alexametrics

Lempar Bola Kasti ke Sasaran, Tingkatkan Hasil Belajar, Aktivitas dan Sikap

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, ANAK Tunagrahita merupakan anak yang intelegensinya rendah selama proses perkembangan seseorang dengan ukuran sedemikian sangat rendah dibandingkan dengan rata-rata orang pada umumnya, sehingga seseorang yang mempunyai kemampuan kecerdasan rendah itu membutuhkan suatu pendidikan khusus, atau tidak mampu secara baik melakukan penyesuaian diri dengan lingkungannya.

Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan di Sekolah Luar Biasa merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosional-sportivitas-spiritual-sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang.

Pembelajaran langsung melempar memasukan bola kasti kearah mulut dan mata badut merupakan bentuk interaksi antara dua atau lebih siswa tentang topic atau situasi, siswa melakukan peran terbuka mempunyai kesempatan untuk mempraktekkan isi pelajaran yang dipelajarinya dalam rangka menemukan kemungkinan masalah yang akan dihadapinya dalam pelaksanaan sesungguhnya.

Pembelajaran harus dibuat dalam suatu kondisi yang menyenangkan,efektif dan bermakna sehingga siswa akan terus termotivasi dari awal sampai akhir pembelajaran. Dengan hal ini pembelajaran dengan metode driil melempar memasukan bola kasti kearah mulut dan mata badut merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan prestasi belajar pada pelajaran olah raga dengan sistim pembelajaran efektif dan bermakna.Dengan pembelajaran secara efektif dan bermakna latihan melempar memasukan bola kasti kearah mulut dan mata badut diharapkan proses belajar dapa tmencapai target kompetensi-kompetensi yang ingin dicapai oleh SLB-C Yaspenlub Demak yang didiskripsikan secara jelas dan tertulis menyangkut kemampuan intelektual, sosial, emosional, moral, maupunkemampuan spiritual.

Baca juga:  Pembelajaran Kegiatan Ekonomi lebih Efektif di Luar Kelas

Pengajaran dengan metode driil melempar memasukan bola kasti kearah mulut dan mata badut diharapkan siswa akan memiliki kemampuan kecerdasan,kecermatan dan ketitisan. melempar memasukan bola kasti kearah mulut dan mata badut yang lebih baik dan akhirnya akan mempengaruhi terhadap prestasi belajar khususnya mata pelajaran olah raga.

Proses pembelajaran yang berpusat pada pesertadidik( student centered learning) dan pendidik berperan sebagai fasilitator. Dengan demikian peserta didik sebagai subyek belajar, sehingga seorang pendidik perlu memperhatikan kemampuan peserta didik, cara belajar, strategi belajar, dan motivasi belajar.

Penelitian ini dilakukan dua siklus, dengan fokus bagaimana meningkatkan hasil belajar,aktifitas dan sikap dalam belajar melempar bola kasti ke sasaran mulut dan mata badut dengan hasil sebagai berikut: Siklus I dilaksanakan dalam 3 pertemuan,masing masing pertemuan I dengan alokasi waktu 3×30 menit.Hasil tes pada siklus I terhadap 7 siswa diperoleh data sebagai berikut:Hasil belajar melempar bola ke sasaran mulut dan mata badut rata rata mencapai 64,28 persen siswa yang tuntas hasil belajarnya 5siswa atau 71,42 persen dengan hasil rata rata 65 dan siswa yang belum tuntas hasil belajar 2siswa atau 28,57 persen.

Baca juga:  Memotivasi Siswa Menyukai Olahraga dengan Permainan Tradisional

Aktivitas siswa dalam pembelajaran olahraga melempar bola kasti ke sasaran mulut dan badut rata rata mencapai 58,58 persen.Sikap siswa dalam pembelajaran olahraga melempar bola kasti ke sasaran mulut dan badut rata rata mencapai 71,43 persen.Siklus II Hasil belajar melempar bola ke sasaran mulut dan mata badut rata rata mencapai 87,14 persen. Aktifitas siswa dalam pembelajaran olahraga melempar bola kasti ke sasaran mulut dan badut rata rata mencapai 52,82 persen. Sikap siswa dalam pembelajaran olahraga melempar bola kasti ke sasaran mulut dan badut rata rata mencapai 89,2 persen.Proses belajar mengajar olahraga dipengaruhi banyak faktor diantaranya faktor peserta didik dan guru.

Berdasarkan data data yang diperoleh dari siklus I dan siklus II maka dapat dikatakan penerapan Metode Driil dapat meningkatkan hasil belajar , keaktifan siswa dan menumbuh kembangkan sikap percaya diri,mandiri,kreatif dan tanggung jawab dalam pembelajaran olahraga melempar bola kasti ke sasaran mulut dan badut. (kb1/zal)

Baca juga:  Pemberian Soal HOTS Tingkatkan Kemampuan Berpikir Siswa

Guru SLB – C Yaspenlub Demak

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya