alexametrics

Pembelajaran Keberagaman Asyik dengan NHT

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN merupakan proses komunikasi dua arah. Mengajar dilakukan pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik. Menurut ahli, dinyatakan bahwa pengertian pembelajaran adalah proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.

Dalam kurikulum 2013, peserta didik dituntut untuk berpikir lebih kreatif, inovatif, cepat dan tanggap dan menumbuhkan keberanian dalam dirinya. Juga dimasukkan unsur-unsur kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, serta unsur keagamaan untuk membentuk siswa yang berkarakter. Oleh karena itu, dalam pelajaran PPKn, proses pembelajarannya di kelas guru mengembangkan teknik belajar mengajar Kepala Bernomor (Numbered Heads). Dengan maksud agar peserta didik paling tidak mampu menangkap apa yang menjadi tujuan kurikulum 2013.

Teknik ini memberikan kesempatan pada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Teknik ini juga mendorong peserta didik untuk meningkatkan semangat kerja sama di antara mereka. NHT (Numbered Head Together) adalah suatu model pembelajaran yang lebih mengedepankan aktivitas peserta didik dalam mencari, mengolah dan melaporkan informasi dari berbagai sumber yang nantinya dipresentasikan di depan kelas.

Baca juga:  Pentingnya Minat Baca dan Pengaruhnya terhadap Peningkatan Kualitas Peserta Didik

Model pembelajaran Kooperatif Numbered Heard pertama kali dikenalkan oleh Spencer Kagan dkk (1992). Kagan menghendaki agar para peserta didik saling kerja sama pada kelompok-kelompok kecil secara kooperatif. Struktur tersebut dikembangkan sebagai langkah alternatif model pembelajaran konvensional seperti mengacungkan tangan terlebih dahulu, baru kemudian ditunjuk oleh guru untuk menjawab pertanyaan yang telah dilontarkan. Suasana seperti ini menimbulkan kegaduhan dalam kelas, karena para peserta didik saling berebut dalam mendapatkan kesempatan untuk menjawab pertanyaan guru.

Peserta didik yang berkemampuan lebih juga akan mendominasi dalam menjawab pertanyaan guru. Sebaliknya yang kurang mampu semakin pasif dan diam. Situasi seperti inilah yang terjadi selama pembelajaran yang berlangsung pada kelas IX G SMPN 1 Kandeman, sehingga hasil proses pembelajaran mata pelajaran PPKn masih rendah.

Baca juga:  Memahami Biologi dengan Blended Learning di Masa Pandemi

Solusi untuk mengatasi permasalahan pembelajaran tersebut adalah menggunakan model pembelajaran NHT yang mengaktifkan peserta didik untuk saling bekerja sama dalam kelompok sehingga masing-masing anggota kelompok paham dengan hasil kerja kelompoknya dan bertanggung jawab terhadap hasil kerja tersebut untuk dipresentasikan. Adapun manfaat dan kelebihannya, menumbuhkan dan meningkatkan rasa percaya diri, peserta didik lebih semangat dalam belajar sehingga pemahaman terhadap materi pembelajaran meningkat.

Adapun kegiatan dalam pembelajaran NHT adalah sebagai berikut, pertama, peserta didik terbagi dalam beberapa kelompok dan tiap kelompok memiliki anggota 5-6 yang beda jenis kelaminnya yang sekaligus setiap siswa diberi nomor dan nama kelompok yang berbeda. Dipastikan pula, setiap anak memiliki sumber informasi sebagai bahan diskusi atau kerja kelompok antara lain buku paket dan buku lain yang relevan nantinya untuk memudahkan dalam menyelesaikan tugas dari guru dan pastikan bahwa setiap pesrta didik paham akan jawaban yang sudah disepakati bersama. Kedua, guru memanggil salah satu nomor dan nomor yang sama dari kelompok lain mengangkat tangan untuk melaporkan hasil diskusi atau kerja kelompoknya sampai selesai kelompok dan nomor yang lainya, dalam tahap ini terjadi interaksi dan komunikasi timbal balik antara peserta didik. Ketiga, adalah kesimpulan. Dimana guru dan siswa menyimpulkan hasil akhir jawaban yang benar dari pertanyaan yang diberikan oleh guru. Pembelajaran dengan menggunakan NHT dapat diimplementasikan pada peserta didik pada kelas IXG SMP N 1 Kandeman Batang, terdapat peningkatan hasil belajar. (pkn1/ida)

Baca juga:  Senangnya Belajar Akar Pangkat Tiga dengan Pakapati

Guru PPKn SMP 1 Kandeman

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya