alexametrics

Strategi Efektif Temukan Foting dalam Bacaan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Bahasa Indonesia merupakan salah satu identitas bangsa Indonesia sehingga mata pelajaran bahasa Indonesia memiliki posisi yang strategis dalam kurikulum sekolah. Mata pelajaran ini bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.

Kegiatan membaca merupakan satu-satunya cara untuk menyerap dan menafsirkan informasi tertulis. Apabila keterampilan membaca rendah berakibat pula pada rendahnya minat atau keinginan untuk membaca. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap kemampuan dalam menyerap ilmu karena dengan membaca kita dapat membuka wawasan dan menambah pengetahuan.

Pemahaman membaca dirasa masih sangat rendah sekali terutama dalam jenjang sekolah dasar. Semua siswa terlihat sudah lancar dalam membaca namun terkadang mereka kurang bisa memahami isi dan informasi penting (foting) dari teks bacaan yang mereka baca tersebut.

Baca juga:  Memahami Materi Iman kepada Hari Akhir dengan E-Learning

Hanya ada beberapa peserta didik yang sudah mampu memahami dan menemukan informasi penting (foting) suatu bacaan dan masih ada sebagian peserta didik yang masih merasa kesulitan. Hal ini dikarenakan kurang antusiasnya sebagian peserta didik dalam kegiatan membaca dan kurang beraninya mereka dalam mengemukakan pendapat mengenai suatu bacaan tersebut. Maka, pendidik perlu menerapkan strategi belajar yang efektif untuk menunjang pemahaman membaca peserta didik dengan menggunakan berbagai strategi.

Untuk mencari informsi penting (foting), siswa perlu memperhatikan metode berikut ini. Siswa diajarkan mengetahui kata-kata kunci atau frase-frase kunci yang menjadi petunjuk. Siswa seyogyanya mengenal organisasi tulisan dan struktur tulisan untuk menafsirkan letak informasi penting. Jika ada, siswa lebih baik melihat gambar, grafik, ilustrasi atau tabel yang berhubungan dengan informasi atau fakta yang dicari. Siswa dapat mempermudah atau mempercepat mencari lewat daftar-daftar isi dan indeks. Siswa dapat menggerakkan matanya secara sistematis dan cepat, seperti anak panah yang langsung meluncur dari bagian tengah busur ke sasaran yang dituju oleh pemanah, dengan pola S atau zig-zag.

Baca juga:  Penggunaan Metode SQ3R Meningkatkan Kemampuan Meringkas Bacaan

Siswa memperlambat kecepatan bacaannya jika sudah menemukan informasi penting (foting) yang dicari untuk meyakinkan kebenaran mengenai hal yang dicari.

Dalam pembelajaran membaca untuk menemukan informasi penting (foting) ini terdapat kendala yang menyebabkan siswa menjadi tidak termotivasi dan merasakan kejenuhan. Salah satunya adalah metode pembelajaran yang digunakan guru cenderung monoton dan kurang bervariasi. Sehingga membuat siswa tidak berminat dan enggan mengikuti pembelajaran membaca.

Untuk itu, diperlukan adanya suatu metode pembelajaran yang lebih bervariasi dalam mengatasi permasalahan mengenai kejenuhan dan kurangnya motivasi dalam pembelajaran membaca untuk menemukan informasi dalam menguraikan sajian informasi ke dalam beberapa kalimat singkat.

Penggunaan metode tersebut diharapkan dapat menarik dan memotivasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran membaca untuk menemukan informasi penting (foting) secara cepat dan tepat dalam menguraikan sebuah sajian informasi ke dalam beberapa kalimat sehingga tujuan pembelajaran membaca untuk menemukan informasi secara cepat dan tepat akan tercapai. (srd2/lis)

Baca juga:  5M dalam Pembelajaran Recount Text yang Berorientasi pada HOTS

Guru SDN Srondol Kulon 03 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya