alexametrics

Meningkatkan Minat Baca melalui Mading

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MEMBACA merupakan suatu keterampilan berbahasa yang sangat penting peranannya dalam kehidupan. Membaca mempunyai peranan penting dalam melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas, kreatif, dan kritis. Dengan membaca seseorang mendapat pengetahuan dan informasi dari berbagai penjuru dunia

Keterampilan membaca menduduki posisi dan peran yang penting dalam kehidupan manusia. Pada dasarnya kemampuan dan keterampilan membaca menjadi suatu kebutuhan yang harus dipenuhi. Sehingga kemampuan membaca harus dilatih sejak dini. Kegiatan membaca permulaan dimulai dari taman kanak-kanak atau sekolah dasar tingkat awal. Namun pada kenyataannya kegiatan membaca kurang disukai anak-anak khususnya siswa sekolah dasar yang pada dasarnya masih suka bermain, belum fokus dan memusatkan perhatian. Dalam satu kelas saja dapat dihitung siswa yang gemar membaca tanpa dipaksa dari pihak lain seperti orang tua atau guru.

Baca juga:  Dampak Kematangan Emosi Siswa Terhadap Self Regulation

Seperti halnya di MTs Negeri 1 Kendal, minat baca peserta didik masih tergolong rendah. Ditemukan pula fakta di lapangan melalui jurnal kunjungan diperpustakaan..Untuk menumbuhkan minat dan budaya baca dalam kehidupan peserta didik bukanah hal yang mudah untuk dilakukan. Walaupun kita tahu bahwa dampak  positif bagi peserta didik,   karena membaca merupakan modal dasar bagi peserta didik yang sedang menjalani proses belajar mengajar. Merekan dapat mengembangkan daya imajinasi dan yang lebih penting adalah dengan membaca peserta didik bisa mendapatkan ilmu yang bermacam-macam dan akan bermanfaat bagi dirinya sendiri dalam kehidupannya.

Untuk mewujudkan literasi membaca tersebut di atas MTs Negeri 1 Kendal bermitra  dengan Tanato Fundation yang meluncurkan  program PINTAR mendukung untuk pengembangan inovasi kualitas pembelajaran. Madrasah yang didukung oleh peran serta dari komite bersinergi untuk mewujudkan program tersebut. Madrasah yang dibantu dengan komite menambah koleksi buku-buku bacaan serta membuat pojok baca di setiap kelas.  Sebelum melaksanakan literasi tersebut seorang guru harus memberikan contoh kegemaran membaca buku kepada peserta didik. Entah itu desela-sela jam mengajar, pada saat jam istirahat atau jam sekolah telah berakhir. Memberikan contoh itu lebih efektif daripada menyuruh memaksa peserta didik  untuk membaca setiap hari. Dengan memberikan contoh secara tidak langsung peserta didik memerhatikan tindakan guru.

Baca juga:  Asyiknya Bermain Word Chain Game untuk Melatih Kosakata

Untuk mewujudkan program literasi tersebut guru memotivasi peserta didik untuk pemberdayaan mading di kelas dengan cara mewajibkan peserta didik untuk membaca bebas sekitar 10 sampai dengan 15 menit, selanjutnya peserta didik diminta membuat resum dari apa yang dibacanya, dan hasilnya ditempelkan di madding kelas. Melalui madding tersebut pelaksanaan literasi membaca berjalan dengan baik.

Pelaksanaan literasi membaca di MTs Negeri 1 Kendal yaitu antara 10 sampai dengan 15 Menit sebelum pelajaran dimulai. Guru menyiapkan buku bacaan, peserta didik diminta untuk membaca sampai waktu habis. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap hari. Selesai membaca guru memberikan motivasi kepada peserta didik untuk bisa menginspirasi dari  buku yang di baca.Setelah itu peserta didik diminta untuk membuat rangkuman atau kesimpulan dari buku yang telah dibaca, Untuk memotivasi peserta didik, guru bisa memberikan reward atau hadiah. (ikd1/bas)

Baca juga:  Bandicam Mudahkan Memahami Dinamika Persatuan dan Kesatuan

 

Guru Bahasa Indonesia MTs Negeri 1 Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya