alexametrics

Pendidikan Karakter Kristen bagi Siswa Milenial

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Generasi milenial tidak dapat terhindar dari gaya hidup yang dipengaruhi oleh lompatan kecanggihan teknologi informasi masa kini. Sebagian besar waktunya digunakan untuk memainkan ponselnya pintarnya. Oleh karena itu, generasi milenial saat ini perlu dipersiapkan dan dibekali dengan baik melalui strategi pendidikan dan pembelajaran yang efektif, termasuk pendidikan karakter kristiani. Pendidikan karakter dikembangkan sebagai penyeimbang pengembangan yang berorientasi kognitif semata.

Pada dasarnya pendidikan agama Kristen merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan bagian terintegral dari pendidikan agama Kristen. Salah satu orientasi pendidikan karakter dari perspektif Kristen adalah pemulihan secara utuh dalam menemukan jati dirinya di hadapan Tuhan, dan mampu menemukan dan mengembangkan talenta yang Tuhan telah berikan di dalam dirinya. Keberadaan siswa bukan hanya diisi dengan ilmu secara kognitif saja, namun tidak berarti juga membatasi ruang gerak siswa dalam kemampuannya mempelajari ilmu pengetahuan, teknologi dan sains.

Baca juga:  Cara Cepat Belajar Membaca Tanpa Dieja

Pendidikan karakter Kristen seharusnya menyelenggarakan pendidikan yang membangun kehidupan generasi milenial di atas batu karang yang teguh, agar para siswa dapat menangkal paham materialisme, skeptisisme, hedonisme, sekularisme, bahkan atheisme. Perlu komitmen yang serius untuk memikirkan dengan benar dan mendalam, bagaiman membangun kehidupan para siswa berdasarkan firman Tuhan. Penyelenggaraan pendidikan karakter ini haruslah merupakan proses untuk memahami bahwa hidup manusia itu semata-mata bersumber pada Tuhan.

Selain sekolah sebagai institusi formal dalam pendidikan karakter, peran gereja dan keluarga sangat penting dalam mendukung dan melengkapi pendidikan karakter yang di sekolah. Sekolah, gereja dan keluarga merupakan tiga wadah yang berperan untuk membangun karakter siswa berbasis nilai-nilai ajaran Kristen dalam mengantarkan para siswa mencapai cita-citanya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Baca juga:  Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPS dengan PBL

Orang tua maupun hamba Tuhan mempunyai peran penting dalam pembentukan karakter anak muda (siswa). Orang tua perlu menanamkan prinsip-prinsip penting berbasis karakter Kristiani dalam hidup anak. Tanggung jawab orang tua membimbing anaknya berdasarkan prinsip tersebut dan seluruh kehidupan anaknya dibangun beralaskan prinsip tersebut. Figur keteladanan dari guru, hamba Tuhan, dan orang tua secara konsisten sangat diperlukan oleh para siswa, dengan komunikasi yang mampu membangun keakraban.

Orang tua, guru dan hamba Tuhan adalah pendidik yang dipanggil Tuhan untuk menyelenggarakan proses pendidikan yang tidak berhenti pada level knowledge saja, namun idealnya terjadi dialog interaktif. Proses ini diharapkan efektif dapat menolong para siswa mencapai level understanding.

Baca juga:  Mengenal Permainan Congklak sebagai Pembelajaran Teknologi Sederhana

Pendidikan karakter Kristiani merupakan salah satu wujud pelaksanaan dari tujuan pendidikan agama Kristen, yang membutuhkan sinergitas antara guru, orang tua, dan hamba Tuhan dalam membentuk dan membimbing peserta didik agar tumbuh berkembang sebagai umat Allah, memiliki kecerdasan dan ketrampilan dengan budi pekerti yang luhur, kesadaran dan memelihara lingkungan hidup, serta ikut bertanggung jawab dalam pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. (ipa1/ton)

Guru Agama Kristen SMAN 4 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya