alexametrics

Petani Sejahtera, Kemiskinan Semakin Jera

Oleh: Septiawan Nur Hidayat, SST

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Muara pembangunan daerah untuk tercapainya kesejahteraan masyarakat. Hasil upaya pembangunan pemerintah dapat dinikmati dengan baik oleh masyarakat. Sehingga kualitas hidup mereka menjadi semakin baik.

Hal tersebut tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dalam perjalanannya pemerintah dituntut dapat menghadapi berbagai tantangan dan hambatan di berbagai era. Terlebih era pandemi di mana setiap perubahan arah kebijakan cepat berganti.

Dalam proses pembangunan di era pandemi, perekonomian merupakan salah satu hal krusial yang perlu diperhatikan. Sebab, sektor tersebut terdampak akibat pandemi covid. Satu sisi, pemerintah harus melakukan langkah meminimalisir penyebaran covid dengan berbagai regulasi.

Diantaranya pembatasan mobilitas penduduk dan penundaan kegiatan kegiatan yang melibatkan banyak orang. Di sisi lain, menimbulkan terhambatnya pembangunan perekonomian.

Dalam pembangunan perekonomian daerah, kemiskinan salah satu indikator yang sangat penting. Rendahnya tingkat kemiskinan diharapkan menjadi salah satu langkah yang dapat mendukung pembangunan perekonomian itu sendiri.

Tahun 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terdapat sejumlah 212,9 ribu jiwa atau sekitar 17,83 persen penduduk miskin di Kabupaten Kebumen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yakni sebanyak 17,59 persen masyarakat.

Baca juga:  Menjunjung Tinggi Pancasila Demi Keutuhan NKRI

Data pendapatan daerah regional bruto (PDRB) tahun 2020, sektor pertanian masih menjadi komponen yang memiliki kontribusi terbesar pada PDRB Kabupaten Kebumen. Kategori A (Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan) memiliki kontribusi sebesar 21,79 persen, diikuti kategori C (Industri Pengolahan) dengan kontribusi sebesar 21,27 persen, serta kategori G (Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor) dengan kontribusi sebesar 14,84 persen. Dapat kita lihat sektor pertanian merupakan sektor potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Kebumen.

Bermula dari cukup besarnya peran sektor pertanian, indikator Nilai Tukar Petani (NTP) dinilai dapat mengukur kemampuan daya beli petani sebagai salah satu pelaku utama di sektor pertanian.

BPS mencatat bahwa NTP Jawa Tengah pada Desember 2021 sebesar 103,18. Karena nilai NTP lebih besar dari 100, maka pendapatan petani naik lebih besar dari pengeluarannya. Dengan demikian tingkat kesejahteraan petani lebih baik dibanding tingkat kesejahteraan petani sebelumnya.

Namun jika kita mencermati karakteristik penduduk miskin di Kebumen, penduduk miskin yang bekerja di sektor pertanian lebih besar dibanding sektor non pertanian.

Baca juga:  Efek Pandemi, Kemiskinan di Kabupaten Magelang Naik

Ditinjau dari status pekerjaan dan lapangan pekerjaan utama, pada tahun 2021 terdapat sekitar 42,17 persen penduduk miskin berstatus tidak bekerja, sekitar 35,81 persen bekerja pada sektor pertanian, dan selebihnya bekerja pada sektor selain pertanian.

Sektor pertanian merupakan sektor tradisional dengan pendapatan rendah. Sektor pertanian juga cenderung digeluti generasi tua. Selama ini pemerintah telah berupaya melakukan berbagai program bantuan untuk petani. Tidak lain untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Namun demikian, berbagai program tersebut sebaiknya juga perlu didampingi dengan peningkatan kompetensi petani itu sendiri.

Misalnya dapat dibuat sebuah program kelas pertanian secara berkala untuk para petani. Jika setiap petani memiliki kompetensi yang baik, diharapkan produktivitas akan semakin meningkat. Sehingga pendapatan akan semakin tinggi.

Selain itu, meskipun generasi muda cenderung dikenal tidak tertarik dengan dunia pertanian, tapi saat ini mulai bermunculan istilah “petani milenial”. Petani milenial dianggap sebagai petani sukses dengan pendapatan yang lebih baik. Mereka dikenal memiliki kompetensi yang baik.

Mulai penanaman, perawatan hingga pemasaran. Untuk itu, hendaknya mereka dapat digandeng/ dilibatkan untuk dapat memberi manfaat kepada pelaku usaha pertanian lain. Sehingga dapat menambah ragam wawasan untuk dapat diaplikasikan dalam pertanian.

Baca juga:  Pemanfaatan Bonus Demografi untuk Mencegah Kenaikan Inflasi

Selain itu, dengan adanya petani milenial diharapkan menjadi daya tarik tersendiri terhadap bidang pertanian. Hal tersebut juga penting untuk regenerasi pada masa yang akan datang.

Setiap daerah tentu ingin melakukan usaha terbaiknya dalam pembangunan daerah, termasuk dalam hal ini pengentasan kemiskinan. Tapi bukan hal yang buruk, jika berbagai kebijakan yang diambil disesuaikan dengan kondisi khas setiap daerah yang tentu sangat beragam situasinya.

Hingga saat ini sebenarnya sektor pertanian masih memegang kontribusi besar terhadap perekonomian Kebumen. Tidak sedikit pula penduduk yang menggantungkan kehidupannya pada sektor pertanian. Ironisnya, penduduk miskin yang bekerja di sektor pertanian lebih besar dibanding sektor non pertanian.

Sektor pertanian dapat dijadikan fokus prioritas pembangunan Kebumen pada masa mendatang. Dengan perhatian besar pada sektor pertanian, diharapkan produktivitas petani semakin meningkat. Sehingga kesejahteraan mereka semakin baik. Karena mensejahterakan petani sebagai bagian dari langkah efektif dalam pengentasan kemiskinan di Kebumen. (pr2/fth)

Statistisi BPS Kabupaten Kebumen

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya