alexametrics

Membangun Perilaku Etis Karyawan melalui Kecerdasan Spiritual

Artikel Lain

Oaleh: Fransiska Yumeida, S.Ak

RADARSEMARANG.ID – Secara Umum Perilaku etis merupakan tindakan yang sesuai dengan norma yang berlaku. Perilaku digunakan sebagai indikator kinerja, dan kinerja adalah salah satu aspek keberhasilan sehingga perilaku penting dalam suatu organisasi. Perilaku Etis merupakan tindakan suatu individu yang sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat yang berhubungan dengan tindakan benar. Berbagai penelitian tentang etika yang dikelompokkan dalam tiga kelompok yakni : aspek individual, aspek organisasional dan aspek lingkungan telah memberikan bukti empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dan perilaku etis seseorang.

Perilaku etis mampu di bangun melalui kecerdasan spiritual dengan memiliki sikap fleksibel, memiliki kesadaran diri yang tinggi, mampu dalam menghadapi kesulitan, mampu menghadapi rasa sakit, memiliki pandangan holistik, mudah dalam bekerja dan berinteraksi dengan teman kerjanya. Kecerdasan seseorang tidak hanya dilihat dari kecerdasan intelektualnya saja akan tetapi juga dari kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritualnya. Kecerdasan spiritual diyakini sebagai kecerdasan yang mampu memfungsikan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosi secara efektif dan kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan tertinggi. Kecerdasan spiritual sebagai pusat paling mendasar di antara kecerdasan yang lain, karena menjadi sumber bimbingan bagi kecerdasan lainnya. Kecerdasan spiritual mewakili kerinduan akan makna dan hubungan dengan yang tak terbatas.

Baca juga:  Mengajar Penerjemahan di Era Google Translate

Perilaku etis merupakan tindakan yang secara etis dapat membedakan mana yang benar dan salah sesuai dengan aturan-aturan moral yang berlaku. Perilaku etis ini dapat menentukan kualitas individu (karyawan) yang dipengaruhi oleh faktor – faktor yang diperoleh dari luar yang kemudian menjadi prinsip yang dijalani dalam bentuk perilaku. Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku seseorang meliputi: Faktor personal, yaitu faktor yang berasal dari dalam individu, faktor situasional, yaitu faktor yang berasal dari luar diri manusia sehingga dapat mengakibatkan seseorang cenderung berperilaku sesuai dengan karakteristik kelompok atau organisasi, faktor stimulasi inilah yang mendorong dan meneguhkan perilaku seseorang.

Kecerdasan spiritual sebagai kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai. Yakni kecerdasan yang menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks makna lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna”. Kecerdasan spiritual seseorang yang tinggi maka dapat membangun perilaku etis seseorang dalam menjalankan pekerjaan. Karyawan yang memiliki kecerdasan spiritual yang baik akan mampu untuk bersikap fleksibel, memiliki kesadaran diri yang tinggi, mampu dalam menghadapi kesulitan, mampu menghadapi rasa sakit, pegawai memiliki pandangan holistik, mudah dalam bekerja dan berinteraksi dengan teman kerjanya.

Baca juga:  Karakteristik Peran Masyarakat Gen-Z Berkelanjutan

Dalam islam sendiri sebenarnya sudah di tekankan tetapi penerapannya, walaupun masih belum efektif di beberapa tempat. Perlu di garis bawahi, bahwa kita sebagai manusia di ciptakan untuk menjadi khalifah di muka bumi. Tentunya pemahaman ini identik dengan kerja, Apa yang Allah perintahkan untuk kita, dari situlah bekal menjadi seorang khalifah. Sholat dan dzikir dapat membekali pribadi manusia, seiring, senafas, dengan aktifitas keseharian untuk menyelesaikan tugas-tugas, Oleh karena itu apabila di tekankan pada lembur, kerja yang agak tinggi tingkatannya dan lain-lain, sebagai manusia seharusnya dapat meningkatkan spiritualitas kita, bukan sebaliknya.

Semakin banyak kerja, semakin sadar ALLAH. Sebagai manusia harus mencari titik temu tersebut agar tidak menjadi konflik, pertentangan antara kerja dan ibadah. Mindset ini yang harus pelan-pelan di bangun agar dapat memahami serta menentukan keberhasilan untuk kehidupan. (*/bas)

Baca juga:  Sekolah Bagaikan Coorporate

Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya