alexametrics

Kepala Sekolah, Penggerak dan Motivator untuk Kemajuan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dunia pendidikan terutama sekolah formal sampai sekarang belum berhasil membuktikan kualitas yang diharapkan sesuai tujuan pendidikan nasional di berbagai jenjang. Termasuk jenjang pendidikan dasar. Menurut teori bahwa keberhasilan harus didukung dan ditunjang oleh tiga komponen. Yakni sekolah pemerintah, orang tua dan lingkungan masyarakat. Pertanyaannya, apakah ketiga unsur tersebut berjalan normal? Belum tentu. Dibutuhkan suatu keahlian khusus bagi kepala sekolah untuk mengupayakan ketiganya dapat berjalan dengan baik. Kepala sekolah harus pandai mengambil situasi untuk bisa mengondisikan semuanya.

Peran kepala sekolah sangat berpengaruh dalam peningkatan dan kemajuan pendidikan. Kepala sekolah adalah pemimpin tertinggi di sekolah walaupun kepemimpinan itu sifatnya situasional. Artinya suatu tipe kepemimpinan dapat efektif untuk situasi tertentu dan kurang efektif untuk situasi yang lain.

Baca juga:  MBS dalam Masa Pandemi

Kepemimpinan kepala sekolah adalah cara atau usaha kepala sekolah dalam mempengaruhi, mendorong, membimbing, mengarahkan dan menggerakan guru, siswa, orang tua siswa dan pihak lain yang terkait untuk berperan serta mencapai tujuan yang ditetapkan.
Jabatan kepala sekolah pada hakikatnya merupakan amanat dari sang Pencipta (Allah SWT), dan lahirnya amanat dari bangsa dan negara yang secara yuridis formal diangkat berdasarkan surat keputusan (SK) dari pemerintah. Oleh karena itu suatu saat amanat itu akan diminta pertanggungjawabannya baik oleh oleh Allah SWT, maupun oleh bangsa dan negara.
Menjadi kepala sekolah bukanlah hal yang mudah. Penulis menjadi kepala sekolah di SD Negeri 4 Sidorejo Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal, kurang lebih empat bulan. Kepala sekolah merupakan figur bagi bawahannya sekaligus contoh sebagai pimpinan yang mampu bekerja sama dengan seluruh partner kerja di sekolah.

Baca juga:  Strategi Bimbingan TIK untuk Mendukung PJJ

Menurut Soepardi (dalam buku Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah, 2002:1007) didefinisikan kepemimpinan sebagai kemampuan untuk menggerakkan, mempengaruhi, memotivasi, mengajak, mengarahkan, menasihati, membimbing, menyuruh, memerintah, melarang, dan bahkan menghukum (kalau perlu). Serta membina dengan maksud agar manusia sebagai media manajemen mau bekerja dalam rangka mencapai tujuan administrasi secara efektif dan efisien.

Untuk memahami peran kepemimpinan kepala sekolah adalah sebagai berikut: pertama, pemimpin berfungsi memikirkan dan merumuskan dengan teliti tujuan kelompok serta menjelaskan supaya anggota dapat berkerja sama mencapai tujuan yang telah direncanakan. Pemimpin memberi dorongan kepada anggota-anggota kelompok untuk menganalisis situasi supaya dapat dirumuskan rencana kegiatan kepemimpinan yang dapat memberi harapan baik. Pemimpin juga membantu anggota kelompok dalam memberikan keterangan yang perlu supaya dapat mengadakan pertimbangan yang sehat. Kedua, fungsi yang bertalian dengan suasana pekerjaan yang sehat dan menyenangkan. Pemimpin harus memupuk dan memelihara kebersamaan di dalam kelompok. Pemimpin juga mengusahakan suatu tempat bekerja yang menyenangkan, sehingga dapat dipupuk kegembiraan dan semangat bekerja dalam pelaksanaan tugas. Pemimpin harus dapat menanamkan dan memupuk perasaan para anggota bahwa mereka termasuk dalam kelompok dan merupakan bagian dari kelompok. Melalui kepemimpinan yang demikian maka SD Negeri 4 Sidorejo Brangsong terjalin hubungan yang harmonis di antara seluruh guru, karyawan, dengan kepala sekolah. (ikd1/lis)

Baca juga:  Manajemen Kepala Sekolah dengan Pembelajaran AKIK di Masa Pandemi

Kepala Sekolah SDN 4 Sidorejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya