alexametrics

Belajar Recount Jadi Seru melalui Medsos

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Seperti yang kita tahu, kemampuan berbahasa Inggris merupakan salah satu skill yang penting dalam era globalisasi. Namun, seperti yang kita temui di lapangan, banyak siswa yang takut dan mengangggap bahasa Inggris sulit. Hal ini juga dialami oleh siswa SMK Negeri 1 Pati kelas X AKL 4 terutama untuk materi recount text.

Kompetensi keterampilan untuk materi ini adalah menyusun teks recount lisan dan tulis, pendek dan sederhana, terkait peristiwa/pengalaman, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan, secara benar dan sesuai konteks.

Untuk mengatasi hal tersebut, guru harus memilih media pembelajaran yang menyenangkan, atraktif, familiar, dan kekinian akan membuat siswa tertarik dan semangat untuk mengasah kemampuannya.

Baca juga:  Pembelajaran Teks Prosedur Berbasis Modul

Alternatif yang bisa dipilih guru adalah menggunakan media sosial atau yang lebh dikenal dengan sebutan medsos. Bagaimana bisa? Sekarang ini, siapa yang tidak menggunakan media sosial? Baik laki-laki maupun prempuan, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga lanjut usia. Media sosial sudah menjadi bagian hidup kita sehari-hari, dari buka mata hingga akan tidur. Rasanya kurang lengkap jika kita tidak mengeceknya. Dalam riset yang dilakukan oleh wearesocial hootsuite yang diterbitkan pada Januari 2019 menunjukkan bahwa 130 juta penduduk Indonesia menggunakan media sosial mobile, dengan rata-rata setiap hari waktu menggunakan media sosial dengan perangkat apapun mencapi 3 jam 26 menit.

Sementara untuk platform media sosial dari yang paling banyak digunakan Youtube 88 persen, Whatsapp 83 persen, Facebook 81 persen, dan instagram 80 persen. Dilihat dari banyaknya pengguna dan intensitas penggunaannya, media sosial sangat berpeluang menjadi media pembelajaran yang kekinian, atraktif, familiar dan menyenangkan.

Baca juga:  Belajar Tata Surya dengan Merge Cube, Dijamin Tidak Bosan!

Adapun langkah –langkah pelaksaannya sebagai berikut, pertama siswa diminta menyiapkan tiga atau empat foto liburan mereka. Kemudian mengurutkannya berdasarakan urutan peristiwa.
Selanjutnya siswa diminta menuliskan pengalaman liburan mereka sebanyak tiga atau empat pragraf pendek sesuai foto yang telah diurutkan. Berikutnya, siswa memposting rangkaian foto tersebut di media sosial yang dimiliki dan diseratai dengan teks cerita pengalaman sebagai keterangannya. Tentu saja akun mereka tidak boleh diprivat sehingga bisa diakses guru dan teman-temannya untuk memberikan respon.

Dengan adanya respon tentunya memacu siswa untuk lebih sering menuliskan keterangan unggahan mereka dalam bahasa Inggris. Dengan demikian, postingan mereka tidak hanya sebagai bentuk eksistensi diri tetapi juga portofolio kemajuan yang mereka buat dalam jejek digital.

Baca juga:  Ciptakan Pembelajaran Matematika Asyik dengan Pendekatan Saintific

Dengan media sosial, siswa lebih tertarik dan semangat untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, khususnya writing. Hal ini dikarenakan mereka setiap hari tidak pernah lepas dari gawai. Mereka bisa mengunggahnya kapan dan di mana saja. (man2/lis)

Guru Bahasa Inggris SMK Negeri 1 Pati

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya