alexametrics

Mahir Speaking melalui Pair Work Dialogue

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BERBICARA mempunyai peranan sosial yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Berbicara merupakan alat komunikasi tatap muka yang sangat vital. Ahli bahasa mengatakan” Speaking is a languange “ .

Ketika kita berbicara dengan seseorang kita tidak hanya berfikir tentang latar belakang pengetahuannya, tapi juga memilih expresi dan ragam Bahasa yang cocok. Siapa berbicara dengan siapa, tentang apa, dalam situasi yang bagaimana, dengan tujuan apa, dengan jalur apa dan sebagainya.

Dell Hyms (1972) menggambarkan sebuah akronim bahasa inggris tergolong dalam 8 unsur : S (Setting dan scene) adalah jenis situasi ketika seseorang terlibat dalam pembicaraan. P (Participants) adalah pembicara dan pendengar serta latar belakang nya. E (ends) purpose and goal adalah tujuan pernyataan tersebut. A (act squences) adalah perintah atau pesan. K (key) tone or spirit of act adalah intension pembicara untuk membedakan message melalui intonasi. I (instrumentality) adalah cara untuk menyampaikan pesan. N (norm) adalah interaksi dan interpretasi antara pembicara dan pendengar. G (genre) adalah macam atau variasi yang digunakan oleh pembicara.
Untuk mempelajari Speaking dibutuhkan beberapa latihan sehingga kita bisa mencapai tujuan yang diharapkan. Menguasai Speaking adalah hal yang sangat penting dalam mempelajari Bahasa asing dan keberhasilannya diukur melalui kemampuannya menggunakan Bahasa dalam percakapan.

Baca juga:  Google Classroom Motivasi Home Learning IPA

Namun kenyataannya pembelajaran Bahasa Inggris khususnya keterampilan speaking sampe saat ini belum mencapai tujuan yang di harapkan, siswa belum mampu berbicara Bahasa Inggris dengan baik dan benar. Hal itu bisa disebabkan oleh beberapa faktor, baik faktor kemampuan siswa yang kurang maupun faktor tidak adanya pasangan atau teman dalam berdialog untuk mempraktekan Speaking.

Berdasarkan pengalaman penulis mengajar di dalam kelas, SMAN 1 Ulujami, Pemalang, untuk menumbuhkan semanagat belajar dan memotivasi siswa penulis mencoba mengajarkan keterampilan speaking dengan menerapkan model dialog berpasangan atau dikenal sebagai Pair work dialog, karena dengan dialog kita mengucapkan ujaran, saling bertukar pendapat, gagasan , perasaan, keinginan dengan menekankan hubungan yang bersifat dua arah memberi dan menerima, sehingga siswa bisa mengembangkan ide ide dan kemampuan mereka.

Baca juga:  Belajar Peredaran Darah melalui Model Discovery Learning

Dialog dalam pengajaran Bahasa merupakan suatu model konversasi. Dialog merupakan percakapan pendek supaya mudah dihafal siswa baik didalam kelas maupun diluar kelas. Dialog biasanya ditulis dalam bentuk percakapan untuk melatih kemampuan pengucapan siswa. Dialog yang dibuat diusahakan mendekati penggunaaan bahasa yang real dan wajar .

Langkah langkah pembelajaran speaking melalui pairwork dialog :
Kegiatan pertama: Guru memberikan model atau contoh dialog (offering help). Guru boleh memberikan dialog sesuai dengan keadaan ssaat belajar. Guru meminta siswa mendengarkan dialog 3 atau 4 kali. Guru membacakan dialog dan siswa melihat serta menirukan gerakan mulut (intonasi dan pronounciation).

Siswa diminta menirukan masing masing ujaran tiga atau empat kali. Kegiatan ke dua: Guru meminta siswa untuk mencari pasangan (pairwork). Masing masing pasang mengambil satu peranan dalam dialog. Siswa mempraktekan dialog dengan cara berganti peran (ulangi prosedur ini berkali kali). Siswa menganalisa dan membedakan masing masing expresi yang digunakan dalam berdialog. Siswa mampu melakukan dialog berpasangan dengan teman baik di depan kelas maupun di luar kelas

Baca juga:  Sukses Belajar Luas Lingkaran melalui Audio Visual

Berdasarkan kegiatan di atas teknik pairwork dialog sangat efektif untuk aktivitas komunikasi dan praktek secara intensive , dengan model pair work dialog guru menempatkan siswa dimana mereka harus berkomunikasi. Melalui pair work dialog juga siswa harus mengucapkan ujaran atau expresi yang berarti dan dapat dipahami.Dengan teknik pairwork dialog siswa mempunyai kesempatan besar dalam mengungkapkan ide idenya sehingga siswa bisa mahir dalam berbicara bahasa inggris. Dengan demikian pembelajaran speaking akan lebih mudah dan menyenangkan jika siswa mempunyai teman untuk diajak berbicara. (pm1/zal)

Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Ulujami, Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya