui daya pikir dan penalaran. Di sinilah letak kesulitan siswa ketika mempelajari materi yang membuat siswa malakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal mengenai ruang dimensi tiga.

Adapun solusi untuk mengatasi kesulitan belajar siswa dalam memahami materi dimensi tiga, di antaranya: pertama, dalam mengajarkan konsep, prinsip, atau keterampilan matematika terutama pada materi dimensi tiga, guru harus mampu mengaitkan konsep, prinsip, serta keterampilan itu dengan pengalaman sehari-hari siswa yang diperoleh dari lingkungan sekitarnya.

Baca juga:  Peran Kepemimpinan Kepsek dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

Kedua, dalam pembelajaran matematika khususnya dimensi tiga, guru hendaknya mampu menjelaskan konsep-konsep dalam dimensi tiga kepada siswa dengan bahasa yang sederhana. Jika memang diperlukan guru dapat menggunakan alat peraga matematika karena dengan bantuan alat peraga yang sesuai dengan pokok bahasan yang diajarkan, konsep dimensi tiga akan lebih mudah dipahami oleh siswa.
Ketiga, dalam membantu mengatasi kesalahan yang dihadapi siswa, dilakukan dengan pembelajaran remidial. Kesalahan dibedakan dalam dua hal, yaitu kesalahan konseptual atau kesalahan prosedural. Apabila terjadi kesalahan konseptual, dapat diatasi dengan cara mengajar kembali teori-teori atau rumus-rumus yang telah dipelajari. Pembelajaran dilaksanakan dengan cara yang berbeda dengaan cara sebelumnya. Kesalahan prosedural diatasi dengan mencoba kembali soal-soal atau permasalahan dengan memperhatikan fakta-fakta, konsep-konsep dan prinsip yang telah dipelajari sebelumnya. Pembelajaran dilaksanakan dengan cara yang berbeda dengan cara sebelumnya. (wds1/aro)

Baca juga:  Mengenal Lambang Pancasila dengan Metode Picture and Picture

Guru Matematika SMA N 1 Comal, Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya