alexametrics

Pembelajaran Matematika dengan Model Kooperatif STAD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Teknologi pembelajaran inovatif seyogyanya dikembangkan dalam pembelajaran. Tujuannya, untuk mendorong siswa belajar matematika lebih bersemangat. Sedangkan tujuan pembelajaran matematika sendiri, yakni melatih cara berpikir dan bernalar, mengembangkan aktivitas kreatif, mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, mengembangkan kemampuan menyampaikan infomasi atau mengomunikasikan gagasan. Sehingga matematika merupakan bidang ilmu yang strategis untuk membentuk generasi yang siap menghadapi era global yang penuh dengan kompetitif tersebut.

Matematika sebagai disiplin ilmu turut andil dalam pengembangan dunia teknologi yang kini telah mencapai puncak kecanggihan dalam mengisi berbagai dimensi kebutuhan hidup manusia. Era global yang ditandai dengan kemajuan teknologi informatika, industri otomotif, perbankan, dan dunia bisnis lainnya, menjadi bukti nyata adanya peran matematika dalam revolusi teknologi.

Melihat betapa besar peran matematika dalam kehidupan manusia, bahkan masa depan suatu bangsa, maka sebagai guru SD yang mengajarkan dasar-dasar matematika, penulis merasa terpanggil untuk senantiasa berusaha meningkatkan pembelajaran dan hasil belajar matematika. Apalagi kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa hasil belajar matematika selalu berada di tingkat bawah dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil ulangan harian matematika yang pertama pada kompetensi dasar operasi hitung hanya mencapai rerata 57,8 dan hanya 50 ersen siswa mencapai nilai 60 atau >60 . Padahal idealnya minimal harus mencapai 100 persen siswa mendapat 60 atau >60.

Baca juga:  Number Heads Together Tingkatkan Hasil Belajar Matematika

Sedangkan operasi hitung merupakan dasar bagi kompetensi dasar berikutnya seperti menghitung luas bangun, volum bangun, dan sebagainya. Kondisi tersebut disebabkan oleh kenyataan sehari-hari yang menunjukkan bahwa siswa kelihatannya jenuh mengikuti pelajaran matematika.

Menyikapi kondisi tersebut ,sebagai guru kelas VI SDN Gondo 01 yang harus menyiapkan peserta didik menuju ujian akhir sekolah dan mampu bersaing dalam mengikuti tes masuk SMP Negeri, selalu berusaha memperbaiki pembelajaran dengan mengkondisikan pembelajaran yang memudahkan, mengasyikkan, dan menyenangkan bagi siswa. Usaha tersebut diwujudkan dalam suatu pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran kooperatif STAD.

Model kooperatif STAD atau Student Team Achievement Devision adalah salah satu pembelajaran kooperatif yang dikembangkan berdasarkan teori belajar Kognitif-Konstruktivis yang diyakini oleh pencetusnya Vygotsky. Teori ini memiliki keunggulan, yaitu fungsi mental yang lebih tinggi akan muncul dalam percakapan atau kerjasamaantar individu.

Baca juga:  Dengan Pendekatan Kontekstual, Pembelajaran Matematika Bermakna

STAD juga memiliki keunggulan bahwa siswa yang dikelompokkan secara heterogen berdasarkan kemampuan siswa terhadap matematika akan terjadi interaksi yang positif dalam menyelesaikan masalah, seperti tutor sebaya dan lain-lain. Jika sebelumnya tidak ada interaksi antar individu, maka dalam STAD siswa dapat bekerja sama dalam menyelesaikan masalah sampai semua anggota kelompok dapat menyelesaikan masalah. Kelompok dikatakan tidak selesai jika ada anggotanya belum selesai.

Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling bekerja sama dan membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran. Belajar belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pembelajaran. Pembelajaran model kooperatif STAD dapat mendorong siswa untuk belajar tentang luas bangun lebih bersemangat. Siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menarik, menyenangkan, dan mengasyikkan. (pkn2/aro)

Baca juga:  Penerapan SAVI dalam Pembelajaran Matematika

Guru SD Negeri Gondo 01, Tersono, Batang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya