alexametrics

Pembelajaran Induksi Matematika Efektif melalui Trade a Problem

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dunia pendidikan saat ini terdapat kecenderungan untuk kembali pada pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan secara alami. Padahal belajar menjadi lebih bermakna jika siswa mengalami apa yang dipelajari dan dilakukan bukan hanya mengetahui melalui dari orang lain.

Matematika sejak peradaban bermula, mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Juga merupakan subjek yang sangat penting dalam sistem pendidikan di seluruh dunia (Moch, Masykur dan Abdul Halim Fathani (2007:40).

Dalam proses pembelajaran di kelas terdapat keterkaitan yang erat antara guru, siswa, kurikulum, sarana dan prasarana. Guru mempunyai tugas untuk memilih model dan media pembelajaran yang tepat sesuai materi yang disampaikan demi tercapainya tujuan pendidikan. Karena sampai saat ini masih banyak ditemukan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam mempelajari matematika.

Pembelajaran Matematika di SMA Negeri 1 Temanggung, menurut hasil ulangan harian materi sebelum Induksi Matematika dengan KKM sebesar 70, ternyata dari 32 orang yang telah tuntas baru 56,25 persen.

Baca juga:  Jigsaw Tingkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Matematika

Salah satu metode pembelajaran yang dapat mengatasi permasalahan di atas  adalah metode pembelajaran Trade a Problem. Metode ini adalah metode pembelajaran kooperatif yang berisi suatu struktur yang digunakan untuk mereview atau melatih konsep-konsep (Siti Maesuri, 2002:39).

Guru menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Trade a Problem, sehingga dapat tepat sasaran dan mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Pengambilan materi Induksi Matematika, karena materi tersebut sering ditemukan kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan dan memerlukan pemahaman konsep, penalaran dan ketelitian. Dalam pembelajaran materi tersebut terdapat variasi soal dan pembuktian rumus sehingga siswa harus pandai menganalisisnya.

Hasil belajar dipengaruhi oleh individu siswa berupa kemampuan pribadi dan faktor dari luar. Dengan demikian hasil belajar adalah sesuatu yang diperoleh siswa karena adanya usaha dan pikiran.

Baca juga:  Model Home Visit Lebih Efektif pada Pembelajaran di Masa Pandemi

Induksi Matematika menjadi sebuah metode pembuktian secara deduktif yang digunakan untuk membuktikan suatu pernyataan benar atau salah. Dalam proses aktivitas berpikir untuk menarik kesimpulan berdasarkan pada kebenaran pernyataan yang berlaku secara umum sehingga pada pernyataan khusus atau terentu juga dapat berlaku benar. Dalam induksi matematika ini, variable dari suatu perumusan dibuktikan sebagai anggota dari himpunan bilangan asli.

Ada tiga langkah dalam induksi matematika yang diperlukan untuk membuktikan suatu rumus atau pernyataan. Langkah-langkah tersebut adalah : pertama, membuktikan bahwa rumus atau pernyataan tersebut benar untuk . Kedua, mengasumsikan bahwa rumus atau pernyataan tersebut benar untuk . Tiga, membuktikan bahwa rumus atau pernyataan tersebut benar untuk .

Tahap model pembelajaran yang digunakan sebelum diterapkannya model pembelajaran Trade a Problem, dengan mengamati secara langsung pembelajaran  di kelas, dan mencatat apa yang terjadi selama pembelajaran berlangsung. Berdasarkan data yang diperoleh dari pembelajaran, nilai harian nilai rata-rata siswa masih rendah yaitu 69,94, dan nilai rata-rata keaktifan siswa  68,95 persen.

Baca juga:  Pembelajaran Matematika SD Kelas V di Masa Pandemi Covid-19

Indikator keberhasilan yang ditentukan adalah peningkatan keaktifan dan peningkatan ketercapaian KKM. Indikator peningkatan keaktifan apabila terdapat kenaikan persentase keaktifan, kriteria keberhasilan belajar siswa apabila mendapatkan nilai 70, dan keberhasilan sebesar  85% dari jumlah siswa, Dikdikbud (Triyanto, 2010:241).

Hasil belajar setelah metode Trade a Problem diterapkan rata-rata mencapai 74,09 menunjukkan peningkatan sebesar 2,38 persen. Berdasarkan hasil dan pembahasan pembelajaran dengan model kooperatif tipe Trade a Problem dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa di kelas XI MIPA 5 SMAN 1 Temanggung. (tmg1/lis)

 

Guru SMA Negeri 1 Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya