alexametrics

Menganalisis Materi Pasar dengan Gallery Walk

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, IPS merupakan mata pelajaran yang mempunyai ciri khas terpadu (integrated) dari mata pelajaran sejarah, geografi, ekonomi, dan mata pelajaran ilmu sosial lainnya. Tujuan pengintegrasiannya adalah agar IPS lebih bermakna bagi peserta didik sehingga pengorganisasian materi/bahan disesuaikan dengan lingkungan, karakteristik, dan kebutuhan peserta didik. Oleh karena itu, dalam perkembangannya muncul berbagai pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik seperti student centered, integrated approach, social problem based approach, bradfield approach, dan sebagainya (Sapriya, 2014).

Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 telah merekomendasikan berbagai pendekatan ilmiah dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Pendekatan saintifik dengan segala plus minusnya merupakan angin segar, terutama dalam pembelajaran IPS karena guru punya kesempatan mengelola pembelajaran secara mandiri dengan menggali pengetahuan dan kreativitas peserta didik di kelas. Guru menerapkan proses pembelajaran dengan memberi contoh langsung di depan peserta didik agar proses pembelajaran berlangsung menyenangkan, produktif, dan partisipatif.

Baca juga:  Meningkatkan Hasil Belajar IPS dengan Mengunjungi Situs Budaya Lokal

Dalam materi pasar, penulis sebagai guru IPS di SMP Negeri 1 Batang mencoba menerapkan model pembelajaran cooperative learning dengan menggunakan metode gallery walk. Menurut Silberman (2016), gallery walk merupakan suatu cara untuk menilai dan mengingat apa yang telah peserta didik pelajari. Melalui gallery walk ini akan terjalin kerja sama kelompok (kolaborasi) dan saling memberi apresiasi dan koreksi dalam belajar.

Langkah-langkah dalam pelaksanaan metode gallery walk pada materi pasar adalah sebagai berikut: (1) peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok dengan anggota maksimal lima orang, (2) peserta didik menyiapkan kertas plano atau kardus bekas untuk membuat gallery, (3) guru membagi tema atau topik yang harus didiskusikan oleh peserta didik, (4) peserta didik diminta untuk berdiskusi tentang materi yang diberikan, (5) peserta didik diminta untuk membuat daftar pada selembar kertas berisi hasil diskusi, (6) peserta didik menempelkan hasil diskusi pada kertas plano atau kardus bekas, (7) peserta didik memberikan nama pada hasil karya mereka, (8) peserta didik menempelkan hasil karya di dinding kelas/lorong sekolah, (9) peserta didik diminta untuk berjalan melewati tiap daftar untuk memberi tanda centang pada materi yang telah dipahami, bagi yang belum paham dicatat di selembar kertas untuk ditanyakan pada kelompok setelah pengamatan, (10) surveilah hasilnya, cermati hasil pembelajaran umum yang didapat, (11) peserta didik diminta untuk menjelaskan setiap apa yang ditanyakan kelompok lain, (12) guru memberikan klarifikasi dan refleksi, (13) simpulan.

Baca juga:  Sarang Burung pada Pembelajaran Geometri Dimensi Tiga

Melalui metode gallery walk ini membangun peserta didik untuk berpikir kritis dan problem solving serta menumbuhkan rasa percaya diri. Peserta didik mampu mencari informasi dari berbagai sumber dan belajar dari peserta didik lain. Selain itu, menumbuhkan budaya kerjasama dalam memecahkan masalah dalam belajar. Metode ini juga sangat efektif untuk menilai sikap, bagaimana membiasakan peserta didik untuk untuk mengapresiasi dan menghargai hasil belajar teman lain. (kdw1/aro)

Guru IPS SMP Negeri 1 Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya