alexametrics

Misteri Bangun Ruang, Pembelajaran Menjadi Lebih Menyenangkan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kehidupan di abad ke-21 menuntut berbagai keterampilan yang harus dikuasai seseorang. Pendidikan dapat mempersiapkan peserta didik untuk menguasai berbagai keterampilan tersebut agar menjadi pribadi yang sukses dalam hidup.

Keterampilan di abad ke-21 relevan dengan empat pilar kehidupan UNESCO adalah learning to know, learning to do, learning to be dan learning to live together.

Empat prinsip tersebut masing-masing mengandung keterampilan khusus seperti keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, metakognisi, keterampilan berkomunikasi, berkolaborasi, inovasi dan kreasi, dan literasi informasi.

Pencapaian keterampilan tersebut dilakukan dengan memperbarui kualitas pembelajaran. Membantu peserta didik mengembangkan partisipasi, menyesuaikan personalisasi belajar. Menekankan pada pembelajaran berbasis proyek/masalah, mendorong kerja sama dan komunikasi. Meningkatkan keterlibatan dan motivasi peserta didik, membudayakan kreativitas dan inovasi dalam belajar, menggunakan sarana belajar yang tepat, mendesain aktivitas belajar yang relevan dengan dunia nyata, memberdayakan metakognisi, dan mengembangkan pembelajaran student-centered (Siti Zubaidah, 2016).

Baca juga:  Yuk, Belajar Luas Permukaan Bangun Ruang dengan Berdemostrasi

Kemendikbud menetapkan empat program pokok kebijakan pendidikan “Merdeka Belajar”, meliputi ujian sekolah berstandar nasional, ujian nasional, rencana pelaksanaan pembelajaran, dan peraturan penerimaan peserta didik baru zonasi.

Berkaitan penyusunan RPP disederhanakan memangkas beberapa komponen, guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP. Penulisan RPP dilakukan dengan efisien dan efektif sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran itu sendiri.

Materi bangun ruang terdiri dari bangun ruang sisi datar dan bangun ruang sisi lengkung merupakan salah satu materi esensial yang harus dipelajari oleh peserta didik mulai kelas VI kemudian diperdalam di kelas VIII (bangun ruang sisi datar), dan di kelas IX (bangun ruang sisi lengkung).

Baca juga:  Belajar Matematika Bangun Ruang Asyik dengan Menyanyi

Untuk menarik minat peserta didik SMPN 2 Weleri mempelajari materi bangun ruang penulis menerapkan metode pembelajaran “Misteri Bangun Ruang” yang dikembangkan oleh tim P4TK Matematika Yogyakarta. Video pembelajaran Misteri Bangun Ruang dapat diakses di https://www. youtube.com/watch?v=h70ACSTloAw. Sebelum melakukan pembelajaran Misteri Bangun Ruang peserta didik diberi tugas kelompok membuat bangun ruang kubus, balok, prisma segitiga, prisma segilima, prisma segienam, limas segitiga, limas segiempat, limas segilima, limas segienam, tabung, kerucut, dan bola.

Tugas ini untuk menilai keterampilan peserta didik dengan penilaian produk sekaligus mengembangkan keterampilan kolaborasi, menanamkan karakter, tanggung jawab menyelesaikan tugas.

Langkah pembelajaran Misteri Bangun Ruang yang pernah penulis lakukan di SMPN 2 Weleri adalah guru memasukkan bangun ruang ke dalam kotak; Meminta peserta didik mengajukan satu pertanyaan berkaitan dengan bangun ruang, guru menjawab ya/tidak (melatih peserta didik berpikir kritis dan komunikasi).

Baca juga:  Dengan Pendekatan Kontrastif Pembelajaran Pronunciation Lebih Efektif

Setelah semua peserta didik mendapat giliran mengajukan pertanyaan, guru mengunci jawaban meminta peserta didik menuliskan jawabannya. Guru menunjukkan bangun ruang yang ada di dalam kardus, selanjutnya meminta siswa memberi skor pada jawaban masing-masing.

Setelah semua bangun ruang ditampilkan, peserta didik diminta merekap jawaban, peserta didik dengan nilai tertinggi mendapat hadiah. Komentar peserta didik setelah pembelajaran adalah pemebelajaran menarik, menyenangkan, dan asyik belajar matematika. (ikd1/lis)

 

Guru Matematika SMPN 2 Weleri, Kendal

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya