alexametrics

Belajar Bioteknologi Melatih Siswa Berwirausaha

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN Ilmu Pengetahuan Alama (IPA) kelas IX SMP Negeri 1 Batang memuat materi tentang bab bioteknologi. Kompetensi Dasar (KD) ini  menjelaskan penerapan bioteknologi baik konvensional maupun modern untuk menghasilkan produk atau jasa guna membantu pemenuhan kebutuhan pada manusia.

Pada materi ini, peserta didik dapat membedakan bioteknologi konvensional yaitu bioteknologi melalui proses fermentasi dan bioteknologi modern yaitu bioteknologi menggunakan teknik rekayasa genetika, banyak contohnya dari penerapan bioteknologi ini. Karena itu, peserta didik dituntut mampu membuat salah satu produk bioteknologi konvensioal seperti tempe, kecap, tape, yogurt, yakult, dan lain sebagainya yang layak untuk dikonsumsi dan dipasarkan di masyarakat, minimal di lingkungan sekolah.

Guru IPA dituntut kreatif dalam membelajarkan peserta didik dengan menggunakan metode dan model pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Mengintegrasikan materi konseptual, faktual, prosedural dan metakognisi yang mampu ditelaah oleh peserta didik. Namun harus bisa menjadikan peserta didik sebagai subjek dalam pembelajaran. Peserta didik akan mampu mengembangkan keterampilan 4C, sehingga pembelajaran menjadi aktif dan menyenangkan.

Baca juga:  Faridatul Awwaliyah, Banjir Pesanan saat Ramadan

Guna menciptakan pembelajaran interaktif yang menyenangkan bagi peserta didik, guru IPA di SMP Negeri 1 Batang menggunakan metode pembelajaran praktik pada bab Bioteknologi. Dengan metode praktik ini, peserta didik terlibat langsung dalam proses pembuatan bioteknologi konvensional dan menjadikan pengalaman yang berharga. Di samping itu, ke depan dapat dikembangkan untuk wirausaha di kehidupannya bila ada minat.

Karena keterbatasan waktu, sarana dan prasarana di sekolah, dalam proses pembuatan produk bioteknologi konvensional ini dapat diantisipasi dengan proses memasak bahan yang akan difermentasi sudah dikerjakan di rumah. Dengan begitu, di sekolah tinggal melakukan pemberian ragi atau biang dan pengemasannya. Meski demikian, proses tersebut pada pembuatan laporan tetap dicantumkan pada langkah kerja.

Baca juga:  Penggunaan Youtube dalam Pembelajar Hak Asasi Manusia

Pada pembelajaran bioteknologi dengan metode praktik ini dimulai dari guru meminta peserta didik untuk duduk sesuai dengan kelompoknya yang sudah dibentuk pada pertemuan sebelumnya. Kemudian guru mengecek kelengkapan alat dan bahan yang disiapkan dari rumah oleh tiap kelompok. Tiap-tiap kelompok membuat salah satu produk bioteknologi konvensional yang sudah direncanakan sebelumnya mulai dari menyiapkan alat dan bahan, pemberian ragi atau biang sampai pada proses pengemasan yang menarik dan layak untuk dijual. Setelah selesai proses pembuatan produk bioteknologi konvensional, tiap kelompok membuat laporan praktik yang sudah dikerjakan dan dilengkapi dengan rincian biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan produk. Kemudian tiap kelompok mempresentasikan di depan kelas dan ditanggapi oleh kelompok yang lain. Setelah semua kelompok selesai presentasi, laporan dikumpulkan pada guru.

Baca juga:  Pendidikan Karakter Siswa dalam Nuansa Islami saat Ramadan

Pembelajaran IPA dengan metode praktik mampu meningkatkan aktivitas, kreativitas, dan semangat belajar peserta didik. Terbukti ketika proses pembelajaran berlangsung peserta didik cenderung aktif dan mampu berkolaborasi dengan baik antar sesama kelompok. (mat2/ida)

Guru IPA SMP Negeri 1 Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya