alexametrics

Asyiknya Berkarya Seni Patung dengan Teknik Pencerminan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pelajaran Seni Budaya materi Seni Patung di kelas IX merupakan karya seni rupa tiga dimensi, bisa dilihat dari sudut mana saja dan keindahannya tetap sama. Dulu patung dengan ukuran besar ditempatkan pada tempat tertentu. Di area wisata, di tempat strategis untuk patung monumen sejarah. Kini patung sudah ditempatkan di dalam ruangan rumah tinggal. Patung setengah badan dan patung kecil lainnya.

Patung diciptakan untuk memenuhi kebutuhan batin atau dinikmati keindahannya. Patung dijadikan sebagai simbol pemujaan bagi penganut kepercayaan tertentu. Ada juga patung dijadikan sebagai dekorasi belaka. Pada karya seni patung modern, pembuatan karya seni patung merupakan ekspresi individu penciptanya karena lebih bebas dan bervariasi.

Berdasarkan kondisi awal siswa yang kesulitan dalam berkarya seni patung bahan gypsum, penulis melakukan inovasi dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran siswa kelas IX di SMP Negeri 21 Semarang. Yakni dengan bahan cor atau cetak dari gypsum dengan cara membuat cetakan, kemudian dituangkan adonan berupa semen, gypsum, sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan. Alat yang digunakan adalah cetakan.

Baca juga:  Meningkatkan Mutu Lulusan melalui Bengkel STEMA

Untuk memudahkan siswa membuat seni patung bahan gypsum menggunakan teknik pencerminan dalam proses pembuatannya. Sedangkan alat yang dipakai sangat sederhana antara lain pensil 2B digunakan menjiplak sketsa, pisau dapur yang berfungsi sebagai mengurangi bahan, kawat hanger yang berfungsi sebagai butsir, koran bekas yang berfungsi sebagai pengganti meja putar, cat yang berfungsi sebagai hiasan, sendok berfungsi menghaluskan bahan, spidol permanen berfungsi menegaskan sketsa yang ada dan memudahkan membentuk patung yang diinginkan.

Langkah pertama, membuat sketsa terlebih dahulu sesuai desain dan ukuran gypsum. Kemudian menyiapkan bahan gypsum sesuai ukuran yang diinginkan sesuai sketsa. Pindahkan gambar atau pola di atas permukaan ke bahan gypsum, bagian depan dengan pensil 2B. Lakukan pembentukan sedikit demi sedikit hingga mendekati bentuk global.

Baca juga:  Matematika Asyik, RME Solusinya

Langkah kedua, dengan cara menjiplak sketsa dengan cara dibalik. Tujuannya, supaya sketsa yang sudah dipindah di bagian depan bisa bertemu dengan bagian belakang. Teknik pencerminan digunakan dalam pembuatan seni patung untuk memudahkan dalam proses pembentukan patung dengan metode subtraktif mengurangi bahan sedikit demi sedikit dan membentuk patung sesuai yang diinginkan.

Langkah ketiga, menentukan volume yang ada di sketsa, kemudian melubangi bahan gypsum sesuai bentuk patung. Tujuannya agar bentuk patung bisa dilihat dari berbagai arah dan bisa dinikmati keindahannya. Alat yang digunakan membuat volume adalah kawat hanger yang menggantikan posisi butsir. Setelah volume terbentuk, selanjutnya volume dihaluskan dengan sendok teh. Langkah keempat, tahap finishing dengan amplas. Setelah bahan patung halus, baru dicat supaya patung lebih indah.

Baca juga:  Meningkatkan Hasil Belajar Perkembangbiakan Makhluk Hidup dengan Jigsaw

Secara umum berdasarkan pembuatannya seni patung ada tiga macam antara lain patung sebagai fungsi personal yang diciptakan untuk kepentingan pribadi, sebagai ekspresi siswa, dan ungkapan pribadi termasuk tujuan religi. Patung sebagai fungsi sosial diciptakan untuk memperingati peristiwa yang bersejarah. Patung sebagai fungsi fisik diciptakan untuk dinikmati keindahannya.

Berkarya seni patung bahan gypsum dengan teknik pencerminan sangat membantu siswa kelas IX di SMPN 21 Semarang. Patung dengan teknik pencerminan memudahkan siswa dalam membentuk patung yang diinginkan karena terjadi titik temu antara bentuk bagian depan patung dengan bagian belakang dengan cara menjiplak sketsa dibalik. Volume mudah ditentukan dengan menggunakan teknik pencerminan. (ipa2/ida)

Guru Seni Budaya SMPN 21 Semarang dan email untarimusik21@gmail.com

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya