alexametrics

Bermain Peran Tingkatkan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Motivasi belajar siswa merupakan salah satu faktor penting yang dapat meningkatkan aktivitas, inisiatif dan ketekunan siswa dalam belajar. Kurangnya motivasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran dapat ditandai dengan ketika bel tanda masuk dibunyikan, siswa masih duduk-duduk di luar kelas sambil menunggu guru memasuki ruangan kelas. Pada saat pembelajaran dimulai siswa masih ramai sendiri dan tidak mendengarkan penjelasan dari guru. Untuk itulah guru perlu mencari strategi agar siswa termotivasi mengikuti pembelajaran.

Menurut Sardiman A.M. (2009: 75) motivasi belajar dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. Menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subyek belajar itu dapat tercapai.

Hamzah B. Uno (2008: 23) menyatakan motivasi belajar merupakan dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung.
Cara meningkatkan motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dengan menerapkan metode pembelajaran yang inovatif, interaktif, tidak monoton, dan memberikan keleluasaan berpikir pada siswa yang terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan pada pembelajaran materi negosiasi adalah model pembelajaran bermain peran (role playing).

Baca juga:  Meningkatkan Keterampilan Membuat Kalimat Tanya dengan Dadu

Metode role playing merupakan metode pembelajaran yang mengeksplorasi hubungan interaktif antara guru dengan siswa, siswa dengan guru, siswa dengan siswa lain yang dilakukan dengan memperagakan dan mendiskusikan secara bersama-sama dalam mengeksplorasi, perasaan, sikap, dan berbagai strategi pemecahan masalah.

Sugihartono (2007: 83) menyatakan, “metode role playing merupakan metode pembelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan anak didik dengan cara anak didik memerankan suatu tokoh hidup atau benda mati.” Sedangkan Wina Sanjaya (2010: 161) menyatakan ”metode role playing adalah metode pembelajaran sebagai bagian dari bentuk simulasi yang diarahkan untuk mengkreasi peristiwa sejarah, mengkreasi peristiwa-peristiwa aktual, atau kejadian-kejadian yang muncul pada masa mendatang.”
Pada penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research yang bertujuan mencari jawaban atas permasalahan pembelajaran di kelas yang dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas proses pembelajaran dalam suatu siklus.

Baca juga:  Ava Tingkatkan Keterampilan Menulis Iklan, Slogan, dan Poster

Penelitian ini untuk mengetahui apakah implementasi metode pembelajaran role playing dapat meningkatkan motivasi belajar materi negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Purbalingga tahun pelajaran 2018/2019.

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa implementasi metode role playing dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi negosiasi kelas X SMA N 1 Purbalingga yang dibuktikan dengan hasil skor motivasi belajar siswa. Dari siklus I ke siklus II persentasinya meningkat sebesar 10,25 persen. Berdasarkan hasil analisis data angket dapat disimpulkan skor motivasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II persentasinya meningkat 8,04 persen. Jika dilihat secara klasikal motivasi belajar siswa yang dikategorikan sedang dan tinggi dari 62,38 persen meningkat menjadi 71,42 persen.

Baca juga:  Pembelajaran Sistem Peredaran dengan Modul Berbasis DBUS

Jadi berdasarkan penelitian tersebut terbukti penerapan metode pembelajaran role playing dapat meningkatkan motivasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas X SMA Negeri 1 Purbalingga khususnya pada materi negosiasi. (ttg4/lis)

Guru SMA Negeri 1 Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya